One Night Love Tragedy

One Night Love Tragedy
Kau kah itu?


__ADS_3

"Iih... menyebalkan sekali!" Liza menggerutu. Sungguh mood paginya dibuat buruk oleh kedatangan Flower. Padahal pagi ini Liza sudah membawakan cemilan yang ia masak pagi-pagi untuk diberikan pada Malik, namun jika ada Flower seperti ini mana mungkin Liza mau memberikannya pada Malik.


"Flower, kenapa kau tertawa seperti itu?" Tanya Malik merasa bingung melihat istrinya yang tiba-tiba saja tertawa setelah masuk ke dalam ruangan kerjanya.


"Tidak ada. Hanya ada hal lucu yang sedang ku ingat saja." Jawab Flower.


Malik masih dibuat bingung namun ia merasa enggan untuk bertanya kembali pada istrinya itu. "Sekarang duduklah. Aku ingin membaca laporan ini dulu." Ucap Malik.


Flower mengiyakannya lalu melangkah ke arah sofa. Sedangkan Malik melangkah ke arah kursi kerjanya. Setelah duduk di atas sofa Flower kembali memikirkan sebenarnya berapa gaji seorang Malik diberikan oleh Rey. Sampai saat ini Flower tidak pernah mengetahui gaji suaminya itu bahkan enggan untuk mempertanyakannya.


Sudahlah tidak perlu memikirkannya. Lagi pula selagi Malik masih mampu memenuhi segala kebutuhanku itu sudah cukup untukku. Ucap Flower dalam hati.


Satu jam berlalu, Malik yang sedang fokus mengerjakan pekerjaannya dan Flower yang sedang fokus menghabiskan cemilan di depannya dikejutkan dengan kedatangan Rey yang masuk ke dalam ruangan kerja Malik.


"Kak Rey..." sapa Flower pada Rey.


"Hai, Flo." Balas Rey tersenyum tipis.

__ADS_1


Flower mengangguk lalu menatap pergerakan Rey yang kini melangkah mendekati meja kerja Malik.


"Pertemuan pagi ini dipercepat. Tuan Zaki sudah berada di dalam ruangan rapat." Ucap Rey pada Malik.


Malik sedikit terkejut mendengarnya. Namun setelah mendengarkan penjelasan Rey jika setelah pertemuan Zaki akan berangkat ke Surabaya secara mendadak membuat Malik akhirnya mengangguk paham.


Setelah Rey keluar dari dalam ruangan kerjanya Malik pun melangkah mendekati Flower. "Aku pergi ke ruang rapat dulu. Kau bisa tidur di dalam kamar sambil menungguku." Ucap Malik lembut.


Flower mengangguk saja walau ia memilih tidak tidur sambil menunggu Malik selesai rapat.


"Aku akan segera kembali. Kau bisa menghubungi OB jika membutuhkan sesuatu." Ucap Malik.


"Terima kasih." Ucap Malik lalu mengusap pundak Flower.


Flower tersipu mendapatkan perlakuan manis dari Malik. Walau pun berwajah datar namun Malik bisa bersikap manis padanya dan mengerti apa yang ia inginkan.


"Aku pergi dulu." Pamit Malik dan diangguki Flower sebagai jawaban.

__ADS_1


Setelah kepergian Malik, Flower berdiam diri beberapa saat di dalam ruangan memikirkan apa yang ingin ia lakukan saat ini.


"Lebih baik aku keluar saja. Aku bisa berjalan-jalan sambil menunggu Malik selesai rapat." Putus Flower.


Tak ingin membuang waktu lama, Flower pun segera keluar dari dalam ruangan kerja Malik. Dan entah pemikiran dari mana, Flower tiba-tiba menginginkan pergi ke ruangan rapat dimana kini Malik berada.


"Baby, sepertinya kau sangat ingin dekat dengan Daddy. Baiklah, Mommy sudah mengabulkannya bukan? Kini berdiri di sini saja, ya. Takut nanti ada yang mengetahui keberadaan kita di sini." Ucap Flower pada janinnya sambil mengusap perutnya.


Setelah hampir sepuluh menit hanya berdiri tegak di posisinya, Flower pun merasa bosan.


"Emh, sebaiknya aku pergi saja. Lagi pula untuk apa aku berlama-lama di sini." Ucap Flower.


Flower pun membalikkan tubuhnya hendak meninggalkan area ruangan rapat. Namun tiba-tiba saja suara seseorang menghentikan langkah Flower.


"Flower, kau kah itu?"


***

__ADS_1


Sambil menunggu Flow dan Malik update kembali, silahkan mampir ke karya baru SHy judulnya Istri Figuran ya🤗


__ADS_2