
Flower menganggukkan kepalanya lalu melangkah mengikuti Malik setelah sempat tersenyum tipis pada Bu Venna.
"Sebenarnya apa yang membuat Malik tergesa-gesa membawa istrinya itu pergi dari sini? Apa benar wanita itu telah menghasut putraku untuk pergi? Dan... mungkin saja dia sudah menjelek-jelekkan aku di depan anakku." Gumam Bu Venna.
Suroh yang mendengarkan ucapan Bu Venna nampak berjalan mundur teratur mengurungkan niatnya yang ingin menghampiri Bu Venna. Ia lebih memilih pergi dari pada harus menjawab rentetan pertanyaan yang nantinya akan keluar dari mulut Bu Venna.
"Kenapa sampai saat ini Nyonya tidak sadar jika sikap Tuan Malik seperti itu disebabkan oleh Nyonya sendiri. Nyonya sudah bersikap buruk pada Nona Flow. Pantas saja Tuan Malik mengajak Nona Flower untuk kembali ke rumah mereka lebih awal." Gumam Suroh.
Malik dan Flower yang kini sudah berada di dalam mobil nampak terdiam setelah mengatur nafas mereka masing-masing. Flower menoleh pada Malik yang terlihat masih memasang wajah datar dan dinginnya.
"Malik, apa kau baik-baik saja?" Tanya Flower.
Malik pun menoleh. "Pertanyaan seperti apa itu? Harusnya aku yang bertanya apa kau baik-baik saja." Ucap Malik.
__ADS_1
Flower terdiam sambil menatap Malik intens.
"Sudahlah, ayo kita pergi." Ucap Malik lalu melajukan mobilnya meninggalkan perkarangan rumah ibunya.
Flower pun hanya diam saja menuruti ajakan suaminya itu. Saat ini hatinya cukup merasa lega dan tenang karena sudah terbebas dari rumah mertuanya yang terasa bagaikan neraka untuknya.
Dua puluh lima menit berlalu, kini Malik dan Flower sudah berada di restoran mewah yang beberapa bulan lalu pernah mereka kunjungi. Dan untuk yang kedua kalinya Flower dibuat bingung melihat reaksi para pelayan di sana yang terlihat begitu sopan pada Malik yang baru saja masuk ke dalam restoran.
Kenapa dia terlihat diperlakukan sangat istimewa di sini. Ucap Flower dalam hati sambil mengikuti Malik menuju sebuah kursi yang sudah dipersiapkan oleh pelayan.
Malik pun turut memilih diam sambil memikirkan sikap ibunya pada istrinya. Ingin sekali tadi Malik mengatakan maksudnya membawa Flower pergi dari rumah ibunya. Namun Malik hanya memilih diam karena tidak ingin perkataannya nanti menyakiti ibunya. Bagaimana pun juga Malik tidak bisa melupakan jika ibunya adalah wanita yang telah melahirkannya terlepas dari apa yang telah ibunya perbuat pada istrinya.
"Mulai besok aku akan meminta seorang pelayan untuk menemanimu di rumah." Ucap Malik setelah mereka selesai menikmati makanan masing-masing.
__ADS_1
"Maksudmu? Kau ingin ada seorang pelayan yang membantu di rumah?" Koreksi Flower.
"Menemani dan membantumu." Ucap Malik.
"Untuk apa kau repot-repot memberikan seorang pelayan untukku? Aku bisa mengerjakan semuanya sendiri." Ucap Flower.
"Tidak ada bantahan. Saat ini kau harus banyak istirahat dan jangan terlalu banyak kegiatan agar kondisi kesehatanmu lekas membaik kembali." Tekan Malik.
"Tapi..." Flower hendak menjawab tapi tatapan Malik mengurungkan niatnya.
"Aku hanya ingin yang terbaik untukmu dan Baby. Jangan membuatku semakin merasa bersalah karena telah mengabaikanmu beberapa hari ini." Ucap Malik.
***
__ADS_1
Sambil menunggu Flow dan Malik update kembali, silahkan mampir ke karya baru SHy judulnya Istri Figuran ya🤗