One Night Love Tragedy

One Night Love Tragedy
Menyelidiki


__ADS_3

Agh, pantas saja tadi Malik terlihat tenang-tenang saja meninggalkannya seorang diri di dalam hotel. Ternyata suaminya itu sudah memiliki rencana untuk meminta Mom Rania menemaninya selama berada di dalam hotel.


"Kenapa wajahmu seperti itu? Apa kau tidak suka jika Mom menemanimu di sini?" Tanya Mom Rania.


Flower menggelengkan kepalanya. "Bukan begitu, Mom. Hanya saja..." Flower merasa bingung mengungkapkan isi hatinya. Misinya hari ini yang ingin mencari tahu sebuah kebenaran bisa saja tertunda karena ada Mom Rania di dekatnya.


"Hanya saja apa?" Tanya Mom Rania penuh selidik.


Flower menyatukan kesepuluh jemarinya. Apa ia harus jujur pada Mom Rania kali ini?


"Flower?" Mom Rania menatap Flower dengan tatapan menuntut.


"Emh, sebenarnya Flow ingin pergi ke suatu tempat hari ini, Mom. Flow takut jika nanti Mom merasa bosan untuk mengikuti Flow." Jawab Flower pada akhirnya.


"Ke suatu tempat? Tempat apa itu?" Tanya Mom Rania tapi Flower kembali diam untuk beberapa saat.


*

__ADS_1


Tiga jam berlalu setelah Mom Rania menemani Flower di dalam hotel, akhirnya mereka pun berangkat menuju tempat yang ingin Flower tuju. Mom Rania mengendari mobilnya dengan kecepatan sedang sambil bercerita dengan Flower tentang bagaimana keadaan Dad William saat ini tanpa menceritakan kejadian yang sebenarnya.


"Mommy, entah mengapa Flow merasa diikuti oleh seseorang akhir-akhir ini." Ucap Flower mengungkapkan kegelisahannya pada Mom Rania.


"Diikuti oleh seseorang? Siapa?" Tanya Mom Rania memasang wajah bingung.


"Entahlah. Setiap Flow mencari keberadaannya dia selau tidak terlihat hingga Flow tidak bisa melihat dengan jelas bentuk wajahnya.


Mom Rania diam sambil memikirkan sesuatu.


"Mommy..." Flower kembali bersuara karena Mom Rania hanya diam saja.


Flower mengerucutkan bibirnya. Tumben sekali Mommynya tidak menaruh rasa kekhawatiran setelah ia menceritakan kegelisahannya saat ini.


Dua puluh menit berlalu, mobil Mom Rania pun berhenti di sebuah restoran yang sangat tidak asing di penglihatan Mom Rania.


"Kenapa kau mengajak Mommy datang ke sini? Apa kau ingin makan di sini?" Tanya Mom Rania bingung. Bukannya apa-apa, saat ini masih menunjukkan pukul sepuluh pagi dan Flower sudah mengajaknya untuk makan kembali.

__ADS_1


"Emh, ya. Kebetulan sekali restorannya sudah buka. Ayo kita masuk, Mommy." Ajak Flower tidak sabar.


"Tapi..." Mom Rania rasanya berat menolak ajakan putrinya walau perutnya masih terasa kenyang. "Agh, baiklah, ayo." Jawab Mom Rania pada akhirnya.


Flower tersenyum lalu keluar dari dalam mobil. Mereka pun melangkah masuk ke dalam restoran yang nampak masih sepi pagi itu.


Karena wajah Flower sangat familiar bagi karyawan resto, mereka pun dengan ramah menyambut kedatangan Flower dan Mom Rania bahlan menuntun Mom Rania dan Flower menuju tempat yang cukup nyaman untuk mereka duduki.


"Flower, kenapa mereka sangat ramah sekali pada kita." Ucap Mom Rania merasa bingung.


"Entahlah, tapi Malik sering mengajak Flower makan di sini dan mereka memang bersikap seperti itu pada Flower." Jawab Flower.


Mom Rania diam sambil berpikir. Beberapa saat berlalu, Flower pun berpamitan sebentar pada Mom Rania untuk pergi ke kamar mandi.


"Sepertinya Mommy tidak mengetahui apa-apa. Lebih baik aku cari tahu sendiri saja saat ini." Ucap Flower sambil melangkah menuju ruangan yang ia yakini adalah ruangan maneger restoran.


***

__ADS_1


Sambil menunggu Flow dan Malik update kembali, silahkan mampir ke karya baru SHy judulnya Istri Figuran ya🤗


__ADS_2