One Night Love Tragedy

One Night Love Tragedy
Kau akan meninggalkanku?


__ADS_3

"Apa dia memiliki dua kepribadian? Kadang baik dan kadang menyebalkan?" Tanya Flower pada dirinya sendiri.


"Sudahlah, dari pada memikirkannya lebih baik aku memakan es krim ini." Ucap Flower kemudian lalu membuka penutup es krim yang ada di depannya.


Tidak membutuhkan waktu lama bagi Flower menghabiskan kotak es krim di depannya karena ia sangat menginginkannya sejak kemarin. Setelah selesai menghabiskan es krimnya, Flower pun mengelap meja makan dan membuang bekas kotak es krimnya ke tong sampah.


*


Di perusahaan Bagaskara, Malik dan Rey terlihat tengah duduk berhadapan di dalam ruangan kerja Rey setelah selesai menghadiri rapat.


"Malik, karena mulai besok saya sudah mengambil cuti bekerja jadi untuk meninjau perkembangan proyek yang ada di desa A terpaksa saya serahkan kepadamu." Ucap Rey dengan rasa berat hati.


"Baik, Tuan. Satu minggu lagi saya akan turun langsung ke desa A untuk melihat perkembangan proyek di sana." Jawab Malik yang sudah mengerti arah pembicaraan Rey.


"Apa kau tidak masalah dengan pekerjaan ini?" Tanya Rey ragu karena ia tahu Malik pasti mengkhawatirkan Flower yang sedang mengandung di rumahnya dan akan ditinggal pergi olehnya.


"Tidak masalah, Tuan." Jawab Malik.

__ADS_1


"Lalu bagaimana dengan Flower? Kau yakin mau meninggalkannya?" Tanya Rey langsung pada intinya.


Malik mengangguk membenarkan. "Saya akan mengantarkan Flower ke rumah orang tuanya selama saya tidak ada di kota ini, Tuan." Jawab Malik.


Rey mengangguk saja sekaligus merasa lega karena Malik terlihat tidak berat hati menerima pekerjaannya saat ini.


"Baiklah kalau begitu. Mulai dari sekarang kau sudah bisa mempersiapkan apa saja yang harus dibawa ke desa A satu minggu lagi." Ucap Rey.


Malik mengangguk mengiyakannya. "Semoga persalinan Nona Yura berjalan dengan lancar, Tuan." Harap Malik.


"Terima kasih. Saya juga mengharapkan hal yang sama." Ucap Rey dengan wajah yang mulai tidak tenang mengingat istrinya yang akan melahirkan sebentar lagi.


"Semoga semuanya baik-baik saja." Ucap Malik penuh harap.


*


Berita jika Malik akan pergi ke desa A dan meninggalkannya di rumah akhirnya terdengar oleh telinga Flower. Tentu saja informasi itu membuat Flower merasa gundah karena harus ditinggal oleh suaminya selama satu minggu lamanya.

__ADS_1


"Jika kau pergi meninggalkanku jadi siapa yang akan mengelus perutku tiap malam?" Tanya Flower memasang wajah kesal menyembunyikan kesedihannya saat ini.


"Kita bisa melakukan video call." Jawab Malik datar.


"Ck. Apa kau lupa jika anakmu ini selalu rewel jika berjauhan darimu? Oh... apa maksudmu tadi membelikan stok es krim untukku karena kau ingin meninggalkanku untuk ke depannya?" Tebak Flower.


"Tidak seperti itu. Aku bisa membelikanmu kapan saja bila kau mau." Jawab Malik.


"Walau kau tidak ada di sini?" Sindir Flower.


Malik pun mengangguk membenarkannya.


Flower menghela nafas kasar dan menghembuskannya secara perlahan di udara.


"Beberapa hari lagi aku akan mengantarkanmu ke rumah Daddy dan Mommy." Ucap Malik setelah ia dan Flower cukup lama terdiam.


"Aku tidak mau. Jika kau ingin pergi maka pergilah. Tapi aku tidak mau kau menitipkanku di rumah Mom dan Daddy. Lebih baik aku tetap tinggal di sini saja." Ucap Flower.

__ADS_1


***


__ADS_2