One Night Love Tragedy

One Night Love Tragedy
Tiba-tiba muntah


__ADS_3

Malik menganggukkan kepalanya. Ia berikan usapan di pucuk kepala istrinya dengan sayang. "Apapun untukmu, sayang." Ucap Malik lembut.


"Rasanya aku ingin di setiap hari mendengarkan ucapan sayang darimu." Pinta Flower.


"Apapun untukmu, Sayang." Ucap Malik mengabulkan permintaan Flower.


"Sayang..." Flower semakin memeluk erat tubuh suaminya. Para pelayan yang sedang berlalu lalang membersihkan ruangan dan mengangkat piring dibuat tersenyum melihat keromantisan pasangan muda itu.


Tanpa terasa tiga bulan telah berlalu dan saat ini usia Baby sudah memasuki enam bula. Dan selama tiga bulan belakangan ini dilewati Flower dengan kebahagiaan karena Malik selalu memberikan yang terbaik untuknya dan Baby dan kasih sayang yang berlimpah untuk mereka.


Tiga bulan merasakan nikmatnya tinggal di rumah baru tak membuat Flower lupa dengan rumah sederhana mereka yang sudah memberikan banyak kebahagiaan dan perubahan untuknya. Setiap satu kali dalam sebulan Flower meminta pada Malik agar mereka menginap di rumah sederhana mereka untuk mengenang setiap momen mereka di rumah itu dan menjalin silaturahmi dengan tetangga baik mereka yang ada di sekitar rumah.


Dengan bertambahnya usia Baby, makan terasa makin berkurang pula waktu Flower bersama bayi kecilnya itu karena kedua orang tuanya dan mertuanya selalu berniat memonopoli putri kecil mereka. Dan hal itu saat ini sudah menjadi hal yang biasa untuk Flower dan Flower tak lagi mempermasalahkannya karena sedikit banyaknya ia merasa beruntung dengan adanya kedua orang tua dan mertuanya di dekat Baby karena ia jadi memiliki banyak waktu untuk berduaan dengan Malik.


Seperti saat ini, di saat Baby sedang dibawa pergi berjalan-jalan oleh Mom Rania dan Dad William ke rumah Bu Venba, Flower dan Malik terlihat menghabiskan waktu dengan berbagi keringat satu sama lain di atas ranjang. Kegiatan panas yang sangat disukai Flower saat Baby jauh dari mereka karena ia tidak akan merasakan kesepian karena tidak ada Baby di dekatnya.

__ADS_1


"Sayang, sudah dulu ya. Kau terlihat sudah lelah." Malik memilih mengakhiri percintaan panas mereka pagi itu saat melihat wajah istrinya yang nampak lelah dan sedikit pucat.


Kali ini Flower menurut saja dan membiarkan Malik mengakhiri percintaan mereka karena ia sudah merasa sangat lelah dan tiba-tiba saja perutnya terasa mual.


Hoek


Flower menutup mulutnya dengan telapak tangannya.


"Sayang ada apa?" Malik dibuat cemas melihat istrinya yang tiba-tiba mual.


Flower tak menjawab justru turun dari atas ranjang dan melangkah ke arah kamar mandi dengan tubuh yang masih polos.


Hoek


Hoek

__ADS_1


Terdengar suara muntahan yang terdengar cukup keras dari dalam kamar mandi. Malik yang melihat istrinya tengah muntah-muntah pun dibuat semakin cemas namun walau pun begitu ia masih bisa menggunakan akal sehatnya untuk memijat tengkuk Flower.


Hoek


Untuk yang kesekian kalinya Flower kembali memuntahkan sesuatu dari dalam mulutnya hingga membuat tubuhnya terasa lemas.


"Flower, ada apa denganmu?" Tanya Malik pada istrinya yang sedang memejamkan kedua kelopak matanya.


Flower tak menjawabnya karena kini tubuhnya terasa sangat lemas dan hampir saja merosot di atas lantai jika saja Malik tak cepat menahan tubuhnya.


"Sayang..." Malik yang merasa semakin cemas pun segera membopong tubuh Flower keluar dari dalam kamar mandi.


***


Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, point, dan komennya dulu, ya.

__ADS_1


Sambil menunggu Malik dan Flower update, silahkan mampir di novel shy yang lagi on going juga berjudul Istri Figuran, ya🖤


Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ 🤗


__ADS_2