
"Ya, istri. Saya adalah istri Tuan Malik." Tekan Flower.
"Apa?" Liza berucap lirih. "Apa anda sedang bercanda, Nona. Setahu saya Tuan Malik belum memiliki seorang istri." Liza mencoba tak percaya dengan apa yang Flower katakan. Selama satu bulan ia bekerja di perusahaan Bagaskara tak sekali pun Liza mendapatkan kabar atau info jika Malik sudah bekeluarga. Di website perusahaan saja Liza sudah melihat biodata Malik yang tertulis jika Malik masih lajang atau single.
"Ck." Lidah Flower berdecak mendengar perkataan Liza. "Apa wajah saya ini adalah wajah pembohong? Lagi pula untuk apa saya membohongimu?" Flower kembali menekan perkataannya.
Liza hanya tersenyum sembari menggeleng tak percaya. Melihat itu tentu saja membuat Flower naik darah. "Kau lihat ini." Menunjuk perutnya. "Perutku ini membuncit karena perbuatan Malik." Ucap Flower sinis.
Gleg
Liza meneguk salivanya susah payah saat melihat perut Flower yang sedikit membuncit dan ia yakini ada janin di dalamnya.
"Anda benar-benar adalah istri Tuan Malik?" Kepercayaan Liza pada opsinya sendiri lenyap begitu saja.
"Tentu saja. Kau pikir saja tidak mungkin aku membuat anak ini sendiri tanpa kerja keras Malik." Ucap Flower.
"A-apa..." Liza benar-benar dibuat terkejut mendengarnya. Dirinya pun mulai membayangkan bagaimana sosok pria seperti Malik berhubungan badan dengan wanita yang ada di depannya saat ini.
"Sudahlah. Jangan terkejut seperti itu. Lebih baik sekarang kau lanjutkan pekerjaanmu." Ucap Flower.
__ADS_1
Liza mengangguk saja tanpa bersuara. Setelah melihat wanita di depannya kini mati kutu setelah mengetahui siapa dirinya sebenarnya, Flower pun melangkah begitu saja meninggalkan Liza.
"Dasar wanita genit. Aku tahu kau pasti berniat mendekati pria datar ayah dari anakku itu bukan?" Ucap Flower sambil melangkah ke ruangan kerja Malik.
Ceklek
Mendengar suara pintu ruangan terbuka membuat Malik menghentikan kegiatannya dan menatap ke sumber suara. "Kau sudah kembali?" Tanya Malik.
Flower hanya diam saja sambil melangkah masuk ke dalam ruangan kerja Malik.
"Kenapa cepat sekali kembali?" Malik kembali bertanya namun Flower tak juga menjawabnya.
Setelah berada di depan Malik, Flower pun menjatuhkan bokongnya di atas sofa. "Apa pekerjaanmu masih lama?" Tanya Flower.
"Belum. Kenapa cepat sekali kembali?" Malik kembali mengulang pertanyaannya.
"Karena urusanku sudah selesai." Jawab Flower memasang wajah datar.
Malik menatap istrinya dengan wajah bingung. Entah mengapa Malik melihat jika Flower kini tengah memendam kekesalan kepadanya.
__ADS_1
"Apa yang baru saja kau lakukan?" Tanya Malik.
"Tidak ada. Aku hanya menghampiri sekretaris penggantiku itu." Jawab Flower seadanya.
Malik mengangguk saja tanpa bertanya lebih lanjut untuk apa istrinya itu menghampiri Liza ke meja kerjanya.
Melihat Malik yang kembali fokus pada pekerjaannya membuat Flower mulai kesal karena memikirkan jika selama ini Malik telah menebar pesona pada Liza yang terlihat menyimpan ketertarikan pada suaminya itu.
"Ingatlah saat ini aku sedang mengandung anakmu." Ucap Flower ketus dengan tatapan tajam pada Malik.
Malik pun sontak mengangkat kepalanya dan menatap Flower dengan kening mengkerut. "Apa maksdumu?" Tanya Malik tak mengerti.
"Jangan berpura-pura tidak mengerti. Kau tahu jelas apa maksudku." Tekan Flower.
"Aku tidak tahu. Aku bukan peramal yang bisa mengetahui apa yang ada dalam hatimu saat ini." Jawab Malik datar.
***
Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, point, favorit dan komennya dulu, ya.
__ADS_1
Sambil menunggu Yura dan Rey update, silahkan mampir di novel shy yang berjudul Terjebak Cinta Tuan Marvel, ya🖤
Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_