
"Kau memang terlalu pandai bersandiwara." Ketus Flower lalu melangkah menuju ranjang dan menjatuhkan tubuhnya di sana.
Malik memilih diam menatap sikap istrinya. Ia pun melangkah menuju sofa dan duduk si sana sambil memangku laptopnya. Dari pada ia harus terlibat perdebatan dengan Flower lebih baik saat ini ia mengerjakan pekerjaan yang belum selesai pikirnya.
Di atas ranjang Flower mulai mencuri pandang pada Malik yang terlihat sangat serius menatap layar laptop di depannya. Flower pun mulai membayangkan bagaimana nanti jika ia hidup bersama Malik.
"Dia pasti akan mengajakku hidup susah seperti dirinya yang tidak bisa mendapatkan apapun yang dia inginkan. Dan yang pasti dia pasti ingin membuatku hidupku menderita saat bersamanya." Ucap Flower pelan sambil melanjutkan pemikiran buruknya tentang Malik.
Karena terlalu banyak berpikir buruk tentang Malik, akhirnya Flower pun tertidur tanpa mengganti pakaian dan mencuci muka lebih dulu ke kamar mandi.
Malik yang baru menyadari istrinya tertidur akibat terlalu lelah menangis pun bangkit dari sofa setelah mematikan layar laptopnya. Dengan langkah pelan ia melangkah menuju ranjang dan berdiri di sebelah Flower yang tengah terbaring.
Entah apa yang saat ini Malik pikirkan saat melihat wajah wanita yang saat ini sudah menjadi istrinya. Yang jelas raut wajah Malik sudah mulai menunjukkan sebuah beban yang akan ia pikul karena kini sudah menjadi suami dari seorang wanita egois dan arogan seperti Flower.
__ADS_1
*
Keesokan harinya, Flower yang baru saja terbangun dari tidurnya langsung memekik saat melihat seorang pria tengah berbaring di sebelah tubuhnya.
"Kau!! Kenapa kau tidur di ranjangku!" Pekik Flower pada Malik yang baru saja mengerjapkan kedua kelopak matanya. "Hei ayo jawab! Kenapa kau tidur di ranjangku?!" Tanya Flower.
Malik perlahan bangkit dari pembaringannya lalu menatap datar pada Flower. "Apa kau lupa jika saat ini aku sudah menjadi suamimu? Jadi sudah sewajarnya kau dan aku tidur di ranjang yang sama." Jawab Malik datar.
"Apa?!" Flower pun langsung teringat jika saat ini ia sudah sah menjadi istri dari Malik. "Tetap saja kau dilarang keras tidur di ranjang yang sama denganku!" Ketus Flower.
"Kau ingin ke—" perkataan Flower terhenti saat ia merasakan rasa mual yang teramat dari dalam perutnya.
Flower menutup mulut dengan sebelah tangannya lalu berlari ke arah kamar mandi. Malik pun segera menyusul Flower ke kamar mandi.
__ADS_1
"Hoek..." Flower memuntahkan cairan kuning yang terasa pahit dari dalam mulutnya.
"Kau tak apa?" Tanya Malik sambil memijat tengkuk Flower.
Flower tak menjawabnya karena kini ia tengah fokus memuntahkan cairan dari dalam mulutnya.
"Agh..." Flower membasuh wajah dengan air kran yang mengalir.
"Ayo." Ajak Malik berniat menuntun Flower keluar dari dalam kamar mandi.
Awalnya Flower merasa enggan, namun saat menyadari jika tubuhnya terasa lemah akhirnya Flower pun menerima tawaran Malik untuk keluar dari dalam kamar mandi.
Bayiku ini sungguh menyebalkan. Bagaimana bisa dia bersikap banyak tingkah seperti ini saat ada Malik di dekatnya. Apa dia sengaja mencari perhatian pada ayah kandungnya? Omel Flower dalam hati pada janinnya.
__ADS_1
***