
Dad William benar-benar mengajak Baby berjalan-jalan dalam waktu cukup lama hingga melewatkan jam makan siangnya. Ia mengajak Baby memasuki satu persatu ruangan kerja karyawannya dan membanggakan cucu pertamanya itu pada semua orang.
"Nte..." celoteh Baby pada wanita yang sedang menyapa dirinya. Bayi mungil itu seolah sudah mengingat panggilan untuk wanita seusia ibunya.
"Siapa yang mengajarimu memanggil mereka Tante?" Tanya Dad William merasa gemas pada Baby.
"Mom..." jawab Baby seolah mengerti.
Dad William mengusap gemas rambut cucunya yang belum terlalu lebat. Setelah merasa cukup membanggakan cucunya di ruangan divisi keuangan, Dad William pun mengajak Baby untuk pergi ke ruangan divisi Humas.
"Untung saja Kakek tidak membawa ponsel sehingga kita tidak merasa terganggu dengan panggilan telefon dari Mommymu dan juga Nenekmu." Kelakar Dad William. Rasanya lebih menyenangkan membawa cucunya berjalan-jalan dari pada harus berada di satu ruangan dengan Flower.
"Mom?" Ulang Baby dengan kening mengkerut. Entah apa yang bayi kecil itu pikirkan. Yang jelas wajahnya kini nampak seperti orang bingung.
"Tidak perlu memikirkan mommymu. Ayo kita berkenalan lagi." Ajak Dad William lalu memperlihatkan lagi cucu kebanggaannya pada divisi Humas.
__ADS_1
Di saat Dad William sedang asik mengajak cucunya berjalan-jalan, di dalam ruangan kerjanya Mom Rania nampak bingung kemana suaminya itu pergi membawa Baby hingga belum kembali sampai saat ini.
Menelefon Dad William pun rasanya percuma karena ponsel suaminya itu terlihat tergeletak di atas meja kerjanya. Mencarinya pun rasanya tak mungkin karena perusahaan milik suaminya cukup besar dan akan menyulitkannya untuk mencari. Flower yang sudah merasa bosan menunggu daddynya kembali pun kini sudah berbaring dan hendak tidur di dalam kamar pribadi yang ada di dalam ruangan kerja Dad William.
"Dia ini benar-benar. Jam makan siang sudah hampir habis dan dia masih saja belum kembali!" Gerutu Mom Rania. Ia benar-benar dibuat sebal dengan suaminya itu yang sudah pergi cukup lama membawa Baby.
"Lihat saja jika dia kembali aku tidak akan segan menendang bokongnya!" Gerutu Mom Rania lagi.
Lima belas menit berlalu, Dad William yang masih asik membawa Baby berjalan-jalan pun menghentikan kegiatannya saat melihat cucunya sudah mulai rewel dan merengek.
"Baby, apa kau lapar?" Tanya Dad William. Saat ini mereka sedang berada di kantin perusahaan berniat mencari minuman untuknya.
Dad William menghela nafas. Sepertinya cucunya sudah lelah dan perutnya sudah lapar. Apa lagi saat ini sudah masuk jam makan siang.
"Baiklah, kita kembali ke ruangan Kakek ya." Ucap Dad William.
__ADS_1
Baby kembali merengek menyebut nama Mommynya. Karena tak ingin cucunya jadi menangis karena terlalu lama bertemu dengan ibunya, Dad William pun segera keluar dari kantin dan melangkah ke arah lift berada.
"Hai Baby..." beberapa orang yang berlalu lalang keluar dan masuk dari kantin menyapa Baby. Walau dalam keadaan lapar dan merengek namun Baby masih bisa membalas sapaan mereka.
"Nte..." ucapnya sambil mengucek kedua matanya.
"Bukan Nte tapi Om." Koreksi Dad William karena yang baru saja menyapa Baby adalah seorang pria.
"Mommy!" Ucap Baby keras lalu menangis. Bayi itu seperti menunjukkan jika dirinya tidak terima perkataannya dikoreksi oleh kakeknya sendiri.
"Oh astaga... kau adalah Flower kedua." Ucap Dad William lalu mempercepat langkahnya.
***
Sebelum lanjut, Jangan lupa berikan vote, like, point, dan komennya dulu, ya.
__ADS_1
Sambil menunggu Malik dan Flower update, silahkan mampir di novel shy yang lagi on going juga berjudul Istri Figuran, ya🖤
Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ 🤗