
Setelah keluar dari dalam gedung tua, Malik pun segera menghubungi pihak kepolisian untuk membantu permasalahannya saat ini. Tak lupa Malik mengirimkan semua bukti yang ada di tangannya untuk memperkuat proses hukum mantan kekasihnya nantinya.
Di saat Malik sedang sibuk mengurus proses hukum untuk Emila, di kediaman mertuanya, Bu Venna terlihat tengah berusaha menenangkan Flower yang kembali menangis karena menginginkan suaminya.
"Kenapa Daddy tega memisahkan Flow dengan Malik. Flow ingin Malik, Ibu." Adu Flower pada mertuanya.
"Iya, Ibu tahu. Tapi saat ini biarkan saja Malik tinggal di rumah kalian sendiri karena dia pasti sedang sibuk mengurus wanita yang telah berbuat jahat kepadamu." Jawab Bu Venna sambil mengusap rambut Flower.
Flower terdiam mendengarkan perkataan Bu Venna. "Ma-maksud Ibu? Emila ingin dipidanakan?" Tanya Flower.
Bu Venna menganggukkan kepalanya sebagai jawaban. "Agar dia mendapatkan efek jera." Ucap Bu Venna.
Flower terdiam dengan perasaan tak menentu saat ini. Di satu sisi ia merasa tenang jika Emila mendapatkan ganjaran atas perbuatannya tapi di sisi lain ia merasa tidak tega jika di umur Emila yang masih muda ia sudah berurusan dengan pihak kepolisian.
__ADS_1
"Flower, maafkan Ibu ya karena selama ini sudah bersikap buruk padamu dan lebih membela wanita yang sebenarnya tidak pantas untuk dibela dan dipertahankan." Ucap Bu Venna merasa menyesal.
"Tidak masalah, Bu. Yang lalu biarlah berlalu. Yang penting saat ini kita fokus memperbaiki diri untuk kedepannya." Ucap Flower.
Bu Venna merasa haru mendengarkan jawaban dari menantunya. Selama ini ia sudah menutup mata hingga tidak dapat melihat banyaknya kebaikan dari Flower. Dan satu yang membuat Bu Venna begitu bangga pada Flower adalah, walau Flower adalah pewaris tunggal William Arnold tapi dia tidak pernah sombong dan menerima dengan lapang dada hidup bersama Malik di kediaman sederhana mereka. Flower pun tidak pernah bersikap sombong atas apa yang ia punya.
Setelah cukup lama berada di kediaman besannya, Bu Venna pun akhirnya berpamitan pada Dad William dan Mom Rania untuk kembali ke kediamannya.
*
"Malik keluarkan aku dari sini!" Pekik Emila dengan tangan yang masih diborgol.
Sayang, semua perkataan Emila hanya terbuang sia-sia begitu saja karena Malik tidak akan mendengarkannya karena pria itu sudah kembali ke kediamannya saat ini.
__ADS_1
Emila pun akhirnya hanya bisa menangisi ketakutannya saat ini. Dua orang pengawal yang sudah ditugaskan menjaga Emila di luar pintu kamar hanya diam mendengarkan suara tangisan Emila yang terdengar menyayat hati.
Di saat Emila sedang menangisi keadaannya saat ini, di dalam kamar Flower, Flower terlihat tengah tersenyum menatap wajah suaminya yang memenuhi layar ponselnya saat ini.
"Pokoknya aku tidak mau kau mematikan sambungan telefon sampai besok pagi." Ucap Flower sambil mengusap wajah Malik di layar ponselnya. Ya, saat ini ia dan Malik sedang melakukan video call dengan tujuan mengantarkan Flower untuk tidur malam ini.
"Iya, iya." Malik mencoba tersenyum walau hatinya merasa tidak tenang sampai Emila diproses hukum oleh pihak kepolisian.
***
Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, point, dan komennya dulu, ya.
Sambil menunggu Malik dan Flower update, silahkan mampir di novel shy yang lagi on going juga berjudul Istri Figuran, ya🖤
__ADS_1
Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ 🤗