One Night Love Tragedy

One Night Love Tragedy
Tidak senang bertemu


__ADS_3

"Baiklah kalau begitu." Ucap Flower kemudian karena sudah tak ingin berdebat dengan suaminya itu.


Akhirnya Flower dan Malik pun kembali melanjutkan perjalanan mereka untuk pulang ke rumah mereka dan tak lupa membawa beberapa macam makanan dari restoran.


Flower yang berkali-kali dibuat heran melihat perlakuan pelayan pada Malik hanya bisa menahan diri untuk tidak bertanya dan bersikap seolah-olah tidak merasa penasaran dengan apa yang ia lihat.


Beberapa menit telah berlalu, kini Flower dan Malik telah tiba di kediaman mereka. Flower mengembangkan senyumannya melihat rumahnya dari luar. Akhirnya ia kembali ke rumahnya dan Malik yang bisa membuatnya hidup lebih tenang dari pada ia harus berada di rumah mertuanya.


Malik pun membukakan pintu rumah mereka dan meminta Flower untuk masuk ke dalam. Setelahnya ia turut masuk sambil menarik koper milik Flower.


"Istirahatlah lebih dulu. Aku akan menyalin makanan-makanan ini." Ucap Malik.


Flower mengangguk saja tanpa membantah karena ia tahu bantahannya tidak akan berarti apa-apa.

__ADS_1


Setelah melihat Flower masuk ke dalam kamar, Malik pun segera menuju dapur sambil membawa kotak makanan dari restoran. Sesampainya di dapur, Malik tak langsung menyalin makanan justru mengirimkan sebuah pesan pada seseorang yang entah siapa itu. Setelahnya Malik baru melanjutkan niatnya menyalin makanan.


Seseorang yang baru saja dikirimi pesan oleh Malik nampak tersenyum merekah seolah pesan dari Malik adalah pesan yang sangat ditunggu-tunggu olehnya.


"Aku tahu Malik jika kau tidak mungkin memilih wanita mura-han itu dari pada aku." Ucapnya yakin dan percaya diri.


*


Keesokan harinya, di saat jam makan siang tiba, Malik segera beranjak dari kursi kerjanya dan meraih kunci mobilnya yang ia letakkan di atas meja. Ia melangkah keluar dari dalam ruangan kerjanya dengan langkah lebar dan sedikit tergesa-gesa soalah ada hal yang ia kejar saat ini.


"Semoga saja permasalahanmu cepat selesai." Ucap Rey.


Beberapa saat berlalu, kini Malik sudah duduk di dalam sebuah cafe yang berada tidak terlalu jauh dari perusahaan Bagaskara berada. Malik memilih duduk di kursi yang berada di sudut ruangan agar keberadaannya tidak terlalu terlihat dan pembicaraan mereka tidak terdengar oleh orang lain.

__ADS_1


Lima menit menunggu akhirnya sosok yang ditunggu Malik pun akhirnya tiba. Wanita itu terlihat tersenyum merekah pada Malik namun hanya dibalas Malik dengan ekspresi datar di wajahnya.


"Apa kau sudah menunggu lama?" Tanyanya pada Malik.


"Lima menit." Jawab Malik seadanya.


Wanita itu masih tetap tersenyum. Ia berniat mengulurkan tangan pada Malik namun Malik sudah bergerak mengangkat sebelah tangannya tanda penolakan atas niatnya.


Senyuman wanita itu masih tidak luntur dan berusaha untuk tetap tersenyum. Ia pun duduk di depan kursi yang berhadapan dengan Malik tanpa diminta oleh Malik.


"Malik, aku sangat senang karena akhirnya kau mau kembali mengajakku untuk bertemu." Ucap wanita itu yang tak lain adalah Emila.


"Tapi aku tidak senang bertemu denganmu." Jawab Malik dengan wajah datar dan dingin.

__ADS_1


***


Sambil menunggu Flow dan Malik update kembali, silahkan mampir ke karya baru SHy judulnya Istri Figuran ya🤗


__ADS_2