
Bu Venna tertegun mendengar jawaban frontal dari putranya. Ia pikir setelah mengatakan hal seperti itu Malik akan berpihak kepadanya tapi justru sebaliknya. Walau pun merasa tersudutkan saat ini tapi Bu Venna berusaha untuk memasang wajah tenang dan tak bersalah.
"Ibu tidak seperti yang kau tuduhkan, Malik. Jika Ibu tidak menyukainya maka Ibu tidak mungkin mau membawanya datang ke rumah ini." Tekan Bu Venna.
Malik hanya bisa menghela nafas melihat ibunya yang begitu pandai bersilat lidah. "Malik sudah mengetahui kebenarannya, Ibu. Malik sudah mengetahui apa saja kelakuan buruk Ibu pada istri Malik selama dia tinggal di sini." Ucap Malik pada akhirnya.
"Apa? Kau jangan mengada-ngada, Malik. Dari mana kau mengetahuinya sedangkan kau tidak berada di rumah ini. Jika pun kau mengetahuinya itu pasti dari istrimu." Bu Venna masih saja berpikiran buruk pada menantunya itu.
Malik mengusap wajahnya kasar. "Sudah Malik katakan jika Flower tidak melakukan semua yang Ibu tuduhkan. Ibu, Malik tidak ingin menjadi anak yang durhaka pada Ibu. Tapi kali ini Malik meminta dengan sangat pada Ibu jika Ibu tidak menyukai istri Malik cukup berikan sikap buruk Ibu itu pada Malik dan segala cacian buruk Ibu pada Malik bukan kepada dirinya. Menjadi istri Malik bukanlah pilihannya. Dia adalah wanita yang sudah susah payah dibesarkan oleh kedua orang tuanya dengan kasih sayang yang melimpah. Jangan karena rasa tidak suka Ibu padanya membuatnya merasa tertekan hidup bersama Malik. Salahkan saja Malik jangan dirinya." Pinta Malik.
__ADS_1
Bu Venna terdiam mendengar perkataan putranya. Sedari kecil ia membesarkan dan hidup bersama Malik baru kali ini putranya itu terlalu banyak berbicara hanya karena membela seorang wanita yang berstatus sebagai istrinya.
"Dia sedang mengandung anak Malik dan cucu Ibu. Tolong hargai perjuangannya sebagai seorang Ibu yang tengah mengandung saat ini. Malik tidak ingin karena rasa tidak suka Ibu padanya membuatnya kepikiran dan berakibat buruk pada kandungannya." Lanjut Malik kemudian. Masih bersikap tenang dan berkata lembut.
Bu Venna masih terdiam tanpa berniat menyangkal perkataan Malik.
Bu Venna hendak menjawab tapi Malik sudah kembali berbicara.
"Ibu jangan berpikiran buruk tentangnya, bukan Suroh yang menyampaikannya pada Malik." Ucap Malik tak ingin ibunya menuduh pelayan yang sudah sangat baik pada keluarganya itu.
__ADS_1
Sedangkan Bu Venna tak percaya begitu saja. Ia sudah dapat menangkap jika Suroh-lah yang membocorkan rahasianya pada Malik. Jelas saja Suroh mendengar perkataan buruknya pada Flower karena ia berada di dekat Suroh saat mengatakannya.
Malik pun melangkah meninggalkan Ibunya dengan hati yang mulai tenang. Setidaknya saat ini ia sudah berkata jujur pada ibunya alasannya membawa Flower pergi dari rumah ibunya satu minggu yang lalu. Malik berharap setelah ini Bu Venna dapat belajar menerima istrinya dan tidak lagi bersikap buruk pada istrinya itu.
"Suroh... aku tahu pasti kau yang memberitahukan hal ini pada Malik. Jika bukan Flower yang menyampaikannya pasti orang itu adalah dirimu." Geram Bu Venna.
***
Sambil menunggu Flow dan Malik update kembali, silahkan mampir ke karya baru SHy judulnya Istri Figuran ya🤗
__ADS_1