One Night Love Tragedy

One Night Love Tragedy
Daddy mengusirku?


__ADS_3

Dad William pun mengangguk sebagai jawaban.


"Daddy mengusir Flo?" Nada suara Flower terdengar mulai meninggi. Bagaimana bisa Daddynya itu memintanya untuk keluar dari rumah mereka setelah ia menuruti keingan Daddynya untuk menikah.


"Daddy tidak mengusirmu. Memang sudah sebaiknya setelah menikah kau ikut bersama suamimu." Jawab Dad William tanpa rasa berat hati.


"Apa? Tidak, Flo tidak mau." Tolak Flower. Yang benar saja Daddynya itu memintanya hanya tinggal berdua dengan Malik.


"Tidak ada tawaran apapun untukmu, Flower. Ini semua Dad lakukan untuk kebaikanmu." Ucap Dad William tegas.


"Tidak, Flo masih tetap ingin tinggal di rumah kita."


Dad William tak lagi menanggapi penolakan putrinya justru kini mengalihkan pandangan pada Malik. "Malik, saya serahkan putri saya sepenuhnya kepadamu. Saya yakin jika hidup bersama denganmu Flower bisa menjadi wanita yang lebih baik lagi untuk kedepannya." Ucap William.


"Saya akan bertanggung jawab sepenuhnya pada Flower, Daddy." Jawab Malik tanpa ragu.

__ADS_1


"Bagus. Mulai besok kalian sudah bisa pindah ke rumahmu." Ucap William dan berhasil membuat Flower melebarkan kedua kelopak matanya.


"Daddy, kenapa Daddy tega mengusir Flower?" Flower kini menangis karena tak menyangka dengan perkataan Daddynya.


"Sudahlah. Anggap saja apa yang Daddy lakukan saat ini sebagai resiko karena kau sudah mengecewakan Daddy dan Mommy. Dan satu lagi, mulai saat ini semua fasilitas yang Daddy berikan kepadamu Daddy cabut sepenuhnya. Semua kebutuhanmu kini ditanggung oleh suamimu." Ucap William.


"Apa?!" Flower menggeleng-gelengkan kepalanya. "Tidak, Flo tidak mau. Dia tidak akan bisa memenuhi semua kebutuhan Flower seperti Daddy." Tolak Flower.


"Flower, jaga ucapanmu!" Mom Rania yang sejak tadi diam pun angkat bicara. Ia sungguh tidak suka melihat sikap putrinya yang terlihat angkuh dan sombong itu. "Kau jangan lupa dari mana Mommy berasal. Tidak sepantasnya kau berbicara seperti itu di depan suamimu!" Ucap Mom Rania tegas.


"Malik, maafkan perkataan Flower." Ucap Rania merasa tidak enak pada menantunya.


"Tidak masalah, Mommy." Jawab Malik datar tanpa ekspresi.


"Sekarang kembalilah ke kamar dan istirahat. Besok pagi pelayan akan membantumu untuk pindah ke rumah Malik." Ucap Dad William.

__ADS_1


"Daddy..." Flower kembali hendak membantah namuan Dad William sudah mengankat sebelah tangannya di udara tanda ia tidak menerima penolakan apapun dari Flower.


Akhirnya Flower pun kembali ke dalam kamarnya dengan perasaan kecewa. "Daddy... kenapa Daddy tega sekali mengusir Flow dari rumah ini dan menitipkan Flow pada Malik. Apa saat ini Daddy sudah tidak lagi menyayangi Flow?" Ucap Flower dengan terbata.


Malik yang berdiri di belakang tubuh Flower pun memilih diam menatap punggung istrinya yang naik turun.


Flower membalikkan tubuhnya dan menatap Malik dengan sengit. "Kau... pasti saat ini kau sangat senang karena Daddy mengusirku. Kau pasti ingin menertawakanku bukan?" Tanya Flower sambil menangis.


Malik hanya diam dengan wajah datarnya.


"Ayo jawab!! Kau pasti senang bukan aku disuruh hidup dan tinggal bersama pria seperti dirimu?!" Desak Flower.


"Saya tidak sesenang itu. Saya hanya senang karena bisa berdekatan dengan anak saya. Lagi pula apa yang dikatakan Daddy benar. Saat ini anda adalah tanggung jawab saya. Dan sudah sepantasnya anda ikut bersama saya dan menjalin rumah tangga normal seperti pasangan suami istri pada umumnya." Ucap Malik datar tanpa ekspresi apapun di wajahnya.


***

__ADS_1


__ADS_2