
"Apa? Kau akan pergi membawa Baby dan Flower?" Dad William yang bertanya. Tentu saja dengan memasang wajah tak percaya.
Malik menganggukkan kepalanya lalu menjelaskan jika bukan hanya dirinya yang membawa keluarga tapi Rey juga. Tentu saja mendengar penjelasan Malik membuat Flower sangat senang karena akan diajak bersama dengan Yura juga. Sedangkan Dad William nampak tidak senang karena akan ditinggal pergi oleh anak dan cucunya.
"Apa kalian pikir perjalanan bisnis kalian nanti adalah acara keluarga hingga membawa anak dan istri?" Cibir Dad William.
"Daddy!" Flower memasang wajah tidak suka karena Dad William mencibir suaminya.
Malik menghela nafas panjang. "Sambil menyelam minum air, Dad. Sambil bekerja kami juga bisa membawa anak dan istri berjalan-jalan. Untuk keamanan di sana Daddy tenang saja karena Tuan Rey akan membawa cukup banyak pengawal untuk menjaga Flower, Nona Yura beserta anak-anak kami." Jelas Malik.
Dad William memijit pangkal hidungnya yang tiba-tiba saja sakit. Melihat itu membuat Mom Rania mendekat pada suaminya dan berbisik di telinga Dad William jika apa yang Rey putuskan saat ini adalah untuk menyelesaikan permasalahan Flower yang tidak ingin Malik pergi sedangkan pekerjaan mereka di Riau sangatlah penting dan mengharuskan Malik untuk ikut.
Dad William yang mendengarkannya pun mengangguk saja karena ia sudah menduga semua ini ada hubungannya dengan putrinya. "Sudahlah, terserah kalian saja. Yang terpenting Daddy akan tetap meminta pengawal Daddy untuk menjaga Flower dan Baby. Daddy tidak ingin ambil resiko kembali jika terjadi apa-apa dengan Flower dan Baby." Ucap Dad William dengan tegas seakan tidak boleh ada yang membantah perkataannya.
Malik mengangguk mengiyakannya. Ia pun tidak berniat membantah karena tahu seposesif apa Dad William pada anak dan cucunya itu. Akhirnya malam itu Flower pun bisa tidur dengan nyenyak karena ketakutannya tidak terjadi dan nilai plusnya ia akan diajak pergi bekerja dengan suaminya itu.
__ADS_1
"Malik kau ingin kemana?" Tanya Flower saat Malik hendak pergi meninggalkan kamar mereka.
Malik menghentikan langkahnya. Membalikkan tubuh ke arah belakang dimana Flower kini tengah menatapnya. "Ke kamar Baby. Bukankah kau ingin aku tidur bersama Baby saja?" Tanya Malik bingung.
"Emh, tidak. Malam ini kau boleh tidur di kamar ini karena aku ingin bermain denganmu." Ucap Flower dengan wajah yang nampak malu-malu.
"Bermain? Bermain apa? Hari sudah malam sebaiknya kau tidur bukan bermain." Jawab Malik yang tidak mengerti kemana arah pembicaraan istrinya itu.
Flower mendecakkan lidahnya. Ia pun melambaikan tangan meminta Malik mendekat kepadanya. Malik pun menurutinya namun dengan langkah pelan karena takut Flower mencium aroma tubuhnya akan membuat istrinya itu muntah-muntah lagi.
"Apa kau tidak mencium aroma tubuhku?" Tanya Malik.
"Tidak. Kau tercium harum malam ini. Jika kau tidak harum tidak mungkin aku mau bermain denganmu." Jawab Flower.
"Bermain apa yang kau maksud?" Tanya Malik yang masih saja tidak mengerti maksud kata bermain dari istrinya itu.
__ADS_1
"Mendekatlah maka kau akan tahu bermain seperti apa yang aku maksud." Jawab Flower memasang wajah mesumnya.
Glek
Malik menelan salivanya susah payah saat melihat wajah tak bersahabat istrinya.
"Malik.... ayo mendekatlah..." Flower pun mengedipkan sebelah matanya pada Malik berniat menggoda Malik tapi justru disalahartikan oleh Malik.
***
Wah... bermain apa ya kira-kira?
Sebelum lanjut, Jangan lupa berikan vote, like, point, dan komennya dulu, ya.
Sambil menunggu Malik dan Flower update, silahkan mampir di novel shy yang lagi on going juga berjudul Istri Figuran, ya🖤
__ADS_1
Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ 🤗