One Night Love Tragedy

One Night Love Tragedy
Tidak sampai ke puncak


__ADS_3

"Mendekatlah... mendekatlah..." Flower memasang senyuman menggoda namun Malik semakin ketakutan melihat senyuman istrinya yang ia pikir akan mengerjainya lagi.


"Ayola Malik... aku menunggumu." Masih memasang senyuman menggoda tanpa tahu jika suaminya tengah takut kepadanya.


Tubuh Malik mulai bergetar saat sudah berada di dekat istrinya. Ia sudah memikirkan hal negatif apa yang akan dilakukan istrinya itu padanya sebentar lagi.


"Apa kau ingin aku memakan mangga muda lagi? Atau memanjat balkon menuju kamar Baby?" Tanya Malik mengeluarkan prasangkanya sejak tadi.


"Tidak. Aku hanya ingin mengajakmu bermain." Jawab Flower.


Malik mengamati wajah istrinya. Setelah ia perhatikan lebih lanjut ternyata istrinya itu tengah tersenyum mesim saat ini.


"Malik... apa kau tidak ingin bermain denganku?" Tanya Flower dengan suara menggoda.


"Bermain apa?" Malik menanggapinya dengan suara lembutnya. Ia harap dugaan keduanya tidak salah saat ini.


"Bermain jungkat-jungkit." Jawab Flower lalu mengedipkan sebelah matanya.

__ADS_1


"Apa kau serius?" Tanya Malik ingin memastikan karena sudah hampir tiga bulan belakangan ini mereka sudah tidak pernah melakukannya lagi karena Flower selalu mual berdekatan dengannya.


"Tentu saja. Ayo kita bermain. Sepertinya adik Baby sudah merindukanmu." Ajak Flower sambil tersenyum mesum.


Malik tentu saja tak langsung mengiyakannya karena ia memikirkan kandungan istrinya yang masih rentan saat ini dan takut menyakiti istri dan anaknya.


"Kau tenang saja, adik Baby sudah kuat dikunjungi olehmu." Ucap Flower yang mengetahui kekhawatiran Malik saat ini.


"Benarkah?" Kedua bola Malik mulai berbinar. Jujur saja ia sudah sangat merindukan sentuhan dari istrinya yang selalu mendominasi permainan mereka.


*


Permainan jungkat-jungkit yang ditawarkan Flower pada Malik tidak berlangsung lama seperti yang sering mereka lakukan sebelumnya karena Flower tiba-tiba saja merasa mual mencium aroma keringat suaminya di saat Malik belum mencapai puncaknya. Flower meminta suaminya menghentikan permainan mereka dan tentu saja permintaannya itu membuat kepala Malik sakit saat ini.


"Malik kau kenapa?" Tanya Flower menatap suaminya yang saat ini tengah berbaring di atas sofa sambil memijit kepalanya yang terasa sakit. Jangan tanyakan kenapa Malik berada di atas sofa saat ini, tentu saja Flower yang memintanya karena ia tidak tahan untuk muntah jika berada dekat dengan suaminya itu.


"Kepalaku berdenyut." Jawab Malik seadanya. Sungguh ia dibuat tak habis pikir bagaiman bisa istrinya menghentikan permainan mereka begitu saja sebelum ia melakukan pelepasan.

__ADS_1


"Apa karena aku?" Tanya Flower memasang wajah polosnya. Merasa tidak bersalah.


Malik menghela nafas panjang. Jika berkata jujur salah dan tidak jujur juga salah. Dari pada menjawab pertanyaan Flower yang sebenarnya istrinya itu sudah tahu jawabannya, Malik memilih menyuruh Flower untuk tidur saja.


Karena matanya sudah mengantuk dan tubuhnya sudah lelah, Flower pun mengikuti perintah suaminya untuk tidur tanpa ada rasa bersalah.


"Dia itu benar-benar." Gumam Malik menatap istrinya yang tengah tertidur. Jika tahu akan berujung setengah jalan seperti ini lebih baik Malik tidak mengiyakan permintaan istrinya dan bermain solo saja. Bukannya merasa lega mendapatkan pelepasan Malik justru merasa sakit kepala karena tidak mengeluarkan pelepasannya.


Tidak ingin membuat kepalanya semakin terasa sakit, Malik memilih bangkit dari sofa dan melangkah ke arah kamar mandi. Ia berniat bermain solo saja mengeluarkan pelepasannya.


***


Sebelum lanjut, Jangan lupa berikan vote, like, point, dan komennya dulu, ya.


Sambil menunggu Malik dan Flower update, silahkan mampir di novel shy yang lagi on going juga berjudul Istri Figuran, ya🖤


Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ 🤗

__ADS_1


__ADS_2