
"Karena aku menginginkannya." Jawab Flower dengan nada manja.
Malik tentu saja terkejut melihat sikap istrinya. Terlebih kini tubuhnya dibuat meremang karena Flower kembali memutarkan tubuhnya yang hanya dibalut gaun tipis itu di depannya.
"Ini adalah gaun kedua pemberian dari Mommy. Aku baru memakainya kali ini." Ucap Flower memberitahu Malik sambil menggoyangkan tubuhnya ke kiri dan ke kanan. "Apa aku terlihat cantik jika berpenampilan seperti ini?" Tanya Flower kemudian sambil mendekatkan wajahnya ke wajah Malik.
"Sangat." Jawab Malik singkat dan berhasil membuat Flower tersipu mendengarnya. Flower pun semakin mendekatkan tubuhnya pada tubuh Malik lalu membelai dada bidang Malik yang tertutupi kemeja.
"Kau terlihat tetap tampan walau baru pulang bekerja." Ucap Flower lirih.
Malik mengatur nafasnya yang mulai tidak beraturan karena perlakuan istrinya itu. Malik pun mencoba menyalurkan keinginannya saat ini dengan mulai mencium puncak kepala istrinya karena Flower sudah semakin dekat dengannya. "Kenapa rambutmu harum sekali?" Tanya Malik sambil menyesap aroma sampo yang tercium sangat wangi di hidungnya saat ini.
"Tentu saja karena aku baru saja selesai mandi dan memakai sampo baru pemberian dari Mommy. Mommy bilang aroma sampo ini bisa membuat suami tergoda pada istrinya." Ucap Flower jujur sambil memeluk tubuh Malik.
__ADS_1
Malik terbatuk setelah mendengarnya. Ia pun menjauhkan tubuh Flower darinya dan menatap Flower dengan intens. "Jadi maksudmu kau berniat menggodaku saat ini?" Tanya Malik.
Flower pun mengangguk membenarkan perkataan suaminya. Melihat respon istrinya tentu saja membuat Malik merasa senang karena Flower sangat mengerti apa yang diinginkannya saat ini.
"Kau benar-benar nakal." Ucap Malik sambil memegang dagu Flower.
"Emh, tentu saja." Ucap Flower malu-malu sambil menundukkan wajahnya.
Malik pun mengangkat dagu Flower hingga membuat Flower mendongak. Tanpa aba-aba Malik langsung saja menempelkan bibir tebalnya di bibir mungil milik Flower. Mendapatkan sentuhan dari suaminya tentu saja membuat Flower merasa senang dan segera membalas ciuman Malik.
Walau masih terlalu kaku untuk berciuman karena baru beberapa kali melakukannya dengan Malik tapi Flower berusaha untuk memberikan ciuman terbaiknya pada Malik.
Malik pun dengan perlahan menuntun Flower menuju ranjang tanpa melepaskan pangutan di antara mereka. Kedua mata mereka pun terpejam setelah berada di tepi ranjang menikmati pertukaran saliva mereka saat ini.
__ADS_1
"Kau sangat manis." Ucap Malik sambil menempelkan keningnya dan kening Flower.
Flower tersenyum dengan bibir yang nampak basah karena ulah Malik. "Aku memang sudah manis sejak dulu. Kau saja yang baru menyadarinya." Jawab Flower.
Malik tersenyum mendengarnya. Ia pun kembali menyatukan bibir mereka setelah melihat nafas Flower mulai beraturan kembali. Tangan Malik pun terulur mengusap-usap perut Flower seolah menenangkan putrinya karena kini akan ada kunjungan untuknya.
Karena merasa tak sabar dengan pergerakan Malik yang terasa sangat lama membelai tubuhnya, Flower pun menggunakan sebelah tangannya untuk memegang sesuatu yang sudah nampak tegang di balik celana Malik. Kedua kelopak mata Malik pun sontak semakin terpejam erat mendapatkan sentuhan dari istrinya itu.
"Cacing Alaska. Aku sudah tidak sabar dikunjungi olehmu." Ucap Flower pelan setelah pangutan Malik kembali terlepas.
***
Sambil menunggu Flow dan Malik update kembali, silahkan mampir ke karya baru SHy judulnya Istri Figuran ya🤗
__ADS_1