
Malik nampak sudah pulang ke rumah lebih awal dari jam pulang biasanya. Flower yang sudah mengetahui jika Malik sudah pulang pun segera menghampiri suaminya di depan rumah. Sedangkan Bu Venna yang mendengar suara putranya nampak gugup karena takut akan diintrogasi oleh Malik.
"Aku membawakan es krim untukmu. Aku pikir kau menginginkannya." Ucap Malik sambil memberikan kotak es krim ke tangan Flower.
"Wah, kau benar, aku sangat menginginkannya." Jawab Flower dengan mata berbinar.
Malik tersenyum tipis mendengarnya. Ia pun mengajak Flower untuk masuk ke dalam rumah.
Setelah berada di ruang tengah, Flower berpamitan pada Malik untuk menyalin es krim yang dibawa Malik ke dalam mangkuk lebih dulu. Malik pun mengiyakannya dan duduk di atas sofa sambil menunggu Flower kembali.
Pandangan Malik pun jatuh pada Bu Venna yang baru saja keluar dari dalam kamarnya.
"Emh, Malik. Kau sudah pulang?" Tanya Bu Venna pura-pura tidak tahu.
"Ya. Malik pulang lebih awal hari ini, Bu." Jawab Malik.
Bu Venna mengangguk lalu menjatuhkan bokongnya di atas sofa yang berhadapan dengan Malik.
"Dimana istrimu? Kenapa dia tidak terlihat?" Tanya Bu Venna.
__ADS_1
"Flower sedang ke dapur menyalin es krim yang Malik bawakan, Bu." Jawab Malik.
Bu Venna mengangguk paham dan menatap wajah Malik dengan intens. Jika ia perhatikan saat ini sepertinya anaknya itu tidak terlihat menyimpan sebuah pertanyaan dan kekesalan kepadanya. Malik terlihat memasang wajah biasa saja seolah tidak terjadi apa-apa pada dirinya saat ini.
Sepertinya wanita itu tidak memberitahukannya pada Malik. Ucap Bu Venna dalam hati.
Tak berselang lama Flower pun nampak telah kembali sambil membawa mangkuk kecil yang berisi es krim.
"Aku membagi es krimnya jadi dua bagian agar aku bisa memakannya besok pagi." Ucap Flower tanpa ditanya oleh Malik.
Malik mengangguk saja mendengar perkataan Flower. Bu Venna pun turut menatap pada Flower sambil menahan rasa awas di dalam dirinya.
"Tidak. Makanlah." Jawab Bu Venna.
Flower mengangguk saja lalu menyuapkan es krim ke dalam mulutnya.
"Sepertinya Baby sangat senang dibelikan es krim oleh Daddynya." Ucap Flower sambil memakan es krimnya.
"Benarkah begitu? Kalau begitu aku akan sering membelikannya agar Baby selalu senang." Jawab Malik seraya tersenyum tipis. Tipis sekali hingga Flower kembali tak dapat melihatnya.
__ADS_1
Bu Venna menatap interaksi anak dan menantunya itu dengan malas. Entah mengapa ia merasa Malik seperti begitu menyayangi Flower saat ini.
Tak berselang lama, Flower dan Malik pun berpamitan pada Bu Venna untuk masuk ke dalam kamar mereka setelah Flower menghabiskan es krimnya.
"Bagimana kegiatanmu hari ini, apa menyenangkan?" Tanya Malik setelah merek masuk ke dalam kamar.
"Tidak begitu menyenangkan. Aku merasa bosan berada di sini." Jawab Flower jujur.
"Kenapa begitu? Apa kau tidak memiliki kegiatan dengan Ibu hari ini?" Tanya Malik.
Flower menggelengkan kepalanya. "Ibu kedatangan tamu tadi hingga aku tidak memiliki kegiatan dengan Ibu. Aku memilih di dalam kamar saja." Jawab Flower.
"Apa kau merasa tidak nyaman berada di rumah ini?" Tebak Malik.
Flower menganggukkan kepalanya sebagai jawaban. "Aku lebih merasa nyaman di rumah kita saja. Bisakah kita pulang lebih awal dari waktu yang sudah ditentukan Ibu pada kita?" Tanya Flower penuh harap.
***
Sambil menunggu Flow dan Malik update kembali, silahkan mampir ke karya baru SHy judulnya Istri Figuran ya🤗
__ADS_1