
"Emh, ya." Jawab Flower jujur. Flower pun memicingkan kedua kelopak matanya karena merasa gugup dengan kedekatan mereka saat ini.
"Kenapa bisa begitu?" Bisik Malik di telinga Flower.
"Karena kau terlihat sangat manis jika sedang tersenyum." Jawab Flower kembali dengan jujur.
Malik tersenyum tipis mendengarnya. Sebelah tangannya pun kini terangkat untuk mengusap wajah cantik Flower. "Jangan menutup mata seperti itu. Kau menutupi kecantikanmu dengan seperti itu." Ucap Malik lembut.
Mendengar perkataan Malik membuat Flower dengan perlahan membuka kedua kelopak matanya. Kegugupan di tubuhnya pun semakin terasa karena kini wajah Malik benar-benar berada tepat di depan wajahnya.
Malik menatap wajah instrinya yang sedang gugup itu dengan intens. Tidak dapat ia pungkiri jika dibanding Emila, Flower jauh lebih cantik dan mempesona. Ditambah lagi dengan sikap Flower yang sudah mulai berubah setelah bersamanya membuat istrinya itu semakin terlihat bertambah cantik saja.
Malik pun teringat dengan sikap Zaki pada istrinya dan perkataan Rey beberapa jam yang lalu. Rey benar, ia tidak bisa membiarkan istrinya berada terlalu jauh darinya atau mengabaikannya. Kini Malik sudah menguatkan tekadnya untuk kembali mengikat Flower seutuhnya.
"Kau sangat cantik." Puji Malik sambil mengusap wajah cantik istrinya.
__ADS_1
"Ma—" suara Flower terbuang begitu saja di udara saat Flower merasakan bibir tebal Malik menempel di bibir mungilnya. Flower benar-benar dibuat terbelalak karena terkejut mendapatkan ciuman tiba-tiba dari Malik.
Ketegangan yang awalnya Flower rasakan pun mulai berkurang saat Malik melu-mat bibir Flower dengan lembut. Perlakuannya itu tentu saja membuat Flower terbuai sampai memejamkan kedua kelopak matanya menikmati sentuhan lembut dari suaminya. Di dalam hatinya saat ini Flower benar-benar merasa senang karena pada akhirnya Malik mau menyentuhnya walau sekedar hanya berciuman.
Tidak Flower pikirkan alasan apa yang membuat Malik tiba-tiba saja menciumnya. Yang jelas saat ini Flower merasa senang mendapatkan apa yang ia inginkan.
Setelah cukup lama membuat Flower terbuai dengan ciuman lembut yang ia berikan, Malik pun melepaskan pangutannya. Ditatapnya wajah Flower yang kini memerah karena menahan rasa malu setelah apa yang mereka lakukan.
"Kenapa dengan wajahmu, hem?" Tanya Malik lembut sambil mengusap wajah cantik Flower.
Kenapa jantungku berdebar-debar begini. Ucap Flower dalam hati.
"Aku apa?" Ulang Malik masih dengan mengusap wajah Flower.
Flower menggelengkan kepalanya tanda ia sangat kesulitan untuk berbicara malam ini.
__ADS_1
"Apa kau menyukainya?" Tanya Malik mengubah pertanyaannya pada Flower.
Flower pun dengan cepat mengangguk. "A-aku menyukainya." Jawabnya pada akhirnya.
Malik tersenyum mendengarnya. Ia pun kembali menempelkan bibirnya di bibir mungil Flower dan kembali memberikan ciuman lembut namun lebih menuntut saat ini.
Mendapatkan ciuman kembali dari Malik ditambah kini tangan Malik sudah mulai nakal mengusap-usap punggungnya membuat Flower meremang dan tak bisa mengendalikan dirinya. Perlahan kedua kelopak mata Flower pun kembali tertutup dan tanpa sadar ia membalas ciuman lembut yang Malik berikan.
Mendapatkan ciuman balasan dari istrinya membuat Malik tak menyia-nyiakan kesempatan itu begitu saja karena ia yakin jika Flower juga menginginkan dirinya.
"Kau pernah bertanya apakah aku normal atau bukan tidak? Maka aku akan membuktikannya malam ini kepadamu jika aku adalah pria normal dan sangat menginginkan istriku selama ini." Bisik Malik di telinga Flower sambil merengkuh pinggang Flower.
***
Sambil menunggu Flow dan Malik update kembali, silahkan mampir ke karya baru SHy judulnya Istri Figuran ya🤗
__ADS_1