One Night Love Tragedy

One Night Love Tragedy
Mahakarya Flower


__ADS_3

Seketika Liza pun teringat dengan bekas merah yang ada di leher Malik. Pandangan Liza pun langsung tertuju pada Malik yang sedang membereskan berkas yang masih berserakan di depan mejanya.


"Apa karena melihat bekas merah itu yang membuat Tuan Zaki menjadi aneh?" Tanya Liza pada dirinya sendiri.


Malik yang tidak sadar diperhatikan oleh Liza pun hanya fokus membereskan berkas-berkasnya lalu berpamitan untuk keluar dari ruangan rapat.


Liza pun segera mengambil buku notulennya lalu mengejar langkah Malik keluar dari ruangan rapat.


"Tuan Malik tunggu!" Liza menghentikan niat Malik yang hendak meraih handle pintu.


"Ada apa?" Tanya Malik datar pada Liza.


"Emh, itu." Liza nampak ragu untuk menyampaikannya.

__ADS_1


Malik menatap Liza dengan dingin seolah tidak suka menunggu lama.


"Emh, apa Tuan Malik sadar jika saat ini di leher Tuan terdapat banyak bekas merah?" Tanya Liza hati-hati.


"Bekas merah?" Ulang Malik dan diangguki Liza sebagai jawaban. Malik pun memegang lehernya dan teringat akan sesuatu. Dan tanpa mengucapkan sepatah kata pun lagi pada Liza, Malik langsung masuk ke dalam ruangan kerjanya begitu saja.


Liza yang ditinggalkan begitu saja oleh Malik hanya bisa menghela nafas panjang. "Sepertinya Tuan Malik tidak tahu." Lirihnya. Rasa sakit kini Liza rasakan karena sadar bekas yang ada di leher Malik saat ini pasti adalah perbuatan istrinya. Liza pun berpikir seandainya saja ia yang datang lebih dulu ke kehidupan Malik pasti ia akan bahagia. Namun sayang ia hanyalah pengagum yang tidak akan pernah menjadi pemilik.


"Astaga..." lirihnya. Malik teringat jika tadi pagi Flower memang beberapa kali memberika kecu-pan di lehernya. Namun Malik tidak menyangka jika kecu-pan itu meninggalkan bekas seperti saat ini.


Malik pun teringat dengan pandangan karyawan tadi pagi kepadanya dan pandangan Rey dan Zaki. Pantas saja semua orang pagi ini menatap aneh pada dirinya karena ternyata ada bekas cinta di lehernya.


Malik pun merutuki dirinya sendiri kenapa tidak melihat kondisi lehernya lebih dulu sebelum pergi bekerja. Walau pun merasa demikian tapi Malik tidak menyalahkan Flower justru bangga karena Flower memberikan bekas cinta di lehernya. Agh mengingat istrinya itu pasti juga membuatnya mengingat kegiatan panas mereka di atas ranjang.

__ADS_1


Malik segera menghilangkan pikiran kotornya dan segera menghubungi seseorang untuk membelikan sesuatu untuknya. Setelahnya Malik keluar dari dalam kamar pribadinya dan melanjutkan pekerjaanya.


Sementara di tempat berbeda Flower tengah senyum-senyum sendiri di kamarnya mengingat percintaannya dan Malik. Tak lupa Flower mengingat bagaimana dirinya begitu agresif memberikan bekas cinta di leher Malik.


Ya, Flower memang sengaja ingin memberikan bekas itu di leher Malik agar dapat dilihat oleh Liza saat Malik sudah berada di perusahaan. Flower bahkan tidak berniat memberitahukan Malik tentang bekas itu karena Flower tahu jika Malik akan menutupinya jika ia tahu.


"Haha rasakan itu. Kau pasti sedang kepanasan saat ini karena melihat mahakaryaku di leher Malik." Ucap Flower dengan tertawa puas. Flower pun mengusap perutnya saat merasakan tendangan cukup kerasa dari dalam perutnya.


"Baby, apa kau juga senang karena Mommy berhasil melawan pelakor?" Tanya Flower pada janinnya.


***


Sambil menunggu Flow dan Malik update kembali, silahkan mampir ke karya baru SHy judulnya Istri Figuran ya🤗

__ADS_1


__ADS_2