One Night Love Tragedy

One Night Love Tragedy
Rasa tak percaya


__ADS_3

Setelah mengambil barang-barang belanjaannya dan Flower yang tertinggal di mall, Malik pun segera meminta orang kepercayaannya untuk mencari keberadaan Emila saat ini. Tentu saja saat ini Malik sudah sangat tidak sabar bertemu dengan Emila dan memberi perhitungan dengan mantan kekasihnya itu.


Sambil menunggu Emila ditemukan, Malik memilih mengantar barang belanjaannya di rumahnya dulu. Secara bersamaan di saat Malik baru saja sampai di rumahnya, Bu Venna nampak juga tiba di sana.


Bu Venna pun segera turun dari dalam mobilnya dan menghampiri Malik.


"Loh, kenap kau sendiri saja? Dimana Flower?" Tanya Bu Venna dengan wajah bingung.


Malik menghela nafasnya. "Flower ada di rumah orang tuanya, Ibu." Jawab Malik.


"Di rumah orang tuanya? Kenapa kau meninggalkannya di sana?" Tanya Bu Venna.


Malik hanya diam dan memberi kode pada ibunya untuk masuk lebih dulu ke dalam rumah. Bu Venna pun menuruti keinginan putranya dengan masuk ke dalam rumah.


Setelah duduk di sofa di ruang tamu, Bu Venna tak langsung mendapatkan jawaban dari Malik karena Malik memilih membawa masuk barang-barangnya lebih dulu. Setelah beberapa saat menunggu, barulah Malik duduk di hadapan Bu Venna.

__ADS_1


"Jadi apa yang terjadi? Kenapa kau meninggalkan Flower di rumah orang tuanya?" Tanya Bu Venna tanpa basa-basi.


Malik menghela nafas panjang dan mulai menceritakan apa yang terjadi saat mereka berada di dalam mall tadi pada Bu Venna. Bu Venna pun mendengarkan cerita putranya itu dengan seksama dan merasa terkejut setelah mendengarkan jika Emila berniat mencelakai Flower saat berada di mall.


"Apa? Emila mendorong Flower hingga jatuh dari eskalator?" Tanya Bu Venna keras.


Malik mengangguk membenarkannya.


"Lalu bagaimana keadaan Flower saat ini?" Tanya Bu Venna cepat.


Malik pun kembali menjelaskan kondisi istrinya saat ini sampai dengan ia diminta Dad William untuk tinggal terpisah dengan Flower lebih dulu.


"Saat ini Malik hanya bisa mengikuti permintaan Daddy karena Malik tahu jika Malik bersalah, Ibu." Ucap Malik.


Bu Venna menghela nafas panjang. Ia tahu jika dipikir-pikir sikap Dad William saat ini tidak bijak dengan memisahkan Flower dan Malik. Tapi jika mengingat Flower adalah anak sematawayangnya Bu Venna dapat mengerti yang dilakukan Dad William saat ini adalah caranya menunjukkan rasa khawatir dan kecewanya yang berlebihan pada Malik.

__ADS_1


"Kau harus cepat memberi pelajaran pada Emila agar kau bisa mendapatkan kepercayaan lagi dari mertuamu." Ucap Bu Venna memberi dukungan pada Malik. Untuk kali ini ia tidak lagi mau berpihak pada Emila karena ia sadar jika Emila sangatlah bersalah saat ini.


Malik mengangguk mengiyakannya. "Maaf, apa Ibu masih lama di sini? Sepertinya Malik sudah harus pergi mencari keberadaan Emila." Ucap Malik.


"Tidak. Ibu ingin pergi ke rumah orang tua Flower. Ibu ingin melihat keadaannya saat ini." Jawab Bu Venna.


"Baiklah. Kalau begitu kita sama-sama pergi, Bu. Malik juga ingin langsung pergi mencari keberadaan Emila." Ucap Malik karena ia sudah tidak sabar bertemu dengan wanita yang sudah hampir membuat istri dan anaknya celaka.


Bu Venna mengangguk mengiyakannya lalu bangkit dari duduknya.


"Jaga dirimu baik-baik." Pesan Bu Venna sebelum masuk ke dalam mobilnya.


***


Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, point, dan komennya dulu, ya.

__ADS_1


Sambil menunggu Malik dan Flower update, silahkan mampir di novel shy yang lagi on going juga berjudul Istri Figuran, ya🖤


Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ 🤗


__ADS_2