
"Benarkah?" Flower tersenyum senang mendengarnya. Ia pun memeluk tubuh Malik karena sangking senangnya.
Malik pun membalas pelukan Flower dan mengecup kening istrinya.
"Oh ya, Malik. Bagaimana keadaan Emila saat ini? Apa kau dan Daddy benar-benar memenjarakannya?" Tanya Flower hati-hati.
Malik terdiam beberapa saat. "Jangan memikirkannya lagi. Fokuslah pada kesehatanmu dan Baby saja. Aku tahu kau masih sedikit trauma." Ucap Malik. Ia tahu Flower masih memiliki rasa trauma saat melihat tangga.
Flower tertunduk. "Aku hanya kasihan padanya. Dia masih muda dan masa depannya masih panjang." Ungkap Flower.
"Ayo kita keluar. Tidak enak pada Mom dan Daddy jika kita terlalu lama berada di sini." Ajak Malik. Ia memilih menghentikan percakapan di antara mereka dari pada harus berlama-lama membahas mantan kekasihnya itu.
Wajah Flower berubah masam. Namun Flower tetap mengikuti permintaan Malik untuk keluar dari dalam kamar mereka. Di luar kamar, Suroh nampak siap siaga memberikan minuman untuk Dad William dan Mom Rania.
__ADS_1
"Suroh, apa kau sudah makan?" Tanya Flower.
Suroh mengangguk. "Saya sudah makan sebelum berangkat ke rumah tadi, Nona." Jawab Suroh karena semenjak Flower tinggal di rumah kedua orang tuanya, Malik meminta Suroh tinggal di rumahnya saja. "Apa Nona ingin makan?" Tanya Suroh.
Flower menggelengkan kepalanya. "Saya masih sedikit kenyang. Rencananya nanti saya ingin makan di luar bersama Mommy dan Daddy juga. Bagaimana kalau kau ikut saja?" Tawar Flower.
Suroh nampak sungkan untuk mengiyakannya. Namun setelah Mom Rania angkat bicara untuk mengajaknya akhirnya Suroh pun mengangguk mengiyakannya. Rasanya saat ini Suroh benar-benar merasa beruntung memiliki majikan yang begitu baik seperti Flower dan Malik.
Karena mengetahui jika saat ini Flower sudah kembali tinggal di kediaman putranya, akhirnya siang itu Bu Venna pun berkunjung ke kediaman Malik. Kebetulan sekali saat Bu Venna sampai, Flower, Malik, Suroh dan kedua orang tua Flower ingin pergi makan siang di luar.
Flower pun merasa senang karena mertuanya mau ikut dengan mereka. Bu Venna pun diminta oleh Flower untuk naik ke mobil mereka saja bersama Suroh juga.
"Ayo berangkat." Ajak Flower bersemangat pada Malik.
__ADS_1
Malik tersenyum lalu melajukan mobilnya diikuti mobil Dad William di belakangnya. Selama dalam perjalanan menuju restoran yang menjadi tempat tujuan mereka untuk makan, Flower terus tersenyum karena merasa bahagia.
Sampai akhirnya mereka tiba di restoran, Flower masih saja tersenyum melihat keakraban orang tua dan mertuanya. Rasanya saat ini tidak ada yang lebih membahagiakan untuknya selain melihat keluarganya akur dan saling menyayangi.
Terima kasih Tuhan karena saat ini engkau melembutkan hati mertua hamba hingga bisa menerima hamba dengan tulus. Ucap Flower dalam hati.
Malik yang melihat kebahagiaan di wajah Flower pun menggenggam tangan Flower menyalurkan rasa bahagia mereka satu sama lain. Kini hatinya sudah jauh lebih tenang karena ibunya sudah menerima Flower dan hama di dalam hubungan mereka sudah mendekam di dalam penjara membayar segala perbuatan buruknya.
Di balik kebahagiaan Flower dan Malik saat ini tentu saja ada satu sosok wanita paruh baya yang sedang bersedih karena putrinya kini harus mendekam di dalam penjara dan sangat sulit untuk dibebaskan.
***
Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, point, dan komennya dulu, ya.
__ADS_1
Sambil menunggu Malik dan Flower update, silahkan mampir di novel shy yang lagi on going juga berjudul Istri Figuran, ya🖤
Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ 🤗