
"Maaf, Daddy. Tapi bukannya Daddy yang menawarkann pada Flower mengambilkan mangga untuknya?" Tanya Malik memasang wajah datarnya.
Dad William mendecakkan lidahnya. Menatap menantunya yang sedang memasang wajah datar itu dengan tajam. "Kau jangan berpura-pura tidak tahu. Kau pasti tahu jika Flower yang meminta bukan Dad yang menawarkannya." Ketusnya.
Malik masih memasang wajah datarnya seolah ia benar-benar tidak tahu. "Maaf, saya kira Dad yang menawarkannya. Jika begitu calon anak kedua kami pasti akan sangat senang karena memiliki Kakek seperti Daddy." Ucap Malik.
Dad William terdiam setelah mendengarnya. Ia jadi merasa tidak enak karena mengungkapkan fakta jika bukan dirinya yang menawarkan mengambil mangga untuk putrinya.
"Sudahlah, apapun itu kau harus meminta pelayanmu untuk memotongnya!" Titah Dad William kemudian.
"Tapi maaf, Dad. Saya tidak bisa melakukannya karena Flower sangat menyukai mangga dari pohon ini. Saya juga tidak ingin terkena amukan Flower nantinya jika memotong pohon mangga kesayangannya."
Dad William melototkan kedua matanya mendengar jawaban dari menantunya yang tidak menuruti keinginannya.
"Sudahlah, Will. Untuk apa kau meminta menantu kita untuk memotongnya. Biarkan saja pohon itu tetap tumbuh!" Mom Rania yang sejak tadi hanya menjadi pendengar pun bersuara.
"Benar, lagi pula buahnya cukup subur dan sayang sekali jika dipotong." Timpal Bu Venna turut tidak setuju jika pohon itu dipotong.
__ADS_1
Dad William berdecak sebal. Kenapa semua orang tidak berpihak kepadanya justru senang jika ia dikerjai oleh putrinya itu. Karena tidak ingin Dad William kembali memberikan perintah untuk menebang pohon, Malik pun memilih berpamitan masuk ke dalam rumah sambil membawa Baby.
Mom Rania dan Bu Venna pun ikut masuk ke dalam rumah meninggalkan Dad William seorang diri di depan pohon.
"Mereka ini benar-benar ingin melihatku tersiksa ya?" Ucap Dad William sebal lalu melangkah masuk ke dalam rumah.
*
Satu jam kemudian, Dad William baru saja selesai membersihkan tubuhnya di dalam kamar mandi karena ia merasa gerah dan tidak nyaman akibat keringat yang mengalir membasahi tubuh dan wajahnya setelah memanjat pohon tadi.
Mom Rania yang sejak tadi berada di lantai bawah pun naik ke lantai atas untuk menemui suaminya.
"Flower mencarimu di bawah. Katanya ada yang ingin dia sampaikan kepadamu." Ucap Mom Rania dengan wajah datarnya.
Dad William memperhatikan gerak-gerik istrinya yang terlihat mencurigakan. "Bilang saja jika aku ingin istirahat." Jawabnya tak ingin dikerjai lagi.
"Apa kau sudah tidak ingin lagi menuruti permintaan dari putrimu?" Tanya Mom Rania.
__ADS_1
Dad William dibuat tidak bisa berkutik jika sudah membahas sayang menyayangi. Ia pun terpaksa menuruti keinginan istrinya untuk turun ke lantai bawah menemui anaknya.
Glek
Baru saja menginjakkan kaki di lantai bawah hawa hitam sudah menyelimuti perasaan Dad William karena melihat menantunya sedang disuapi makan mangga muda oleh anaknya.
"Enakkan?" Ucap Flower seraya tersenyum pada Malik yang terlihat menyerngitkan kening karena rasa asam dari mangga yang sedang ia makan.
Malik yang tidak ingin membuat istrinya itu bersedih pun terpaksa mengangguk saja dan terus menerima suapan dari istrinya.
"Nah, itu Daddy sudah datang." Flower tersenyum senang menatap kedatangan Daddynya. Dan lagi senyuman Flower terlihat sangat menakutkan di mata Dad William dan perasaannya mulai tidak enak.
***
Bab-bab terakhir kejahilan Flower hamil anak kedua😁
Sebelum lanjut, Jangan lupa berikan vote, like, point, dan komennya dulu, ya.
__ADS_1
Sambil menunggu Malik dan Flower update, silahkan mampir di novel shy yang lagi on going juga berjudul Istri Figuran, ya🖤
Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ 🤗