One Night Love Tragedy

One Night Love Tragedy
Ajakan jalan-jalan


__ADS_3

Waktu jam makan siang sudah hampir tiba, Malik yang sedang fokus membaca berkas di tangannya menghentikan kegiatannya. Ditatapnya ke arah ranjang dimana Flower nampak masih tertidur sedangkan Baby sibuk bermain sendiri dengan boneka kelincinya/


Malik meletakkan berkas yang masih ia pegang di atas meja. Melangkah ke arah ranjang dan membangunkan Flower dengan mengusap lembut pipinya. Flower yang sedang tertidur merasa terganggu akibat ada pergerakan di wajahnya.


"Malik," ucapnya parau saat membuka mata dan melihat wajah suaminya berada tepat di depan wajahnya.


Malik tersenyum. Tangannya masih mengusap pipi istrinya walau istrinya itu sudah bangun. "Ayo bangun. Sudah saatnya makan siang." Ajaknya.


Flower tak langsung menjawab karena kini ia dibuat terpukau melihat keindahan di wajah suaminya.


"Ayo." Ajak Malik lagi.


Akhirnya Flower mengiyakannya. Dengan gerakan perlahan ia bangkit dari pembaringannya. Ditatapnya ke sebelah ranjang dimana Baby masih saja bermain dengan boneka kelincinya.


"Baby sayang, kita makan siang dulu, ya." Ajak Flower.


Seolah mengerti perkataan Flower, Baby mengangguk-anggukkan kepalanya.


"Kau sudah seperti orang yang mengerti saja." Ucap Flower merasa gemas dengan reaksi yang diperlihatkan putri kecilnya.


Malik yang merasa gemas dengan putrinya pun tersenyum. "Ayo anak Daddy." Malik mengulurkan tangan pada Baby.

__ADS_1


Baby yang mengerti jika Malik akan menggendongnya pun balik mengulurkan tangan pada Malik hingga akhirnya Malik mengangkat tubuhnya.


"Aku ingin mencuci wajah lebih dulu. Kau bisa menungguku sebentar kan?" Tanya Flower pada Malik.


Malik mengiyakannya. Sambil menunggu istri mencuci muka di dalam kamar mandi, Malik memilih mengajak putri kecilnya bercerita. Ayah dan anak itu terlihat sangat fokus bercerita hingga akhirnya tidak sadar jika Flower sudah keluar dari dalam kamar mandi.


"Aku sudah siap, ayo pergi." Ajak Flower.


Malik menatap pada wajah istrinya yang terlihat lebih segar setelah dicuci. "Ayo." Balasnya lalu bankit dari duduknya.


Mereka pun keluar dari dalam kamar dengan Malik berjalan di belakang tubuh Flower.


"Tidak. Dia hanya fokus bermain sendiri saja." Jawab Malik.


"Tidak rewel?"


"Tidak. Putriku adalah anak yang baik." Jawab Malik.


Flower tersenyum mendengarnya. Saat sudah berada di depan lift bersamaan dengan pintu lift yang terbuka. Seseorang penghuni kamar yang berada di lantai yang sama dengan mereka nampak keluar dari dalam lift. Flower dan Malik tersenyum kepadanya lalu masuk ke dalam lift.


Box besi persegi panjang itu pun membawa Flower dan Malik menuju lantai tempat restoran berada.

__ADS_1


"Yura." Sapa Flower setelah keluar dari dalam lift dan berpapasan dengan Yura yang baru saja keluar dari dalam lift yang berbeda.


"Hai." Yura membalas sapaan Flower. Mereka pun melangkah lebih dulu meninggalkan suami masing-masing yang sedang menggendong anak mereka.


"Siang ini Malik dan Kak Rey akan melakukan pertemuan, bagaimana sambil menunggu mereka bekerja kita berjalan-jalan saja?" Tawar Flower.


Yura terdiam untuk berpikir sejenak. Tawaran Floeer sepertinya cukup menarik untuk menghilangkan rasa bosannya berada di dalam kamar hotel.


"Baiklah, kita bisa pergi berjalan-jalan nanti." Jawab Yura.


"Menurutmu kita ingin kemana?" Tanya Flower.


"Ke mall saja. Sepertinya cukup menyenangkan jika mengunjungi salah satu mall yang ada di kota ini." Jawab Yura.


***


Sebelum lanjut, Jangan lupa berikan vote, like, point, dan komennya dulu, ya.


Sambil menunggu Malik dan Flower update, silahkan mampir di novel shy yang lagi on going juga berjudul Istri Figuran, ya🖤


Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ 🤗

__ADS_1


__ADS_2