One Night Love Tragedy

One Night Love Tragedy
Ada apa dengannya?


__ADS_3

"Hiasan merah?" Ulang Malik dengan wajah bingung.


Rey pun menganggukkan kepalanya tanpa mengalihkan pandangan dari leher Malik yang kini menjadi pusat perhatiannya.


Malik mengurungkan niatnya yang ingin bertanya lagi maksud perkataan Rey saat mendengar pintu ruangan diketuk dari luar. Seorang pria berparas tampan dan gagah nampak masuk ke dalam ruangan setelah dibukakan pintu oleh Liza.


"Selamat datang Tuan Zaki." Sapa Rey pada rekan kerjanya.


Zaki mengangguk lalu mengulurkan tangannya pada Rey. Setelahnya ia melakukan hal yang sama pada Malik.


"Anda datang sendiri lagi?" Tanya Rey pada Zaki. Ia cukup merasa heran pada Zaki yang memilih bepergian sendiri tanpa membawa asistennya.


"Asisten saya bekerja di perusahaan saja menggantikan saya selama tidak ada di perusahaan." Ucap Zaki menjawab kebingungan Rey.


Rey menganggukkan kepalanya merasa paham dengan perkataan Zaki.


"Ayo silahkan duduk dulu, Tuan." Ucap Malik ramah pada Zaki.

__ADS_1


Zaki menganggukkan kepalanya. Saat ia ingin duduk di kursi pandangannya tiba-tiba saja tertuju pada leher Malik.


"Ehm." Zaki berusaha mengatur nafasnya yang mulai naik turun setelah melihatnya. Zaki tahu jelas bekas apa yang ada di leher Malik saat ini karena ia juga sering mendapatkannya dari wanita-wanita pemuas ranjangnya.


"Apa anda tidak apa-apa Tuan Zaki?" Tanya Rey merasa heran melihat perubahan wajah Zaki saat ini.


"Saya tidak apa-apa. Bagaimana kalau kita mulai saja rapat pagi ini agar segera bisa cepat pergi ke pabrik." Saran Zaki.


Rey mengangguk menyetujuinya begitu pula dengan Malik. Selama rapat berlangsung Zaki tidak terlalu fokus pada pembahasan mereka kali ini karena pemikirannya terus tertuju pada leher Malik.


Brak


Zaki menggebrak meja di depannya hingga membuat Rey terkejut dan seketika menghentikan penjelasannya.


"Ada apa ini Tuan Zaki?" Tanya Rey merasa bingung kenapa Zaki tiba-tiba menggebrak mejanya.


Zaki merasa malu atas tindakannya baru saja yang ia lakukan secara tidak sadar. "Maaf, saya tidak sengaja." Ucapnya sungkan.

__ADS_1


"Apa anda baik-baik saja?" Rey kembali mempertanyakan hal yang sama pada Zaki. Rey rasa saat ini ada yang salah dengan rekan kerjanya itu.


"Ya. Saya baik-baik saja. Maaf kalau saya tidak terlalu fokus pada pertemuan kali ini." Ucap Zaki.


Rey memandang pada Malik begitu pula sebaliknya. Mereka saling memandang lewat tatapan mata seolah memberi kode satu sama lain.


"Bagaimana kalau kita langsung turun ke lapangan saja. Sepertinya pembahasan kita kali ini sudah cukup jelas dan bisa dilaksanakan langsung." Ajak Rey.


Zaki langsung saja mengangguk menyetujuinya. Jika terus berada di dalam ruangan yang sama dengan Malik ia bisa-bisa tidak akan fokus dan terus memikirkan bekas merah di leher Malik.


Akhirnya Rey dan Zaki pun berpamitan untuk pergi ke pabrik dan meninggalkan Malik dan Liza di ruangan rapat.


"Ada apa dengan Tuan Zaki, ya. Kenapa dia terlihat aneh sekali tadi." Tanya Liza merasa bingung dengan sikap Zaki.


***


Sambil menunggu Flow dan Malik update kembali, silahkan mampir ke karya baru SHy judulnya Istri Figuran ya🤗

__ADS_1


__ADS_2