One Night Love Tragedy

One Night Love Tragedy
Bukannya tidak ingin


__ADS_3

Flower terus melangkah mendekati Malik hingga kini Malik tidak lagi bisa memundurkan tubuhnya karena tubuhnya telah bersandar pada dinding.


"Malik, kau terlihat sangat gugup sekali." Ucap Flower sambil menahan tawa melihat ekspresi wajah Malik.


"Apa yang kau inginkan sekarang?" Tanya Malik sambil mengatur nafasnya yang naik turun.


"Tentu saja aku ingin membuktikan jika aku menikah dengan pria yang normal." Jawab Flower tanpa sadar.


"Apa?" Rasa gugup yang tadi Malik rasakan hilang seketika dan berganti rasa terkejut mendengar perkataan Flower.


"Eh." Flower membekap mulutnya dengan kedua tangannya setelah menyadari jika ia sudah salah bicara dengan Malik.


"Menyingkirlah." Ucap Malik lalu melewati tubuh Flower begitu saja. Sungguh saat ini Malik dibuat kesal karena Flower menganggapnya pria tidak normal hingga mengujinya seperti ini. Apakah wanita itu tidak sadar jika kehamilannya saat ini terjadi karena kenormalan dirinya? Pikir Malik.


Sedangkan Flower yang ditinggal begitu saja oleh Malik tentu saja tidak terima. Ia segera menyusul Malik yang ternyata kini sudah duduk di atas ranjang.

__ADS_1


"Malik... kenapa kau marah seperti itu? Apa kau benar tidak merasakan apa-apa melihat penampilanku seperti saat ini? Dan... apa kau tidak ingin menikmati kewajiban bathin dariku?" Tanya Flower.


Malik hanya bisa menatap Flower dengan datar. Ingin sekali ia menjawab jika ia saat ini sudah dibuat panas dingin dengan penampilan istrinya ditambah sesuatu yang ada di dalam celananya saat ini tengah meronta-ronta ingin dipuaskan. Namun hal itu hanya bisa Malik simpan dalam hati karena Malik tidak ingin karena naf-su sematanya membuat kandungan Flower terkena bahaya. Ya, beberapa bulan belakangan ini Malik memang menjaga dirinya agar tak menyentuh Flower karena ia tahu kandungan wanita itu cukup lemah dan dokter menyarankan mereka untuk tidak berhubungan lebih dulu.


"Lebih baik sekarang kau tidur saja." Ucap Malik pada Flower.


"Apa? Maksudmu kau ingin mengabaikan aku begitu saja?" Tanya Flower.


Malik pun mengangguk sebagai jawaban.


Malik yang merasa tak percaya dengan perkataan istrinya pun memijat kepalanya yang terasa sakit. Sungguh ia tidak menyangka wanita arogan dan sombong seperti istrinya itu benar-benar bodoh seperti saat ini. Apa istrinya itu tidak bisa melihat ada sesuatu yang menonjol dari balik celananya tapi bukan perasaan?


Karena merasa misinya gagal malam ini, Flower pun memilih naik ke atas ranjang lalu merebahkan tubuhnya di sana.


"Ganti pakaianmu lebih dulu!" Titah Malik tak ingin istrinya itu kedinginan.

__ADS_1


"Tidak. Aku tidak mau." Jawab Flower. Jelas saja ia masih ingin mencoba misinya saat Malik tengah tidur nanti.


Malik mengela nafas panjang melihat sikap istrinya itu. Karena merasa tubuhnya sudah sangat lelah setelah seharian bekerja, Malik pun memilih turut merebahkan tubuhnya di atas ranjang.


Satu ide pun tiba-tiba muncul di benak Flower saat melihat Malik tidur sambil membelakangi tubuhnya.


"Malik, sepertinya anakmu ini ingin tidur dipeluk ayahnya malam ini." Ucap Flower pelan pada Malik.


Mendengar perkataan istrinya Malik pun sontak membalikkan tubuhnya ke arah Flower.


"Kau bilang apa? Anak kita mau tidur dipeluk olehku?" Ulang Malik.


***


Sambil menunggu Flow dan Malik update kembali, silahkan mampir ke karya baru SHy judulnya Istri Figuran ya🤗

__ADS_1


__ADS_2