
Malik yang mendengar dan melihat dari kaca spion dalam mobil apa yang tengah istrinya lakukan pun akhirnya ikut bersuara. "Sayang sabarlah dulu kita akan sampai di rumah sakit sebentar lagi!" Titah Malik cukup keras.
"Flower jangan melahirkan di sini!" Mom Rania ikut bersuara melarang putrinya melahirkan di dalam mobil.
"Aaa..." Flower menulikan telinganya dan kembali mengejan untuk mengeluarkan bayinya.
"Ke-kepala...." pandangan Dad William pun seketika buram dan sesaat kemudian Dad William pun tidak sadarkan diri.
Mom Rania yang melihat suaminya pingsan pun dibuat kesal. "William kau ini benar-benar!" Pekiknya berbarengan dengan Flower yang terdengar kembali mengejan.
Tak ingin ikut panik seperti kedua mertuanya yang duduk di belakang mobil, Malik pun menambah kecepatan mobilnya agar cepat sampai di rumah sakit.
Dua menit berlalu akhirnya mobil milik Malik pun telah tiba tepat di depan pintu masuk rumah sakit. Para perawat dan dokter yang sudah menunggu kedatangan mereka pun segera membantu mengeluarkan Flower yang sudah mau melahirkan dari dalam mobil.
"Cepat bawa ke ruangan persalinan. Bayinya sudah mau keluar!" Titah Dokter cepat.
Perawat mengangguk bersamaan lalu bergegas membawa Flower ke ruangan persalinan yang sudah disediakan.
__ADS_1
Mom Rania dan Malik pun ikut menyusul dokter dan perawat menuju ruangan persalinan tanpa memperdulikan Dad William yang tengah pingsan di dalam mobil.
*
Oek
Oek
Oek
"Syukurlah cucuku tidak jadi lahir di dalam mobil." Ucap Mom Rania sambil mengelus dada. Tidak dapat ia bayangkan bagaimana jadinya jika Flower melahirkan di dalam mobil. Bagaimana nasib putrinya terlebih cucunya.
Malik yang melihat anak keduanya sudah lahir pun segera memberikan kecupan di kening Flower dan mengucapkan terima kasih karena Flower sudah melahirkan anak kedua mereka dengan sehat dan selamat.
"Malik... kenapa Boy cepat sekali lahir tidak seperti Baby dulu?" Tanya Flower dengan nafas terengah-engah.
"Apa mungkin itu karena kau sudah membuka jalan lahir sangat lebar untuk Boy hingga dia mudah lahir ke dunia?" Lanjut Flower kemudian tanpa rasa malu.
__ADS_1
Dokter yang mendengarkannya pun tersenyum sendiri mendengar perkataan Flower. Sedangkan Malik, jangan ditanyakan bagaimana perasaan pria itu saat ini. Tentu saja ia sangat malu mendengar istrinya membongkar aib mereka di depan dokter.
Mom Rania yang mendengarkan perkataan putrinya pun ikut dibuat malu. Namun walau pun begitu Mom Rania masih bisa menahan rasa malunya dan mementingkan menghampiri putrinya. "Selamat atas kelahiran anak keduamu, Sayang." Ucap Mom Rania setelah memberikan ciuman di kening Flower.
Flower tersenyum mendengarnya. "Mommy, kenapa Daddy tidak ada di sini? Apa Daddy menunggu Flow di luar?" Tanya Flower saat menyadari tidak ada Dad William di sekitar mereka.
Mom Rania pun mulai tersadar atas apa yang terjadi.
"Malik, dimana Daddy?" Tanya Mom Rania.
Malik memasang wajah datarnya menatap pada mertuanya.
"Emh, Flower. Sepertinya Daddymu tertinggal di dalam mobil." Ucap Mom Rania sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
Sedangkan Dad William yang baru tersadar dari pingsannya dibuat bingung kenapa ia berada sendiri di dalam mobil saat ini.
***
__ADS_1