
Mendengarkan suara yang sangat dikenalinya membuat Flower segera bangkit dari duduknya.
"Emila?" Ucap Flower sedikit keras.
Orang itu segera membuka masker yang menutupi wajahnya karena Flower sudah mengetahui identitasnya. "Hai, Flow. Sudah lama sekali ya kita tidak bertemu." Ucap Emila dengan sinis.
Flower menatap Emila dengan tajam. "Aku sangat bersyukur karena tidak bertemu dengan wanita seperti dirimu lagi." Jawab Flower.
Emila menarik sebelah sudut bibirnya. "Kenapa? Apa kau merasa malu setiap bertemu denganku karena kau sudah merebut kekasihku dariku?" Tanya Emila.
Flower mendecakkan lidahnya. "Bermimpi saja. Aku sama sekali tidak merasa merebut siapapun darimu." Ketus Flower.
"Benarkah?" Suara Emila terdengar pelan dan penuh penekanan.
Flower pun seketika bangkit dari duduknya. "Tentu saja benar. Sedikit pun aku tidak merasa bersalah dan merebut apapun darimu." Tekan Flower.
Emila menggeram. Ditatapnya ke sekitarnya nampak tidak terlalu ramai dengan orang yang berlalu-lalang.
"Wanita sombong dan mura-han seperti dirimu mana tahu caranya menghargai perasaan orang lain. Kau bisa dengan bebas berbuat sesuka hatimu tanpa berpikir lebih dulu." Kecam Emila.
__ADS_1
"Apa kau sudah selesai berbicara? Jika sudah maka pergilah dari sini karena aku merasa mual berada dekat denganmu." Ucap Flower jujur.
Emila kembali dibuat geram mendengar perkataan Flower.
"Jika aku tidak mau?" Tanya Emila.
"Biar aku yang pergi dari sini." Jawab Flower cepat.
"Ck. Kau tidak akan mudah pergi begitu saja dariku." Tekan Emila lalu melangkah mendekati Flower. Melihat pergerakan Emila membuat Flower mundur beberapa langkah.
"Aku tidak akan pernah membiarkan kau bahagia di atas penderitaanku. Aku tidak akan membiarkan kau mengambil Malik dariku. Kebersamaan kalian terjadi hanya karena ada anak itu di dalam perutmu. Jika dia tidak ada aku yakin Malik akan kembali kepadaku." Ucap Emila dengan senyuman menyeringai di wajahnya.
"Hei, mau kemana kau?" Pekik Emila.
Flower menulikan telinganya sambil terus melangkah dengan cepat walau ia merasa kesulitan karena perutnya yang sudah membesar.
Emila tersenyum miring lalu melangkah mendekati Flower. Merasa sedang diikuti oleh Emila membuat Flower segera mencari nomer telefon Malik berniat untuk menghubunginya.
"Malik, ayo segera ke sini. Ada makhluk astral yang sedang mengikutiku saat ini." Ucap Flower sambil melakukan panggilan telefon dengan Malik.
__ADS_1
Emila pun mempercepat langkahnya mendekati Flower yang terus melangkah meninggalkannya. Senyuman miring pun terbit di wajah Emila saat Flower berhenti tepat di depan eskalator.
"Tunggu dulu, Malik bilang jika aku tidak boleh naik dan turun menggunakan eskalator lagi." Ucap Flower sebelum memutuskan langkahnya untuk turun menggunakan eskalator.
Flower pun menatap ke sekitarnya mencari seseorang yang bisa diminta bantuan namun saya yang terlihat hanyalah beberapa orang wanita yang sedang membawa anak kecil saja.
"Flower, kau ingin kemana?" Tanya Emila mendekati Flower.
"Kau?" Flower dibuat terkejut karena Emila sudah berada sangat dekat dengannya. Entah mengapa ia merasakan perasaan tidak enak saat ini karena berdekatan dengan Emila. Flower pun bahkan tidak berniat untuk melawan perkataan wanita itu saat ini karena tidak ingin Emila berbuat di luar batas nantinya.
"Kenapa kau terlihat takut begitu, hem?" Tanya Emila sambil mendekatkan tubuhnya kepada Flower hingga membuat Flower memundurkan tubuhnya dan kini tepat berada di pinggir eskalator.
***
Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, point, dan komennya dulu, ya.
Sambil menunggu Malik dan Flower update, silahkan mampir di novel shy yang lagi on going juga berjudul Istri Figuran, ya🖤
Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ 🤗
__ADS_1