
Mendengar jawaban dari suaminya yang begitu tegas tentu saja membuat Flower sangat terharu. Flower benar-benar tidak menyangka jika Malik tidak pernah berpikiran untuk meninggalkannya dan anak mereka. "Malik, bolehkah aku memelukmu?" Pinta Flower.
Malik tak mengangguk atau pun bersuara justru langsung membawa Flower ke dalam pelukannya. "Sudahlah, jangan menangis lagi. Kau membuat anak kita ikut bersedih." Tutur Malik lembut.
"Aku hanya memilikimu saat ini. Daddy sudah tak menganggapku dan Mommy sudah memiliki jarak untuk bertemu denganku." Ucap Flower mengeluarkan isi hatinya kembali.
"Aku tahu dan semua itu terjadi karena aku. Maka dari itu aku tidak mungkin meninggalkanmu." Ucap Malik.
Flower tak kuasa menahan air matanya hingga mengalir begitu deras membasahi kedua pipinya.
Tangan Malik pun terulur mengusap perut istrinya. Dan beberapa saat kemudia Malik dibuat terkejut saat mendapatkan tendangan dari dalam perut Flower.
"Anak kita menendang?" Tanya Malik.
Flower melepas pelukannya di tubuh Malik lalu menganggukkan kepalanya. "Dia sudah mulai aktif bergerak akhir-akhir ini." Ucap Flower sambil mengusap perutnya.
Malik tanpa sadar melengkungkan bibirnya. Melihat hal itu tentu saja membuat Flower terkejut karena pada akhirnya dapat melihat suaminya itu tersenyum walau tidak terlalu lebar.
__ADS_1
"Malik, kau sedang tidak kesurupan bukan?" Tanya Flower membuyarkan suasana haru di antara mereka.
"Kesurupan?" Malik menyerngitkan keningnya karena bingung.
"Emh, ya. Aku baru saja melihatmu tersenyum." Jawab Flower pelan takut menyinggung Malik.
Malik menghembuskan nafas kasar di udara. Padahal selama ini ia sudah sering tersenyum pada istrinya namun istrinya itu tidak pernah melihatnya.
"Ya, aku baru saja kesurupan." Jawab Malik mengikuti apa yang istrinya itu pikirkan.
Flower bergedik ngeri mendengarkan jawaban dari suaminya itu. "Malik, menjauhlah. Kau membuatku takut." Ucap Flower.
"Lepaskan aku." Pintanya.
Malik pun melepaskannya. "Apa ada hal lain yang ingin kau katakan atau tanyakan kepadaku?" Tanya Malik.
Flower menggelengkan kepalanya sebagai jawaban.
__ADS_1
Malik merasa lega mendengarnya. "Sekarang istirahatlah. Jangan biarkan pemikiran buruk itu terus mengganggumu." Pinta Malik.
"Kau ingin kemana?" Tanya Flower sambil memegang tangan Malik.
"Aku ingin melanjutkan pekerjaanku." Jawab Malik seadanya karena pekerjaannya masih cukup banyak yang harus ia selesaikan.
Flower menatap suaminya itu dengan sendu. "Bisakah kau menemaniku tidur lebih dulu. Anak kita ingin tidur dipeluk olehmu." Pinta Flower.
"Baiklah. Ayo berbaringlah." Ucap Malik.
Flower menurutinya lalu berbaring di atas ranjang. Malik pun bangkit dari duduknya. Memutari ranjang lalu ikut berbaring di sebelah Flower.
Tangan Malik pun terulur mengusap perut Flower dan meminta Flower untuk memejamkan kedua kelopak matanya. Walau awalnya Flower merasa enggan karena masih ingin menatap wajah Malik namun akhirnya Flower menurutinya karena jantungnya mulai berdebar tak karuan saat kedua mata Malik beradu tatap dengan kedua matanya.
Malik pun menghela nafas lega saat Flower sudah memejamkan kedua kelopak matanya karena ia pun turut berdebar saat beradu tatap dengan Flower.
Terima kasih Malik. Walau kau tidak mencintaiku setidaknya kau tidak pernah berniat meninggalkanku sampai kapan pun itu. Ucap Flower dalam hati. Kini perasaannya sudah mulai lega karena apa yang ia pikirkan tidak terjadi dan suaminya itu akan tetap setia bersamanya setelah anak mereka lahir nanti.
__ADS_1
***
Sambil menunggu Flow dan Malik update kembali, silahkan mampir ke karya baru SHy judulnya Istri Figuran ya🤗