
Karena Flower masih ingin mendapatkan sentuhan dari Malik, akhrinya Flower pun mengangguk mengiyakan perkataan Flower. Melihat respon istrinya yang setuju dengan keinginannya tentu saja membuat Malik senang. Tanpa membuang waktu lama dan kesempatan, Malik segera mengulang percintaan mereka kembali dengan ritme cepat karena ia tidak ingin membuat Flower kelelahan karena keganasannya.
Setelah menghabiskan waktu hampir satu jam lamanya bertempur di atas ranjang, Malik dan Flower pun terkulai lemas. Nafas keduanya kembali terengah-engah seolah pasokan oksigen mereka sangatlah berkurang.
Kruk
Suara bunyi perut Flower yang terdengar cukup kerasa membuat perhatian Malik tertuju ke perut Flower. "Apa kau lapar?" Tanya Malik.
Flower menganggukkan kepalanya. "Aku sudah mulai lapar kembali. Bagaimana kalau kita makan lagi." Ajak Flower.
Malik terdiam. Sebenarnya ia tidak begitu lapar karena tadi sebelum ke hotel mereka sudah makan. Walau sudah membuang cukup tenaga untuk bercinta pun tak membuat Malik merasa lapar saat ini.
"Apa kau ingin makan berdua denganku?" Tanya Malik sebelum memesan makanan untuk istrinya.
"Ya. Tentu saja aku ingin makan berdua denganmu." Jawab Flower cepat.
__ADS_1
"Baiklah, kalau begitu tunggulah sebentar. Aku akan memesan makanan untuk kita berdua." Ucap Malik.
Flower mengangguk saja dan menatap Malik yang kini menuruni ranjang dengan keadaan telan-jang. Rona merah nampak menghiasi wajah cantik melihat penampilan suaminya saat ini.
"Kenapa dia terlihat semakin keren jika tidak sedang pakai baju seperti saat ini?" Puji Flower pelan. Rasanya Flower saat ini lebih menyukai Malik tidak memakai baju saat bersamanya.
Malik yang sudah turun dari ranjang segera memakai celana boxernya dan melangkah ke arah ponselnya berada. Malik pun memilih memesan makanan dari restoran yang biasa mereka makan saja karena menurutnya kandungan nutrisi makanan di sana lebih baik dari pada makanan di hotel.
Sambil menunggu pesanan mereka datang, Malik memungut satu persatu pakaian Flower yang berserakan di atas lantai dan membawanya ke kamar mandi. Flower hanya menatap pergerakan suaminya itu dengan menahan rasa haru di dalam dadanya. Jika melihat sikap Malik selama ini, ia meresa diratukan oleh suaminya itu. Bagaimana tidak, walau Malik tidak menyenangkannya dengan kemewahan, tapi suaminya itu selalu menyenangkannya dengan membantunya dalam urusan rumah tangga dan memberikan apa yang ia inginkan tanpa diminta lebih dulu.
Tak berselang lama Malik nampak sudah keluar dari dalam kamar mandi dan menghampiri Flower di atas ranjang.
"Ayo bersihkan tubuhmu." Ajak Malik pada Flower.
"Kau ingin apa?" Tanya Flower cepat saat Malik mengambil ancang-ancang ingin menggendongnya.
__ADS_1
"Tentu saja menggendongmu. Kau pasti tidak akan kuat untuk berjalan ke kamar mandi." Ucap Malik lalu dengan hati-hati mengangkat tubuh Flower.
Flower pun menurut saja lalu segera melingkarkan kedua tangannya di leher Malik setelah berada digendongan Malik.
"Apa aku menyakiti Baby?" Tanya Malik karena kini ia merasa menghimpit Babynya.
"Tidak. Baby senang saat ini." Jawab Flower memikir ke arah lain.
"Senang karena apa?" Tanya Malik berniat menggoda istrinya. Wajah Malik pun semakin mendekat pada Flower.
"Karena...." hap, Flower tak melanjutkan perkataannya karena bibirnya sudah dikecup oleh Malik.
***
Sambil menunggu Flow dan Malik update kembali, silahkan mampir ke karya baru SHy judulnya Istri Figuran ya🤗
__ADS_1