One Night Love Tragedy

One Night Love Tragedy
Seluk beluk keluarga Malik


__ADS_3

Tiga hari sudah Malik berada di desa A. Dan selama itu pula Flower tak membiarkan suaminya itu lepas dari jangkauannya barang sedetik saja. Setiap waktu Flower selalu menanyakan dimana keberadaan suaminya itu dan sesekali meminta suaminya melakukan panggilan video dengan alasan bayinya menginginkannya.


Entah apa yang dirasakan Flower pada suaminya itu saat ini. Yang jelas Flower hanya tidak ingin suaminya bermain gila di belakangnya di saat ia tengah mengandung. Lepas dari itu semua, Flower sadar diri jika dirinya pernah berada di posisi Liza yang mau melakukan berbagai cara untuk mendapatkan apa yang ia inginkan.


"Baby, semoga Daddymu bisa menjaga dirinya dengan baik selama berada di sana." Ucap Flower sambil mengusap janinnya.


"Flower..." ketukan pintu dari luar diikuti suara Mom Rania memanggil namanya membuat Flower bangkit dari duduknya.


"Tunggu sebentar, Mom." Sahut Flower sambil melangkah ke arah pintu.


Ceklek


"Ada apa, Mom?" Tanya Flower.


"Flower, bagaimana kalau hari ini kau menemani Mom berbelanja di pusat perbelanjaan? Mom lihat bahan-bahan masakan di kulkas sudah hampir habis." Ajak Mom Rania.


"Baiklah, Mom. Apa kita mau pergi sekarang juga?" Tanya Flower.

__ADS_1


Mom Rania mengangguk lalu meminta Flower untuk bersiap-siap. Flower pun mengiyakannya lalu segera bersiap-siap untuk pergi ke pusat perbelanjaan.


Empat puluh lima menit berlalu, Mom Rania dan Flower kini sudah berada di pusat perbelanjaan yang berada tidak terlalu jauh dari perumahan Flower berada.


"Jika kau lelah kau bisa istirahat di sana saja, Flo." Ucap Mom Rania menujuk sebuah kursi yang berada tidak terlalu jauh dari mereka berada.


"Flow tidak lelah, Mom." Ucap Flower lalu melangkah menuju rak khusus buah-buahan.


Mom Rania mengangguk saja dan mengikuti langkah putrinya.


Flower seketika menghentikan kegiatannya. "Belum." Jawab Flower. Ia baru tersadar jika selama ini tidak mengetahui seluk beluk keluarga dari suaminya itu.


"Benarkah begitu? Jadi sampai saat ini Malik belum memberitahukan apa-apa tentang keluarganya kepadamu?" Tanya Mom Rania memastikan.


Flower menggelengkan kepalanya.


"Astaga, Flower. Harusnya sebagai seorang istri kau mempertanyakan tentang keluarga suamimu itu. Siapa kedua orang tuanya dan dimana mereka tinggal." Ucap Mom Rania tak habis pikir.

__ADS_1


Flower pun kembali terdiam beberapa saat. "Apa Mommy dan Daddy tidak mengetahuinya?" Tanya Flower.


Mom Rania menggeleng. "Mom tidak terlalu mengetahuinya. Lebih baik kau segera menanyakan hal itu pada suamimu." Ucap Mom Rania tak ingin memberitahukannya pada Flower.


Flower pun menangkap ada yang tidak beres dari perkataan Mommynya. Flower pun berusaha mendesak Mommynya untuk menjawab apa maksud perkataan Mommynya namun Mom Rania tetap enggan menjawabnya.


Akhirnya sore itu di saat Flower sedang beristirahat sambil melakukan panggilan video dengan Malik, Flower pun langsung mempertanyakan dimana keberadaan kedua orang tua suaminya itu.


"Aku akan memberitahukannya di saat sudah pulang nanti." Jawab Malik singkat dan tidak menjawab rasa penasaran Flower.


"Kenapa tidak sekarang saja?" Ketus Flower.


"Lebih baik di rumah saja." Jawab Malik seadanya.


Flower hanya bisa menghela nafas mendengarkan perkataan suaminya. Mau tidak mau ia harus menunggu suaminya itu pulang baru mendapatkan jawaban tentang keluarga dari suaminya itu.


***

__ADS_1


__ADS_2