
"Maksud anda, Tuan?" Tanya Malik bingung.
"Saya rasa kau sudah mengerti apa yang saya maksud." Jawab Rey lalu menepuk pundak Malik. Setelahnya Rey pun segera keluar dari dalam ruangan kerja Malik.
Malik yang berada sendiri di dalam ruangan kerjanya pun mulai berpikir apa maksud perkataan Rey. Dan beberapa saat telah berlalu akhirnya Malik pun mengerti dengan apa yang Rey katakan. Malik pun menghela nafas panjang. Jika tidak mengingat kondisi kandungan Flower akhir-akhir ini mungkin bisa saja ia melakukan apa yang Rey sarankan.
Tak berselang lama, Flower pun sudah kembali masuk ke dalam ruangan kerja Malik sambil membawa makanan di tangannya.
"Kenapa lama sekali?" Tanya Malik. Ini sudah hampir empat puluh menit sejak Flower berpamitan ingin ke pantry.
"Agh, ya. Tadi aku bercerita dengan OB di pantry sambil menunggumu selesai bekerja." Jawab Flower seadanya.
__ADS_1
Malik mengangguk saja mengerti dengan apa yang istrinya itu katakan. Setelah mendapatkan respon dari Malik, Flower pun segera melangkah ke arah sofa dan duduk di sana.
Malik memperhatikan gerak-gerik istrinya itu dari jauh. Jika dilihat-lihat kembali dibalik sikap arogan dan sombong Flower, istrinya itu memang sangatlah cantik. Pantas saja jika Zaki langsung mudah jatuh hati padanya bahkan kini dengan terang-terangan mau mengejar dirinya.
"Malam ini aku ingin membawamu menginap di hotel." Ucap Malik setelah beberapa saat terdiam di tempatnya berdiri.
"Apa?" Ucap Flower merasa terkejut mendengar ajakan Malik. Menginap di hotel? Agh, yang benar saja suaminya itu mau mengajaknya menginap di hotel. Lagi pula untuk apa suaminya itu mau mengajaknya?
*
Sebagai seorang istrinya yang tidak mau ditinggalkan oleh suaminya tentu saja membuat Flower berpemikiran untuk melakukan hal yang terus mengikat suaminya seperti buku panduan yang sudah lama ia baca.
__ADS_1
"Ya, sepertinya gaun malam yang diberikan Mommy sangat diperlukan untukku malam ini." Ucap Flower pelan sambil memegang gaun malam yang baru saja ia ambil dari dalam lemari. Itu adalah gaun malam kedua yang Flower dapatkan dari Mommy Rania.
Selain berniat untuk menggoda suaminya, Flower juga masih ingin menyakinkan dirinya jika suaminya itu benar-benar pria normal pada umumnya. Dari banyak artikel yang ia baca, seharusnya sebagai seorang suami Malik sudah lama meminta haknya kepadanya jika pria itu benar-benar normal dan memiliki ketertarikan pada seorang wanita. Lagi pula sudah beberapa kali Flower mempertontonkan lekuk tubuhnya pada Malik tapi Malik masih seperti enggan untuk menyentuhnya.
Sebagai seorang wanita hamil pada umumnya tentu saja Flower juga sesekali menginginkan sentuhan dari suaminya. Walau belum mencintai Malik tapi Flower sudah sangat menginginkan suaminya itu.
"Mulai saat ini aku harus membuat Malik hanya terus mengingatku dan tidak pernah memikirkan wanita lain." Ucap Flower meyakinkan dirinya. Dua orang pelakor yang mengejar suaminya sudah cukup membuat semangat Flower semakin membara saat ini. Walau Malik sudah berkata tidak akan meninggalkan dirinya namun tetap saja Flower memiliki rasa kecemasan jika suaminya terpikat oleh wanita lain.
***
Sambil menunggu Flow dan Malik update kembali, silahkan mampir ke karya baru SHy judulnya Istri Figuran ya🤗
__ADS_1