One Night Love Tragedy

One Night Love Tragedy
Bukan pengantin pada umumnya


__ADS_3

Hari yang tidak dinantikan Flower pun akhirnya tiba. Pagi itu Flower sudah nampak cantik dengan kebaya putih yang melekat indah di tubuhnya. Pun dengan wajahnya yang sudah dirias sedemikian rupa hingga menambahkan aura kecantikan di dalam dirinya.


Setelah selesai menghiasi wajah Flower dan membantu Flower memakai baju, petugas MUA pun berpamitan keluar dari dalam kamar Flower dan meninggalkan Flower seorang diri di dalam kamar.


"Apa Flower sudah siap?" Tanya Mom Rania saat bertemu dengan MUA di depan kamar Flower.


"Sudah, Nyonya." Jawabnya.


"Baiklah, kalau begitu saya masuk ke dalam dulu. Terima kasih telah membantu." Ucap Rania lembut.


Setelah mendapatkan anggukan kepala dari MUA, Rania pun membuka pintu kamar dan masuk ke dalam kamar Flower. Dilihatnya di dalam kamar Flower sudah nampak cantik dan kini tengah duduk di tepi ranjang.


"Flower, kau cantik sekali, Nak." Ucap Rania lembut pada putrinya.

__ADS_1


Bukannya merasa senang mendapatkan pujian dari Mom Rania, Flower justru memasang wajah masam.


"Flower..." Mom Rania pun memilih duduk di tepi ranjang. "Kenapa wajahmu seperti itu? Kau harus menampilkan senyuman terbaikmu untuk acara pernikahanmu hari ini." Tutur Mom Rania.


"Mommy tahu aku tidak menginginkan pernikahan ini. Jadi jangan paksa aku untuk bersikap sesuai apa yang Mommy inginkan." Ketus Flower.


"Flower!" Mom Rania meninggikan nada suaranya. "Tidak sepantasnya kau berkata seperti itu pada Mommy. Apa kau tidak sadar kesalahanmu itu sudah membuat Mommy sangat kecewa tapi Mommy berusaha tetap bersikap baik kepadamu? Dan sekarang, kau hanya diminta untuk menikah dengan ayah dari anakmu untuk membayar kesalahanmu tapi kau bersikap seperti ini pada Mommy." Mom Rania memasang wajah kecewa pada Flower.


"Mommy..." Flower pun merasa bersalah karena telah bersikap buruk pada Mommynya.


"Kenapa Mommy jadi marah kepadaku? Apa aku salah mengungkapkan apa yang aku rasakan." Gumam Flower.


*

__ADS_1


Lima belas menit menunggu di dalam kamar, akhirnya Rachel dan Alula pun masuk ke dalam kamar Flower memberitahu Flower jika Malik sudah datang dan kini semua orang tengah menunggu kedatangannya di lantai bawah.


Flower pun mengangguk saja lalu mengikuti langkah Rachel dan Alula yang bertugas untuk menuntunnya turun.


Belum sampai di lantai bawah, Flower sudah memasang wajah masam melihat dekorasi pernikahannya tidak sesuai dengan pernikahan yang ia impikan selama ini. Dekorasi pernikahannya sangatlah sederhana bahkan tidak ada resepsi untuk pernikahannya dan Malik.


Flower memilih mengabaikannya dan mencoba memasang wajah tersenyum saat pandangan Mom Rania dan Dad William tertuju kepadanya. Ia tidak ingin membuat Mommy dan Daddynya itu bertambah kecewa padanya.


Setelah tiba di lantai bawah, Rachel dan Alula menuntun Flower untuk duduk di sebelah pria yang nampak gagah dan tampan yang memakai pakaian bewarna senada dengannya.


Tidak ada raut wajah kekaguman yang Malik perlihatkan pada Flower yang sudah duduk di sebelahnya. Pria itu tetap terlihat memasang wajah datar tanpa ekspresi seolah keberadaan Flower di sebelahnya tidak ada arti apa-apa untuknya.


"Mama... pernikahan seperti apa yang akan dijalani Flower dan Kak Malik nantinya? Lihatlah mereka tidak ada romantisnya satu sama lain." Bisik Rachel di telinga Kyara.

__ADS_1


***


__ADS_2