
Saat sudah berada di dalam mall, entah mengapa Flower merasakan sejak tadi ada yang mengikuti dirinya namun saat ia menoleh ia tidak melihat siapapun yang mencurigakan di sekitarnya.
"Mungkin hanya firasatku saja." Ucap Flower pelan.
"Apa kau berbicara sesuatu, Flow?" Tanya Andini yang samar-sama mendengarkan ucapan Flower.
Flower menggelengkan kepalanya. "Aku tidak berkata apa-apa." Ucapnya.
Andini memilih mengangguk saja. Mereka pun terus berjalan menyusuri mall melihat-lihat toko mana yang ingin mereka masuki.
"Apa kau tidak berniat untuk membeli baju, Flow?" Tanya Andini.
Flower menggelengkan kepalanya. "Aku baru saja membeli baju bersama Mommy satu minggu yang lalu." Jawab Flower.
Andini mengangguk paham. "Bagaimana kalau kau menemaniku mencari baju kerja untukku? Sepertinya aku membutuhkan beberapa helai baju kerja baru karena baju kerjaku sudah banyak yang kusam." Ajak Andini.
Flower mengiyakannya lalu meminta Andini membawanya ke toko baju yang diinginkan Andini.
__ADS_1
Di belakang Flower dan Andini, Zaki terus mengikuti langkah mereka dengan menjaga jarak dan menggunakan kaca mata hitam agar wajahnya tak mudah dikenali oleh Flower dan Andini.
Sesampainya di toko baju, Flower pun membantu Andini untuk memilih beberapa kemeja beserta rok dan celana yang cocok untuk Andini. Cukup lama mereka menghabiskan waktu di dalam toko karena Andini tidak begitu mudah memilih baju yang cocok dengan tubuhnya yang sedikit kecil.
"Flow, sebaiknya kau duduk saja. Aku masih ingin memilih baju kemeja lagi." Ucap Andini pada Flower.
Karena tubuhnya sudah mulai lelah karena sejak tadi hanya berdiri membantu Andini, Flower pun mengiyakan perkataan Andini dan melangkah ke arah kursi tunggu yang berada tidak jauh dari Andini berada.
Lima belas menit berlalu, Andini masih sibuk dengan kegiatannya memilih baju sedangkan Flower sibuk memainkan sosial medianya. Saat sedang fokus melihat postingan teman-temannya saat sekolah dulu, Flower seketika menghentikan kegiatannya saat mendengar suara seorang wanita yang tidak asing di pendengarannya.
"Kenapa aku bertemu dengannya lagi. Membuat moodku menjadi rusak saja." Ucap Flower dalam hati. Flower pun mencoba mengabaikan kedatangan wanita itu, tapi sesaat kemudian suara wanita itu semakin terdengar jelas di telinganya karena wanita itu kini berada dekat dengan dirinya.
Flower pun tak kuasa untuk tetap menunduk karena ia sadar jika ada seseorang yang kini tengah menatapnya.
"Dia." Suara wanita yang bernama Emila itu terdengar lirih.
"Ada apa, Mila?" Tanya seorang wanita paruh baya yang berdiri di samping Emila.
__ADS_1
"Emh, tidak ada, Tante." Jawab Emila tanpa mengalihkan tatapan matanya dari Flower.
Flower pun membalas tatapan mata Emila dengan datar.
"Apa kau mengenal wanita itu?" Tanya wanita itu pada Emila karena sejak tadi Emila menatap Flower dengan intens.
"Tidak, Tante." Jawab Emila setelah mengalihkan pandangannya dari Flower.
Flower pun turut melakukan hal yang sama dengan menatap ke arah Andini berada. Karena merasa risih berada di dekat Emila, Flower pun memilih beranjak menghampiri Andini yang sedang memilih baju.
"Sepertinya kau mengenalinya, Emila." Ucap wanita paruh baya itu pada Emila.
"Mila tidak mengenalnya, Tante. Hanya saja Mila pernah bertemu dengannya satu minggu yang lalu." Jawab Emila lalu menceritakan kejadian yang terjadi antara dirinya dan Flower.
***
Sambil menunggu Flow dan Malik update kembali, silahkan mampir ke karya baru SHy judulnya Istri Figuran ya🤗
__ADS_1