
"Siapakah aku?" Tanya Malik kembali dengan kening mengkerut.
Flower menganggukkan kepalanya sebagai jawaban. "Sebenarnya siapakah dirimu sebenarnya. Kenapa sampai saat ini aku seperti tidak mengetahui pasti siapakah dirimu." Ucap Flower.
Malik semakin dibuat bingung mendengarkan pertanyaan istrinya. "Aku tidak mengerti maksud pertanyaanmu." Jawab Malik.
Flower menghela nafas panjang. Dapat ia lihat jika suaminya itu benar-benar tidak mengerti maksud pertanyaannya. Dari pada bertanya lebih jauh pada Malik dan belum tentu mendapatkan jawaban yang ia inginkan, Flower memilih menyudahi pertanyaannya dan hanya fokus pada acara yang sedang tayang di televisi.
Malik pun tak lagi mempertanyakan maksud pertanyaan istrinya karena menurutnya Flower sudah tidak membahasnya lagi.
Baru beberapa menit menikmati acara televisi, Flower sudah menguap tanda matanya sudah mulai mengantuk.
"Kau ingin tidur?" Tanya Malik.
Flower menganggukkan kepalanya. "Aku ingin tidur dipeluk olehmu." Pintanya.
__ADS_1
Malik tersenyum tipis mendengarnya lalu menggendong tubuh Flower ke arah ranjang. Flower pun merasa senang digendong oleh suaminya itu. Jika biasanya pasangan suami istri pada umunya akan malu-malu setelah apa yang mereka lakukan di atas ranjang untuk yang pertama kalinya, Flower justru sebaliknya. Ia tidak lagi merasakan rasa malu itu melainkan hanya rasa senany karena keinginannya selama ini dapat terwujud.
Dengan hati-hati Malik merebahkan tubuh Flower di atas ranjang lalu ikut berbaring di sebelahnya. Tanpa banyak kata Malik langsung membawa tubuh Flower ke dalam dekapannya.
"Tidurlah dengan nyenyak. Aku akan menjagamu di sini." Ucap Malik lembut sambil mengusap kepala Flower.
Flower tersenyum mendengarnya. Ia pun mengeratkan pelukannya di tubuh Malik walau terhalang perut buncitnya.
Malik pun tersenyum melihat sikap istrinya saat ini. Sungguh tidak ada yang lebih membahagiakan untuknya saat ini melainkan membahagiakan sosok istri yang sedang mengandung anaknya saat ini.
Walau sudah mengetahui jika Flower sudah tertidur, Malik tetap tak merubah perlakuannya dengan tetap mengusap punggung istrinya.
"Selamat malam. Semoga tidurmu nyenyak malam ini." Ucap Malik lalu mengecup kening istrinya.
*
__ADS_1
Keesokan harinya, Flower terbangun dengan perasaan bahagia di dalam hatinya. Dilihatnya ke arah samping dimana Malik masih tertidur sambil memeluk tubuhnya.
"Dia benar-benar menjagaku semalaman." Gumam Flower merasa senang. Entah perasaan apa yang sedang dirasakan Flower saat ini. Yang jelas saat ini ia begitu senang bisa mendapatkan sosok suami seperti malik yang sangat penyayang dan perhatian kepadanya.
Karena tak ingin menghilangkan posisi intim di antara mereka, Flower pun memilih tetap diam menunggu Malik bangun dari tidurnya. Lagi pula jam masih menunjukkan pukul lima pagi dan masih ada waktu untuk Malik mengistirahatkan tubuhnya.
Tak berselang lama setelah Flower bangun dari tidurnya, Malik pun turut terjaga. Saat kedua kelopak matanya baru saja terbuka, pandangannya langsung tertuju pada manik mata istrinya yang kini sedang menatapnya.
"Selamat pagi." Ucap Flower dengan tersenyum pada Malik.
Malik tertegun melihatnya. Melihat ekspresi wajah Malik yang tertegun membuat Flower semakin melebarkan senyumannya. "Jangan terkejut begitu. Kau membuatku jadi malu." Ucapnya.
Malik tersenyum mendengarnya. "Kenapa harus malu, hem?" Tanya Malik sambil mendekatkan wajahnya pada wajah Flower. Melihat pergerakan Malik membuat Flower pun sontak memejamkan kedua kelopak matanya.
***
__ADS_1
Sambil menunggu Flow dan Malik update kembali, silahkan mampir ke karya baru SHy judulnya Istri Figuran ya🤗