One Night Love Tragedy

One Night Love Tragedy
Menolak pertanggungjawaban


__ADS_3

Flower melangkah sedikit lebar agar cepat sampai dimana Malik kini berada.


"Apa yang ingin kau bicarakan padaku?" Tanyanya tanpa basa-basi setelah berada di belakang tubuh Malik.


Malik merubah posisinya hingga kini berhadapan dengan Flower. "Saya ingin bertanggung jawab atas apa yang terjadi." Ucapnya.


"Hah?" Flower terbelalak lalu tertawa dengan sinis.


"Bukankah sudah aku katakan agar kau melupakan apa yang telah terjadi di antara kita? Anggap saja semuanya hanyalah mimpi yang tidak pernah kita lakukan secara nyata." Tekan Flower.


"Bagaimana jika saya tidak ingin?" Malik menatap dingin Flower.


"Tapi aku menginginkannya!" Flower sedikit meninggikan nada suaranya. Sungguh saat ini ia sudah tidak ingin mengenang malam kelam di antara mereka kemarin malam.


"Saya tidak bisa menjamin jika apa yang kita lakukan kemarin tidak membuahkan apa-apa." Ucap Malik. Ia masih berupaya menahan kekesalannya pada Flower yang bersikap tidak sopan padanya saat ini.

__ADS_1


"Aku akan menjaminnya. Kita hanya melakukannya satu kali. Itu tidak akan menimbulkan efek apa-apa pada tubuhku." Yakin Flower.


"Tapi saya sudah merusak anda." Ucap Malik dengan datar.


"Lupakan apa yang terjadi!" Tekan Flower tak ingin melanjutkan pembahasan di antara mereka saat ini. Walau tidak mengetahui bagaimana nasibnya ke depannya yang telah ternoda, namun Flower tetap tidak ingin mendapatkan pertanggungjawaban apa pun dari Malik.


"Kau tahu, aku sangat tidak menyukaimu dan saat ini aku tidak membutuhkan pertanggung jawaban apa pun dari pria seperti dirimu. Dan kau tenang saja, apa pun yang akan terjadi padaku aku tidak akan meminta pertanggung jawaban darimu." Ketus Flower.


Malik diam sambil menatap datar wajah Flower yang terlihat menahan kekesalan padanya. Entah mengapa wanita itu begitu sulit menerima pertanggung jawaban dari dirinya saat ini. Malik pun memilih tak melanjutkan perkataannya dan membiarkan Flower pergi begitu saja dari hadapannya.


*


Satu minggu berlalu, Malik dan Flower menjalani aktivitas mereka seperti biasanya tanpa ada kecanggungan di antara mereka. Sesuai apa yang Flower minta, Malik dan Flower sama-sama memilih melupakan apa yang telah terjadi di antara mereka.


"Kak Rey..." senyuman di wajah Flower terkembang saat melihat Rey datang ke perusahaan pagi itu. Akhirnya setelah satu minggu menunggu, pria yang masih dicintainya itu akhirnya kembali bekerja di perusahaan.

__ADS_1


Rey yang melihat senyuman Flower tertuju padanya pun memilih tetap memasang datarnya seakan senyuman Flower tak berarti apa-apa untuknya.


"Selamat datang Tuan Rey." Sapa Flower saat Rey telah berada di depan meja kerjanya.


Rey mengangguk membalas sapaan Flower. "Panggilkan Malik untuk datang ke ruangan saya." Ucap Rey.


Flower mengangguk mengiyakannya. Setelah menyampaikan pesan pada Flower, Rey pun berlalu dari hadapan Flower dan masuk ke dalam ruangan kerjanya.


"Ck. Sungguh menyebalkan. Bagaimana bisa dia tidak menanyakan kabarku justru memintaku hanya untuk memanggilkan pria datar itu masuk ke dalam ruangan kerjanya." Gerutu Flower merasa kecewa dengan sikap Rey.


***


Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, point, favorit dan komennya dulu, ya.


Sambil menunggu Yura dan Rey update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul Terjebak Cinta Tuan Marvel, ya🖤

__ADS_1


Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.


__ADS_2