One Night Love Tragedy

One Night Love Tragedy
Keputusan Malik


__ADS_3

"Agh Baby rencana kita berhasil!" Flower langsung saja mengambil Baby dari gendongan Mom Rania.


Putri pertama Flower itu pun tertawa sambil memukul wajah Mommynya. Mom Rania dibuat menggeleng melihat sikap ibu dan anak yang hampir sama saja karena berniat mengerjainya.


"Mommy terima kasih karena sudah mau membantu Flow. Pokoknya Mommy harus memastikan jika Malik tidak pergi bersama wanita dedemit itu ya? Kalau begitu Flower pamit ke kamar Baby dulu untuk menidurkannya." Ucap Flower tanpa berhenti lalu membawa Baby yang masih tertawa dengan sisa air mata di pipinya ke kamarnya.


Mom Rania dan Suroh saling pandang lalu menghela nafas secara bersamaan.


"Suroh, apa kau merasa sedang dikerjai oleh mereka?" Tanya Mom Rania.


Bukannya menjawaba Suroh justru tersenyum. "Ibu dan anak yang sangat lucu." Komentarnya.


Mom Rania mengusap wajahnya. "Baby itu memang sangat bisa diajak kerja sama oleh Flower untuk mengerjai kita dan membuat kita pusing." Komentar Mom Rania.


Suroh tertawa kecil. Sebenarnya hormon kehamilan Flower yang kedua ini yang sering membuat banyak orang pusing cukup menjadi hiburan untuknya karena menurut Suroh itu sangatlah lucu.


"Sudahlah, sepertinya saya harus istirahat dulu sebelum nanti berbicara dengan Malik membahas permintaan Flower." Ucap Mom Rania.


"Baiklah, Nyonya, istirahatlah. Kalau begitu saya pamit membantu di dapur dulu." Jawab Suroh.

__ADS_1


Mom Rania mengangguk saja lalu bangkit dari duduknya dan melangkah ke arah kamarnya berada.


"Aku rasa setelah Flower melahirkan nanti suamiku tidak akan lagi meminta menambah cucu dari Flower." Ucap Mom Rania sambil melangkah masuk ke dalam lift.


*


Saat malam telah tiba dan semua orang sudah selesai menghabiskan makanan mereka masing-masing, Mom Rania pun meminta Malik untuk ikut dengannya karena ada hal yang ingin ia bicarakan. Malik menurut saja dan berpamitan pada istrinya untuk pergi mengikuti mertuanya.


"Ada apa Mommy?" Tanya Malik setelah mereka berara di ruang tengah.


"Malik, apa kau tidak bisa membatalkan kepergianmu ke Riau dua hari lagi?" Tanya Mom Rania langsung pada intinya.


Mom Rania pun menjelaskan rasa ketakutan putrinya saat ini dan permintaan Flower yang tidak ingin Malik pergi bersama dengan Liza. Malik yang mendengarkan penjelasan Mom Rania dibuat tak percaya karena ternyata sampai saat ini istrinya masih saja merasa tidak suka dan curiga pada Liza. Walau pun begitu Malik mencoba memakluki sikap istrinya itu saat ini.


"Jadi bagaimana? Mommy sudah pusing mendengar permintaan yang sama dari Flower." Ucap Mom Rania. Terlihat raut frustasi di wajah mertuanya Malik itu.


Malik diam karena berpikir. Setelahnya ia meminta waktu pada Mom Rania untuk membicarakan hal ini pada Rey.


Mom Rania mengiyakannya dan berharap dalam hati Rey mau memaklumi sikap Flower saat ini dan memberikan dispensasi untuk menantunya itu.

__ADS_1


Satu jam berlalu, Malik pun sudah mendapatkan jawaban dari permasalahannya saat ini.


"Jadi bagaimana?" Tanya Mom Rania pada Malik.


Flower yang sudah bergabung dengan mereka pun ikut mencuri dengar hasil dari perjuangan Mommynya untuk dirinya.


Malik menatap pada istrinya yang terlihat acuh padanya. "Flower, aku akan tetap pergi ke Riau dua hari lagi." Ucap Malik hingga membuat Flower melototkan kedua matanya karena mengira misi Mommynya gagal.


"Tapi aku akan pergi dengan membawa dirimu dan Baby." Lanjut Malik kemudian hingga membuat kedua mata Flower semakin melotot mendengarnya.


***


Wah, seneng ya akhirnya diajak pergi sama suami🤗


Sebelum lanjut, Jangan lupa berikan vote, like, point, dan komennya dulu, ya.


Sambil menunggu Malik dan Flower update, silahkan mampir di novel shy yang lagi on going juga berjudul Istri Figuran, ya🖤


Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ 🤗

__ADS_1


__ADS_2