
"Iya, aku tahu. Jika mendekatinya tidak boleh, mencari perhatiannya masih boleh kan?" Kelakar Dessy.
"Kau ini..." kepala Emila menggeleng. "Tetap saja tidak boleh. Masih banyak pria single di luar sana yang jauh lebih tampan dari Tuan Arkana. Dari pada menyukainya lebih baik kau mencari yang lain saja." Lanjut Emila kenudian.
Dessy tertawa kecil mendengarnya. Dari sekian banyak karyawan Bu Selvy yang bekerja di toko yang sama dengannya, hanya Emila yang terlihat tidak tertarik pada Tuan Arkana.
Setelah berbicara sejenak dengan Dessy, Emila pun berpamitan untuk masuk ke dalam ruangan karyawan untuk meletakkan tasnya di sana.
Untuk saat ini Emila memang benar-benar menjaga dirinya agar tidak lagi menaruh perasaan pada pria yang sudah memiliki istri atau dirinya akan tersakiti sendiri dan bisa berbuat di luar batas seperti apa yang telah terjadi. Emila pun juga menjaga dirinya untuk tidak menaruh perasaan pada pria mana pun karena untuk saat ini fokusnya hanyalah untuk membahagiakan dan menghabiskan waktu bersama ibunya.
Pagi itu seperti biasanya sebelum membuka toko Emila dan karyawan lainnya membersihkan toko dari mulai menyapu, mengepel dan mengelap kaca toko yang sedikit berdebu. Tak lupa setelah selesai bersih-bersih Emila mengecek barang pajangan yang harus di tambah atau diganti.
"Jam berapa Bu Selvy akan datang?" Tanya Emila pada Dessy. Saat ini mereka sedang istirahat sebentar untuk minum dan menikmati cemilan setelah selesai bersih-bersih dan membuka toko. Bukannya berniat ingin melihat anak Bu Selvy, Emila hanya ingin memastikan kembali pada Bu Selvy jika setelah pulang bekerja nanti ia jadi menemani Bu Selvy untuk berbelanja.
__ADS_1
"Aku juga tidak tahu. Sepertinya agak siangan karena Bu Selvy jarang datang di saat pagi."
Emila menganggukkan kepalanya. Karena waktu mereka tidak banyak untuk beristirahat, Emila pun mengajak Dessy untuk kembali bekerja. Lagi pula saat ini pengunjung sudah lumayan banyak yang berdatangan.
Tepat pukul sepuluh pagi, Bu Selvy nampak menunjukkan batang hidungnya. Wanita pemilik toko itu masuk seorang diri ke dalam toko hingga membuat karyawan yang sudah menunggu kedatangan Tuan Arkana dibuat bingung melihatnya.
"Apa Tuan Arkana tidak jadi ikut?" Terdengar bisik-bisik mempertanyakan sosok Tuan Arkana.
Tak berselang lama sosok yang mereka pertanyakan pun masuk ke dalam toko. Rupanya Tuan Arkana benar-benar datang hanya saja sedikit terlambat dari Bu Selvy.
Beberapa karyawan nampak memasang senyuman manisnya saat Tuan Arkana melangkah melewati mereka. Hanya karyawan yang lain saja yang tersenyum manis dan sedikit lebar. Sedangkan Emila hanya tersenyum tipis hingga senyumannya itu tidak dapat terlihat oleh Tuan Arkana.
Tuan Arkana menghentikan langkah saat melewati tubuh Emila, Tuan Arkana menatap pada Emila yang terlihat memasang wajah biasa saja kepadanya berbeda dengan karyawan yang lainnya. Tidak ada suara yang keluar dari mulut Tuan Arkana. Pria itu kembali melanjutkan langkahnya menuju ruangan Mamanya berada.
__ADS_1
"Emila, kau lihat tadi, Tuan Arkana menatapmu!" Bisik Dessy agar tak terdengar oleh karyawan yang lainnya
"Dia juga menatapmu." Jawab Emila seadanya.
Dessy mendecakkan lidah merasa gemas pada Emila yang tidak sadar dengan tatapan Tuan Arkana yang berbeda tadi kepadanya.
***
Sebelum lanjut, Jangan lupa berikan vote, like, point, dan komennya dulu, ya.
Sambil menunggu Malik dan Flower update, silahkan mampir di novel shy yang lagi on going juga berjudul Istri Figuran, ya🖤
Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ 🤗
__ADS_1