One Night Love Tragedy

One Night Love Tragedy
Hati yang tersentuh


__ADS_3

"Suci, Nia, ikut sebentar denganku, yuk." Ajak Flower setelah mendengarkan bisikan Suci di telinga Nia.


Suci dan Nia saling pandang lalu akhirnya mengiyakan ajakan Flower. Flower pun mengajak kedua tetangga sekaligus teman baiknya itu menuju sebuah kamar yang berada di dekat mereka.


"Suci, Nia, kalian jangan merasa rendah diri seperti itu karena datang ke rumah orang tuaku." Ucap Flower membuka percakapan di antara mereka saat sudah berada di dalam kamar.


"Flower, apa kau mendengar bisikanku tadi?" Suci merasa tidak enak pada Flower.


Flower pun mengangguk mengiyakannya. "Kalian harus ingat jika derajat kita semua sama di mata Tuhan. Tidak ada perbedaannya sedikit pun." Ucap Flower lembut.


"Maafkan aku, Flow." Suci semakin merasa tidak enak pada Flower.


"Maafkan aku juga, Flower. Tapi jujur saja kami merasa tidak pantas berada di sini karena status keluargamu dan kami sangatlah jauh berbeda." Ucap Nia.


Flower mengusap lengan Nia. "Jangan merasa seperti itu. Harus kalian tahu jika sebelumnya keluargaku juga berasal dari keluarga yang sederhana. Mommyku berasal dari desa dan pernah bekerja sebagai OB di perusahaan Bagaskara. Begitu pula dengan Tanteku." Ucap Flower.

__ADS_1


"Benarkah?" Suci dan Nia terkejut mendengarnya.


Flower mengangguk mengiyakannya. "Di keluargaku tidak ada yang membedakan status sosial di antara kita karena sebelumnya kami juga berasal dari keluarga sederhana." Jawab Flower.


Suci dan Nia saling pandang lalu tersenyum bersamaan.


"Maka dari itu kalian jangan bersikap seperti itu lagi, ya." Pinta Flower dan diangguki oleh Suci dan Nia sebagai jawaban.


Setelah berbicara sejenak dengan kedua teman baiknya, akhirnya Flower pun keluar dari dalam kamar dan kembali bergabung dengan Yura dan Malik. Secara bersamaan Andini pun masuk ke dalam rumah bersama rekan kerjanya yang lain. Flower tentu saja dibuat semakin senang dengan kedatangan teman-teman baiknya itu. Langsung saja Flower memperkenalkan Andini dan rekan kerjanya saat di perusahaan Bagaskara dulu dengan Suci dan Nia.


Tak berselang lama acara tujuh bulanan Flower pun dimulai. Flower dan Malik kini sudah duduk di depan para tamu undangan didampingi Mom Rania, Dad William dan Bu Venna. Selama acara mendoa berlangsung, Bu Venna nampak diam saja karena merasa sungkan berada di antara keluarga Flower yang bersikap baik padanya sejak awal mereka bertemu.


Pun dengan Flower yang bersikap baik kepadanya tanpa memperdulikan sikap buruknya selama ini. Di dalam hatinya saat ini Bu Venna mulai merasa bersalah karena sudah bersikap buruk pada menantunya itu bahkan dengan terang-terangan menolak kehadirannya.


"Ibu, kenapa Ibu menangis?" Tanya Flower setelah rangkian acara selesai dan saat ini semua orang sedang menikmati hidangan yang tersedia.

__ADS_1


"Emh, tidak ada." Bu Venna mengusap air mata yang tanpa ia sadari jatuh membasahi pipinya.


"Ibu?" Malik pun mendekat pada Ibunya mendengar perkataan Flower jika ibunya sedang menangis.


"Ada apa ini?" Tanya Malik.


Bu Venna menggelengkan kepalanya. "Ibu tidak apa-apa. Lebih baik kau segera mengambilkan makanan untuk Flower karena pasti dia sudah lapar." Titah Bu Venna pada Malik.


Malik dan Flower saling pandang. Mereka pun tersenyum bersamaan melihat perubahan sikap Bu Venna yang perduli pada Flower.


***


Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, point, dan komennya dulu, ya.


Sambil menunggu Dio dan Hanum update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul One Night Love Tragedy, ya🖤

__ADS_1


Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ 🤗


__ADS_2