
Flower pun hanya bisa mengangguk mengiyakan perkataan Mom Rania. Mommynya benar jika tidak ada yang bisa mereka lakukan saat ini selain menerima proses hukum yang sedang dijalani oleh Emila karena perbuatan buruknya.
Di tempat yang berbeda, Malik yang sudah menyelesaikan tugasnya pun segera mengendarai mobilnya menuju kediaman mertuanya untuk melihat istrinya. Malik yakin jika saat ini istrinya sudah sangat merindukannya dan menginginkan agar ia segera datang ke rumahnya.
Satu jam berlalu, Flower yang sedang termenung berdiri di balkon kamarnya dikejutkan dengan sebuah tangan yang tiba-tiba melingkar di perutnya.
"Malik?" Ucap Flower merasa terkejut melihat sosok suaminya yang kini berdiri tepat di belakang tubuhnya.
"Apa kau merindukanku?" Tanya Malik seraya mengusap-usap perut istrinya.
Flower membalikkan tubuhnya lalu mendekap tubuh Malik. "Sangat." Jawabnya pelan.
Malik tersenyum mendengarnya. "Aku juga sangat merindukanmu." Jawab Malik.
Flower pun diam dan menghirup dalam-dalam aroma yang sudah sangat dirindukannya sejak kemarin. "Bawa aku pergi dari sini. Aku tidak mau jauh darimu." Pinta Flower.
Malik menghela nafas panjang. "Untuk saat ini aku tidak bisa membawamu. Kita harus menghargai keputusan Daddy. Lagi pula masih ada urusan yang harus aku kerjakan dan aku tidak mau meninggalkanmu terlalu lama di rumah sendiri." Jawab Malik.
__ADS_1
Flower mengerucutkan bibirnya. "Kau memang tidak berniat membawaku dari sini. Kau pasti senang karena tidak ada aku di sisimu!" Tuduh Flower.
Malik tersenyum melihat wajah istrinya yang sedang cemberut saat ini. "Jangan berpikiran yang tidak-tidak. Aku bahkan tidak ingin berjauhan darimu barang sedetik saja. Tapi aku sadar aku tidak bisa melakukannya karena ada pekerjaan yang harus aku kerjakan." Tutur Malik lembut.
Flower menjatuhkan wajahnya di dada bidang suaminya. Ia mengerti maksud perkataan Malik dan akhirnya mengangguk mengiyakan perkataan Malik.
"Ingat, jangan terlalu banyak pikiran. Kau harus menjaga kesehatanmu dan Baby." Pesan Malik.
Flower mengangguk mengiyakannya. "Kenapa kau datang di jam segini? Apa kau tidak bekerja?" Tanya Flower.
Malik menggeleng. "Tuan Rey memberikan disepensasi padaku untuk libur sampai masalah kita selesai." Jawab Malik.
Beberapa jam berada di kediaman Arnold Malik habiskan dengan menemani istrinya itu makan dan bercerita. Mom Rania yang melihat kedekatan anak dan menantunya merasa terharu hingga kedua matanya berkaca-kaca karena kini putrinya mendapatkan sosok pria yang sangat mencintainya dan juga mencintainya dengan tulus.
*
Satu minggu telah berlalu, Flower nampak semakin uring-uringan karena tidak tinggal di tempat yang sama dengan Malik. Walau setiap malamnya mereka selalu melakukan panggilan video, namun tetap saja tak membuat rasa rindu di dalam diri Flower menyurut pada Malik.
__ADS_1
"Flower, ada apa?" Tanya Mom Rania melihat wajah Flower yang masam saat duduk di meja makan.
"Flower ingin Malik, Mommy. Kenapa sampai saat ini Daddy tidak membiarkan Malik tinggal bersama lagi dengan Flower." Ucap Flower.
Mom Rania menghela nafasnya. Merasa bingung harus bagaimana saat ini. Tak berselang lama Dad William pun nampak bergabung di meja makan.
Flower pun langsung menangis melihat kedatangan Daddynya itu.
"Flower, ada apa ini?" Tanya Dad William bingung.
"Kembalikan kebersamaan Flower dengan Malik, Daddy! Kembalikan!" Ucap Flower keras.
***
Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, point, dan komennya dulu, ya.
Sambil menunggu Malik dan Flower update, silahkan mampir di novel shy yang lagi on going juga berjudul Istri Figuran, ya🖤
__ADS_1
Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ 🤗