
Tepat pukul dua siang, para tamu undangan yang hadir di kediaman William pun sudah pulang dan kini hanya meninggalkan William, Rania, Malik dan Flower di rumah itu.
"Flower, ayo ajak Malik istirahat ke dalam kamarmu." Ucap Mom Rania pada Flower yang tengah sibuk memainkan ponselnya di atas sofa.
Flower mengangkat kepalanya lalu menatap Mom Rania dan Malik secara bergantian. "Baiklah, Mommy." Ucap Flower menurut karena tak ingin berdebat dengan Mommynya.
"Ayo ikut aku." Ucap Flower pada Malik.
Malik mengangguk lalu berpamitan pada Mom Rania dan Dad William untuk naik ke kamar Flower.
"Kak... apa kau sudah yakin dengan keputusanmu?" tanya Rania sambil menatap Flower dan Malik yang sedang melangkah menaiki anak tangga satu persatu.
"Aku yakin dan kau harus mendukung keputusanku, Sayang." Ucap William lembut namun penuh penekanan.
Rania menghela nafas dan hanya bisa mengangguk mengiyakan perkataan suaminya. Untuk saat ini ia tidak dapat membantah perkataan suaminya karena apa yang akan dilakukan William adalah untuk kebaikan Flower nantinya.
__ADS_1
Ceklek
Flower yang sudah berada di depan pintu kamarnya pun membuka pintu kamar dan masuk ke dalamnya. Malik pun turut melangkah masuk mengikuti Flower.
"Ingat, walau pun saat ini kau adalah suamiku namun kau tidak berhak sepenuhnya atas diriku. Kau dilarang keras menyentuhku tanpa izin dariku." Ucap Flower sambil menatap Malik.
"Saya juga tidak bersedia untuk menyentuh anda kembali." Jawab Malik datar.
"Ck. Baguslah kalau begitu." Ucap Flower lalu melangkah meninggalkan Malik menuju kamar mandi.
Sambil menunggu Flower keluar dari dalam kamar mandi, Malik memilih membuka email yang masuk ke dalam ponselnya dan mengirimkan beberapa file penting kepada Rey.
Sedangkan Flower yang tengah berada di dalam kamar mandi terlihat tengah menggerutu karena kesulitan membuka kebaya yang melekat di tubuhnya. "Bagaimana ini, sepertinya aku tidak bisa membukanya sendiri. Apa aku harus meminta bantuan pada pria itu?" Ucap Flower sambil menatap pantulan tubuhnya di depan cermin.
Karena merasa tidak punya pilihan lain, akhirnya Flower pun memutuskan untuk keluar dari dalam kamar mandi dan meminta Malik untuk membantunya membuka baju kebayanya.
__ADS_1
*
Malam harinya, kini Malik dan Flower sudah berada di ruang makan menikmati makan malam bersama William dan Rania. Suasana di meja makan terlihat hening selama makan malam berlangsung. Hingga dua puluh menit berlalu, mereka telah selesai menghabiskan makanan masing-masing dan kini tengah beranjak menuju ruang keluarga untuk berbincang karena William berkata ada hal penting yang ingin ia sampaikan pada Malik dan Flower.
"Ada apa ini, Dad?" Tanya Flower menangkap ada yang tidak beres pada Daddynya saat ini.
"Flower, saat ini kau sudah menikah dan kini tanggung jawab Daddy padamu sudah berpindah tangan kepada Malik." Ucap William.
"Apa maksud Daddy?" Tanya Flower.
"Karena saat ini kau bukan lagi tanggung jawab Daddy, maka Daddy meminta padamu dan Malik untuk bisa hidup mandiri tanpa ada Daddy di sekitar kalian." Jawab William.
"Maksud Daddy? Daddy ingin Flo keluar dari rumah ini?" Tanya Flower yang sudah dapat menangkap maksud Daddynya.
***
__ADS_1