
"Kau ini..." Flower memukul dada bidang Malik lalu menelusupkan wajahnya di saja karena malu ditatap dengan intens oleh suaminya itu saat ini.
Malik pun tersenyum tipis melihat sikap manis istrinya lalu membawa istrinya masuk ke dalam kamar mandi. Setelah berada di dalam kamar mandi, Malik dengan hati-hati menurunkan tubuh Flower di dalam bathup yang tadi sudah ia isi dengan air.
"Kau ingin kemana?" Tanya Flower saat Malik beranjak meninggalkannya.
"Tunggulah sebentar. Aku akan mengambilkan handuk untukmu." Jawab Malik.
Flower tersenyum lalu mengangguk. Dan lagi ia merasa diratukan oleh suaminya itu karena Malik selalu bersikap manis dan baik kepadanya.
Setelah Malik keluar dari dalam kamar mandi, Flower pun menikmati hangatnya air di dalam bathup yang kini mulai masuk ke dalam pori-pori kulitnya. "Jika aku tahu sejak lama jika sikap aslimu tidak semenyebalkan wajah datarmu mungkin aku akan mencoba bersikap baik padamu sejak awal kita bertemu." Ucap Flower dengan mata terpejam.
Tak berselang lama Malik telah kembali sambil membawa dua buah handuk di tangannya. Malik segera menggantung handuk yang baru saja ia ambil lalu mendekat ke arah Flower.
"Duduklah." Ucap Malik pada Flower.
"Duduk? Untuk apa?" Tanya Flower bingung.
__ADS_1
"Aku akan menggosok tubuhmu?" Jawab Malik.
"Apa?" Flower terbelakak. "Jangan bilang kau ingin membantumu untuk mandi." Tebak Flower.
Malik tentu saja langsung mengangguk mengiyakan perkataan Flower.
"Tidak, tidak, tidak. Aku tidak mau. Biar aku saja yang menggosok tubuhku sendiri." Tolak Flower. Lagi pula ia merasa takut jika acara gosok-menggosok Malik akan berujung dengan acara kunjung-mengunjungi.
"Aku berjanji tidak akan melakukannya lagi saat ini." Ucap Malik yang sudah mengerti kemana arah pemikiran istri itu.
Sesuatu yang berada di balim celana boxer Malik mulai meronta kembali saat tangan Malik tidak sengaja menyentuh area yang baru beberapa menit yang lalu dijamahinya.
"Fokuslah menggosok tubuhku tanpa menyentuh yang lain." Ucap Flower sambil membelakangi tubuh Malik.
*
Acara mandi-memandikan Malik dan Flower pun akhirnya selesai dan saat ini Flower sudah menggunakan baju begitu pun dengan Malik. Bertepatan dengan mereka yang sudah selesai bersiap-siap, seorang kurir pun datang mengantarkan makanan yang dipesan oleh Malik.
__ADS_1
"Kau memesan makanan dari restoran?" Tanya Flower setelah melihat kotak makanan yang sudah biasa ia lihat.
Malik menganggukkan kepalanya lalu membuka kotak makanan yang ada di depannya. Flower menatap suaminya itu dengan intens dengan pertanyaan yang mulai berkeliaran di benaknya.
Karena merasa perutnya sudah sangat lapar dan ingin segera diisi membuat Flower menunda niatnya untuk mempertanyakan sesuatu pada Malik.
"Aku ingin makan disuapi olehmu." Pinta Flower setelah Malik mengambilkan makanan untuknya.
"Baiklah." Ucap Malik lalu menyuapkan satu sendok nasi berisi lauk ke mulut Flower.
Flower tersenyum mendapatkan perlakuan manis dari suami datarnya itu. Setelah menghabiskan waktu dua puluh menit menghabiskan makanan mereka masing-masing, kini Flower dan Malik sedang duduk dengan santai di atas sofa sambil menikmati acara di televisi yang baru saja Malik hidupkan.
"Malik, sebenarnya siapakah dirimu?" Tanya Flower mengingat pertanyaan yang tadi ingin ia tanyakan pada Malik.
***
Sambil menunggu Flow dan Malik update kembali, silahkan mampir ke karya baru SHy judulnya Istri Figuran ya🤗
__ADS_1