One Night Love Tragedy

One Night Love Tragedy
Hanya istriku


__ADS_3

"Omong kosong. Sampai kapan pun juga aku tidak berniat memberikan ibu pengganti untuk anakku. Cukup istriku yang menjadi ibu satu-satunya untuknya." Jawab Malik. Sungguh saat ini Malik dibuat jengah dengan sikap mantan kekasihnya itu.


"Malik... aku tahu kau sedang mendustai hatimu saat ini." Jawab Emila.


"Aku tidak memiliki waktu banyak untukmu. Yang jelas saat ini jangan pernah lagi kau menunjukkan wajahmu di depan istriku dan berbuat buruk pada istriku atau kau akan tahu akibatnya." Ancam Malik. Setelah mengatakan hal penuh peringatan itu pada Emila, Malik pun beranjak dari kursinya dan meninggalkan Emila begitu saja. Ia tidak berminat berada terlalu lama bersama mantan kekasihnya itu karena menurutnya hanya membuang waktunya saja.


Sementara Emila yang ditinggal begitu saja nampak mengepalkan kedua tangannya dengan wajah merah padam. "Jika kau membenciku saat ini karena aku menduakanmu itu aku lakukan karena dirimu juga. Kau terlalu sibuk dengan pekerjaanmu hingga selalu mengabaikanku. Sebagai seorang wanita aku juga membutuhkan perhatian dan kasih sayang dari kekasihku." Ucap Emila.


Walau ia merasa menyesal telah menduakan Malik saat itu namun Emila tak menyalahkan dirinya seorang diri karena apa yang ia lakukan juga karena Malik yang terlalu sibuk dan tidak memiliki waktu banyak untuknya. Emila yang sedang merasa kesepian waktu itu pun mendapatkan kesempatan untuk mendapatkan apa yang ia mau dari pria rekan kerjanya yang ia ketahui memiliki perasaan untuknya.


"Malik, aku akan tetap berusaha untuk mendapatkanmu kembali walau kau mencoba untuk menghalanginya." Ucap Emila yakin. Terlebih saat ini ada sebuah dukungan dari ibu Malik yang masih menginginkan mereka untuk bersama.

__ADS_1


Di tengah keyakinan Emila untuk mendapatkan Malik kembali, Malik justru terlihat menahan rasa marah di dalam dadanya saat ini setelah bertemu dengan Emila. Malik menatap ke arah sekitarnya. Mencari tahu apakah ada seseorang yang mungkin saja melihat kebersamaannya dan Emila tadi. Namun ia tidak melihat satu pun orang yang dikenalinya. Malik berharap penglihatannya benar dan semuanya akan baik-baik saja.


*


Satu minggu telah berlalu sejak Malik membawa Flower kembali ke kediaman mereka, kini Flower merasa ada yang aneh di dalam kesehariannya. Entah mengapa setiap harinya ia merasa ada seseorang yang tengah mengawasinya walau ia tidak pernah melihat keberadaan orang itu.


Seperti saat ini, Flower yang sedang berada di sebuah mall bersama Andini sesekali melihat ke arah belakang untuk melihat siapakah orang yang tengah mengawasi atau mengikutinya.


"Emh, ya, aku baik-baik saja." Jawab Flower. Flower pun mencoba memfokuskan pandangannya ke depan agar Andini tidak merasa risih dengan gerak-geriknya.


"Flow, mendekatlah." Ucap Andini dan Flower pun mengiyakannya. "Jika kau merasa tidak betah di sini kita bisa mencari tempat yang baru." Saran Andinu.

__ADS_1


"Aku nyaman berada di mall ini. Maafkan aku membuatmu merasa risih." Ucap Flower tidak enak.


"Tak masalah. Aku hanya memikirkan kenyamananmu." Jawab Andini.


Flower tersenyum mendengarnya. Mereka pun melanjutkan langkah mereka hingga kini berada di depan sebuah toko khusus perlengkapan bayi.


"Flower, apa kau sudah ingin membeli barang-barang untuk bayimu nanti?" Tanya Andini yang merasa tertarik untuk masuk ke dalam toko perlengkapan bayi tersebut.


***


Sambil menunggu Flow dan Malik update kembali, silahkan mampir ke karya baru SHy judulnya Istri Figuran ya🤗

__ADS_1


__ADS_2