One Night Love Tragedy

One Night Love Tragedy
Ada aku di sini


__ADS_3

"Jangan takut lagi. Ada aku di sini." Ucap Malik pelan sambil mengusap kepala Flower.


"Hiks, hiks." Flower pun terus menangis di dalam pelukan Malik.


Mendengar tangisan istrinya itu membuat hati Malik merasa tersayat. Sungguh ia merasa menjadi suami yang gagal saat ini untuk istrinya itu.


Emila... kau harus membayar semua ini. Ucap Malik dalam hati. Untuk kali ini ia tidak akan berbaik hati kembali pada mantan kekasihnya itu.


Tak berselang lama Dad William pun masuk ke dalam ruangan diikuti oleh Mom Rania. Melihat kedatangan kedua orang tuanya Flower pun semakin mendekap erat tubuh Malik memperlihatkan jika ia sangat membutuhkan Malik saat ini. Melihat ekspresi tak bersahabat Dad William membuat Flower dapat menebak jika Dad William sangat marah saat ini.


"Flower..." Mom Rania berjalan lebih dulu mendekat ke arah Flower berada.


Mengetahui kehadiran mertuanya membuat Malik melepaskan dekapannya dari tubuh Flower.


"Mommy..." Flower tak kuasa menahan tangisannya melihat kedatangan Mom Rania yang sejak kecil menjadi tempat ia untuk mengadu. Air matanya pun semakin mengalir dengan deras diikuti isakan tangisannya yang menyayat hati.


Mom Rania pun segera memeluk Flower tanpa mengucapkan sepatah kata pun pada Flower. Ia tahu jika saat ini putrinya itu tengah sangat ketakutan dan membutuhkan kekuatan saat ini.

__ADS_1


"Tenanglah, Nak. Ada Mommy di sini. Kau dan Baby akan baik-baik saja." Ucap Mom Rania menenangkan Flower.


Flower tak menjawab justru terisak-isak di dalam pelukan Mom Rania. Melihat putrinya yang tengah menangis seperti itu membuat hati Dad William benar-benar hancur karena untuk kedua kalinya ia melihat Flower sangat ketakutan seperti saat dulu di saat Flower hampir saja dicelakai oleh rival kerjanya.


Darah Dad William terasa mendidih diikuti tangannya yang terkepal erat. Ia berjanji di dalam hatinya tidak akan membiarkan wanita itu lepas kali ini. Ia akan membuat pelajaran yang sangat setimpal untuk wanita yang sudah berbuat jahat dengan keluarganya.


Setelah cukup lama berdiri di posisinya, akhirnya Dad William pun melangkah mendekati Mom Rania dan Flower. Malik pun segera menggeser tubuhnya memberi ruang ibu, ayah dan anak itu untuk bersama.


"Daddy." Flower memeluk erat tubuh Daddynya. Ia hanya bisa menangis menumpahkan rasa takut dan sedihhya saat ini.


"Maafkan Daddy karena tidak terlalu ketat untuk menjagamu." Ucap Dad William pelan.


Dad William memilih diam karena ia tahu putrinya tidak ingin dirinya menyalahkan diri sendiri saat ini.


Setelah cukup lama berada di dalam ruangan pemeriksaan, akhirnya Dad William dan Mom Rani pun keluar dari dalam ruangan dan membiarkan Flower untuk beristirahat dan menenangkan dirinya kembali.


Sementara Malik memilih tetap tinggal karena Flower ingin tetap bersama dengan suaminya karena ia merasa tenang jika bersama suaminya.

__ADS_1


"Sekarang tidur dulu, ya." Ucap Malik lembut sambil mengusap kepala Flower.


Flower menganggukkan kepalanya tanpa bersuara. Obat yang diberikan perawat beberapa saat yang lalu sudah berefek membuat matanya sangat mengantuk.


Tak berselang lama Flower pun akhirnya tertidur sambil memegang tangan suaminya.


"Jangan pergi." Racau Flower di dalam tidurnya sambil mengeratkan genggaman tangannya pada Malik.


Malik mengangguk mengiyakannya walau ia tahu Flower tidak akan melihat anggukan kepalanya.


"Tenanglah... aku tidak akan pergi." Ucap Malik lalu mengecup sayang kening Flower.


***


Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, point, dan komennya dulu, ya.


Sambil menunggu Malik dan Flower update, silahkan mampir di novel shy yang lagi on going juga berjudul Istri Figuran, ya🖤

__ADS_1


Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ 🤗


__ADS_2