One Night Love Tragedy

One Night Love Tragedy
Permohonan Bu Asma


__ADS_3

"Siapa itu?" Gumam Flower menatap ke arah pintu rumahnya.


"Ayo buka pintunya, Flow." Ucap Mom Rania.


Flower mengangguk mengiyakannya lalu bangkit dari duduknya dan melangkah ke arah pintu lalu membukanya. Setelah pintu terbuka Flower dibuat bingung menatap sosok yang ada di depannya saat ini.


"Maaf, Ibu mencari siapa, ya?" Tanya Flower.


"Apa anda Nona Flower?" Tanya Wanita itu balik pada Flower.


Flower menganggukkan kepalanya. "Apa anda mengenal saya?" Tanya Flower merasa bingung karena baru pertama kalinya ia melihat sosok wanita di depannya saat ini.


Wanita itu menganggukkan kepalanya. Ia pun mengulurkan tangannya pada Flower dan dengan sedikit ragu diterima oleh Flower. "Saya Asma, ibu dari Emila." Ucap Bu Asam memperkenalkan diri.


"Apa?" Flower merasa sedikit terkejut mendenganrya. "Ibunya Emila?" Lanjut Flower kemudian.


Bu Asma menganggukkan kepalanya. "Bisakah kita berbicara sebentar saja?" Pinta Bu Asma penuh harap. Ia takut setelah Flower mengetahui siapa dirinya Flower akan mengusirnya dari rumahnya.

__ADS_1


"Boleh. Ayo silahkan masuk, Bu." Ajak Flower ramah. Bu Asma menghembuskan nafas lega karena apa yang ia takutkan tidak terjadi.


Bu Asma mengangguk mengiyakannya lalu mengikuti Flower masuk ke dalam rumah.


Mom Rania yang melihat kedatangan Bu Asma turut merasa bingung melihat sosok wanita yang tidak dikenalinya itu.


"Siapa, Flow?" Tanya Mom Rania seraya tersenyum pada Bu Asma.


"Ibunya Emila, Mom." Jawab Flower.


"Apa?" Tak berbeda dengan Flower, Mom Rania pun turut terkejut mendengar jika wanita yang ada di depannya saat ini adalah ibu dari wanita yang sudah mencelakai anaknya.


Rania menerima uluran tangan Bu Asma. "Saya Rania. Ibu dari Flower." Jawab Rania.


Bu Asma mengangguk seraya tersenyum.


"Ayo silahkan duduk dulu." Ajak Mom Rania.

__ADS_1


"Terima kasih." Jawab Bu Asma lalu duduk di sofa yang berhadapan dengan Flower dan Mom Rania.


"Jadi maksud kedatangan saya ke sini karena saya ingin meminta tolong pada Nyonya dan Nona Flower untuk mau memaafkan kesalahan anak saya." Ucap Bu Asma setelah terdiam beberapa saat.


"Saya dan Mommy sudah memaafkannya, Bu." Jawab Flower. Ia dapat melihat ketulusan di wajah Bu Asma saat ini setelah mengatakannya.


"Terima kasih banyak Nona." Kedua bola mata Bu Asma mulai berkaca-kaca. Ia merasa terharu karena Flower dan Mom Rania begitu mudah memaafkan putrinya padahal ia tahu jika apa yang diperbuat oleh Emila sudah sangat keterlaluan.


"Maaf jika saya bersikap lancang dan terlalu percaya diri untuk meminta hal lain selain maaf dari Nona Flower dan Nyonya Rania." Bu Asma merendahkan suaranya.


"Panggil Flower dan Rania saja." Sahut Mom Rania. "Apa yang anda inginkan, Asma?" Tanya Mom Rania.


Bu Asma menganggukkan kepalanya lalu berusaha melanjutkan perkataannya. "Saya menginginkan ketulusan hati anda dan Flower untuk mau membebaskan putri saya dari hukuman yang menjeratnya. Saya tahu jika saat ini permintaan saya sulit untuk dikabulkan tapi saya mohon untuk bantu saya. Sungguh, sebagai seorang ibu hati saya benar-benar hancur melihat putri saya mendekam di dalam penjara. Saat ini hanya Emila anak yang saya punya. Hari-hari yang saya lewati terasa gelap tanpa ada dirinya." Bu Asma pun akhirnya menangis menggambarkan bagaimana hancur dan sakitnya ia saat ini karena memikirkan keadaan putrinya itu.


***


Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, point, dan komennya dulu, ya.

__ADS_1


Sambil menunggu Malik dan Flower update, silahkan mampir di novel shy yang lagi on going juga berjudul Istri Figuran, ya🖤


Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ 🤗


__ADS_2