One Night Love Tragedy

One Night Love Tragedy
Pembicaraan siang itu


__ADS_3

"Seperti yang kau lihat. Aku baik-baik saja." Jawab Yura tersenyum.


Flower ikut tersenyum walau sedikit kaku. Setelah berbasa-basi dengan Flower sejenak, Yura pun berpamitan masuk ke dalam ruangan kerja Rey.


"Yura... dia memang wanita yang baik. Pantas saja Kak Rey begitu mencintainya." Ucap Flower sambil tersenyum kecut setelah Yura masuk ke dalam ruangan kerja Rey.


Tak ingin suasana hatinya memburuk setelah melihat keberadaan Yura, Flower pun memutuskan untuk pergi meninggalkan meja kerjanya untuk mencari makan siang di luar perusahaan.


"Sepertinya cukup menyenangkan jika aku pergi makan siang bersama teman-teman yang lainnya." Ucap Flower saat melihat gerombolan rekan kerjanya tengah berjalan meninggalkan perusahaan.


Flower pun berinisiatif mengejar langkah mereka dan mengajak salah satu di antara mereka untuk berbicara.


"Flower, apa kau ingin ikut makan siang dengan kami?" Tawar Andin rekan kerjanya yang berasal dari divisi Humas.


"Apakah boleh aku ikut bersama kalian?" Tanya Flower ragu.

__ADS_1


"Tentu saja. Ayo ikut kami." Ajaknya yang diangguki rekan kerja sesama divisinya yang lainnya.


"Baiklah." Balas Flower merasa senang lalu mengikuti mereka keluar dari dalam perusahaan.


"Oh ya, bagaimana kalau kalian naik mobilku saja?" Tawar Flower saat mereka sudah berada di parkiran mobil. Bukannya tak ingin naik ke mobil Andini, namun kapasitas mobil Andini tidak akan mencukupi jika ia masuk ke dalam mobil.


"Baiklah, kita naik mobil Flower saja. Mobilnya cukup besar dan kita bisa satu mobil bersama." Jawab Andini.


Flower pun tersenyum mendengarnya. Setelahnya ia pun masuk ke dalam mobilnya diikuti rekan kerjanya yang lainnya.


"Kita duduk di sana saja, ya." Ajak Andini menunjuk meja bulat yang masih kosong dan berada di sudut ruangan.


Flower mengangguk saja dan mengikuti langkah rekan kerjanya menuju meja yang mereka tunjuk.


Rasanya sangat menyenangkan jika aku memiliki teman seperti mereka. Ucap Flower dalam hati saat mereka tengah terlibat percakapan ringan tentang pekerjaan mereka di perusahaan.

__ADS_1


"Oh ya, Flower, kenapa kau memilih bekerja di perusahaan Tuan Rey sedangkan kau bisa saja bekerja di perusahaan Daddymu yang tak kalah besar dari perusahaan tempat kita bekerja saat ini?" Tanya Andini pada Flower.


Flower terdiam beberapa saat. Ia mencoba mencari jawaban yang pas untuk menjawab pertanyaan Andini. Tidak mungkin ia menjawab alasannya ingin bekerja di perusahaan Bagaskara karena ia ingin berdekatan dengan Rey. Pastilah rekan kerjanya ia berpemikiran yang tidak-tidak bahkan mungkin mengejeknya karena kini Rey sudah menikah dengan Yura dan cintanya hanya bertepuk sebelah tangan.


"Aku hanya ingin belajar bekerja dengan menggunakan kemampuanku sendiri tanpa ada campur tangan Daddyku di dalamnya. Selain itu aku juga ingin mencari pengalaman bekerja di perusahaan Kak Rey sebelum nantinya aku bekerja di perusahaan milik Daddyku." Jawab Flower pada akhirnya.


"Oh seperti itu... aku pikir sejak awal kau bekerja di perusahaan ini kau akan dijodohkan dengan Tuan Rey. Maka dari itu kau bekerja di perusahaan Tuan Rey agar bisa dekat dengan Tuan Rey." Timpal rekan kerja Andini yang lainnya.


Sial. Kenapa mereka malah mengingatkanku dengan rencana awal aku bekerja di perusahaan Kak Rey. Gerutu Flower dalam hati merasa kesal dan tersindir.


***


Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, point, favorit dan komennya dulu, ya.


Sambil menunggu Yura dan Rey update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul Terjebak Cinta Tuan Marvel, ya🖤

__ADS_1


Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.


__ADS_2