One Night Love Tragedy

One Night Love Tragedy
Kenapa Daddy batuk?


__ADS_3

"Flower." Mom Rania segera bangkit dari duduknya untuk menenangkan Flower.


"Daddy jahat, Mommy. Flow ingin tinggal bersama dengan Malik tapi Daddy justru memisahkan kami." Ucap Flower sambil menangis.


"Iya Mommy tahu. Tapi jangan menangis seperti ini. Kau sudah dewasa jangan menangis seperti anak kecil begini." Ucap Mom Rania mengusap rambut putrinya.


Dad William yang melihat putrinya menangis sampai mengeluarkan ingusnya dibuat menggelengkan kepalanya karena Flower masih saja bersikap seperti putri kecilnya dulu.


"Mommy lepaskan." Flower meminta Mom Rania melepaskan usapan tangannya di kepalanya. Mom Rania pun menurutinya dan sedikit menjauh dari Flower karena ia tahu Flower ingin berbicara dengan suaminya.


"Apa Daddy tidak kasihan pada Baby? Baby ingin tidur diusap oleh Daddynya. Dia tidak mau jauh dari Daddynya. Baby suka sekali rewel jika sudah sangat merindukan Daddynya dengan menendang perut Flow dengan keras." Ucap Flower lalu mengusap air mata yang membanjiri pipinya.


"Daddy melakukan ini semua demi kebaikanmu." Jawab Dad William tanpa menjelaskan maksud perkataannya. Walau merasa tidak tega melihat putrinya yang menangis saat ini, tapi Dad William mencoba menghilangkan rasa ibanya demi prinsip yang sedang ia jalanlan saat ini.

__ADS_1


"Apa yang Daddy lakukan bukan demi kebaikan Flower tapi demi kebaikan Daddy sendiri. Apa Daddy tahu Daddy sudah membuat Baby kesulitan mencari jalan keluarnya nanti." Ucap Flower sedikit keras tanpa perduli jika sedang berbicara dengan Daddnya.


"Kesulitan mencari jalan keluar?" Dad William dibuat bingung mendengarkan perkataan Flower.


"Ya. Baby kesulitan mencari jalan keluarnya nanti karena sudah satu minggu ini tidak lagi dikunjungi oleh Daddynya. Apa Daddy tidak takut jika nanti Flow mengadukan sikap Daddy ini pada dokter karena sudah berusaha menghambat jalan lahir Baby? Daddy tidak tahu kan jika dokter menyarankan Malik sering-sering mengunjungi Baby agar dia cepat lahir dan sekarang Daddy justru menghalanginya. Daddy benar-benar bisa Flow adukan pada Dokter!" Ucap Flower mengancam Dad William.


"Uhuk." Dad William terbatuk-batuk mendengarkan perkataan dari putrinya. Wajahnya sampai memerah akibat terbatuk. Melihat ekspresi suaminya saat ini membuat Mom Rania segera menghampiri suaminya dan memberikan minum padanya.


Flower pun tak memperdulikan reaksi Dad William saat ini. Ia masih saja menangis dan sesekali mengelap ingusnya dengan tisu.


Mom Rania menghela nafasnya. Kemarin Flower memang sudah bercerita dengan keluhannya yang sudah ingin bayinya dikunjungi oleh Daddynya. Namun karena Dad William melarangnya dan Malik untuk tinggal satu rumah membuatnya tak bisa mewujudkan keinginan Babynya.


"Flower bilang dia akan mengancammu dengan mengadukanmu pada dokter kandungannya karena telah berusaha menghambat jalan lahir Babynya. Flower bilang jika dia sudah ingin suaminya mengunjungi Baby mereka." Ucap Mom Rania kemudian sedikit melebihkan perkataan Flower baru saja.

__ADS_1


"Uhuk. Uhuk." Dad William kembali terbatuk-batuk.


"Ada apa dengan Daddy? Kenapa Daddy tidak menjawab perkataan Flower justru terbatuk-batuk." Gerutu Flower.


"Sejak kapan putrimu menjadi putri mesum seperti itu?" Tanya Dad William pada Mom Rania tanpa berniat menjawab pertanyaan Flower.


"Sejak dia menikah." Jawab Mom Rania dengan wajah lesu karena tak tahan dengan sikap mesum putrinya.


"Mesum bagaimana maksud Daddy?" Flower memasang wajah masam tak setuju dikatakan mesum oleh Daddynya.


***


Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, point, dan komennya dulu, ya.

__ADS_1


Sambil menunggu Malik dan Flower update, silahkan mampir di novel shy yang lagi on going juga berjudul Istri Figuran, ya🖤


Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ 🤗


__ADS_2