
"Malik, kau sudah datang?" Kedatangan Rey menghentikan percakapan di antara mereka.
Yura dan Malik pun sontak menoleh ke arah Rey berada.
"Sudah, Tuan." Jawab Malik pada Rey.
"Kalau begitu ayo kita sarapan. Aku tahu kau pasti belum sarapan." Ajak Rey.
Malik mengangguk mengiyakannya lalu mereka pun melangkah ke arah ruang makan. Tidak memakan waktu yang cukup lama di kediaman Rey, Malik dan Rey pun langsung berangkat ke luar kota karena mereka harus mengejar waktu bertemu dengan rekan kerja Rey yang mengajak mereka langsung bertemu saat sudah tiba nanti.
Sebelumnya, Rey sudah mempertanyakan kesediaan Malik untuk ikut dengannya pergi ke luar kota karena Rey tahu Malik pasti berat untuk pergi mengingat Flower diprediksi akan melahirkan dalam waktu dua minggu lagi. Namun karena perjalanan bisnis kali ini ada tanggung jawab Malik di dalamnya membuat Malik memilih untuk pergi. Malik pun berharap jika prediksi dokter benar jika istrinya akan melahirkan dalam waktu dua minggu lagi dan saat itu ia sudah berada kembali di ibu kota.
__ADS_1
Tiga jam telah berlalu, Malik dan Rey telah tiba di kota tujuan mereka. Sesuai rencana, mereka langsung pergi menuju perusahaan rekan bisnis Rey dan melakukan pertemuan di sana. Setelah tiba di perusahaan yang mereka tuju, tak lupa Malik mengirimkan pesan pada istrinya jika ia sudah sampai dan melampirkan sebuah foto dimana ia berada.
Flower yang mendapatkan kabar dari Malik merasa lega karena suaminya sampai dengan selamat di kota tujuan mereka.
"Kalau dipikir-pikir kenapa Malik tidak memilih fokus mengurus restoran mewah miliknya saja, ya. Dengan begitu waktunya akan lebih banyak untuk beristirahat." Ucap Flower pada dirinya sendiri.
Mom Rania yang mendengarkan perkataan Flower pun mendekat pada putrinya. "Karena Malik merasa memiliki hutang budi pada keluarga Bagaskara." Jawab Mom Rania seraya tersenyum.
"Hutang budi? Maksud Mommy?" Tanya Flower bingung.
Flower tertegun mendengarkan perkataan Mommynya. "Jadi maksud Mommy gaji Malik di perusahaan Bagaskara tidak sedikit?" Tanya Flower dengan kening mengkerut.
__ADS_1
Mom Rania mengangguk. "Tentu saja. Rey memberikan gaji yang cukup fantastis pada suamimu itu. Rey juga selalu mendukung dan membantu Malik untuk mengembangkan usahanya hingga sampai sesukses saat ini." Jawab Mom Rania seraya tersenyum.
Flower terdiam sambil mengingat percakapan ia dan Malik beberapa bulan lalu. Di saat Malik hendak memberitahukan berapa gajinya di perusahaan Bagaskara, Flower memilih tidak mau mendengarkannya karena Flower tidak ingin merasa kasihan pada suaminya itu.
"Flower... Flower. Kenapa kau tidak berpikir jauh saat itu. Tidak mungkin orang berpengaruh nomer dua di perusahaan Bagaskara mendapatkan gaji yang sedikit." Ucap Flower.
Mom Rania tertawa kecil mendengarnya. Sejak awal menikah dengan Malik putrinya itu memang sering mengira jika gaji suaminya itu kecil dan takut hidupnya tidak berkecukupan.
***
Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, point, dan komennya dulu, ya.
__ADS_1
Sambil menunggu Malik dan Flower update, silahkan mampir di novel shy yang lagi on going juga berjudul Istri Figuran, ya🖤
Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ 🤗