One Night Love Tragedy

One Night Love Tragedy
Menambah bayi baru


__ADS_3

Mom Rania mengangguk lalu mereka pun saling berpelukan. Malik yang sejak tadi hanya menjadi pendengar pun tersenyum tipis karena kini istrinya sudah kembali mendapatkan kasih sayang dari Daddynya dan tidak lagi merasakan diabaikan seperti saat awal mereka menikah dulu.


Oek oek


Suara tangisan Baby yang terdengar keras dari dalam kamar membuat pelukan ketiga orang itu terlepas. Flower segera beranjak menuju kamar diikuti Malik di belakangnya.


"Suara tangisannya keras sekali seperti saat Flower kecil dulu." Ucap Dad William seraya tersenyum.


Mom Rania ikut tersenyum mendengarnya. Mom Rania pun memeluk tubuh suaminya dan mengucapkan terima kasih atas kelembutan hati suaminya.


"Aku sangat mencintaimu dan anak kita. Kebahagiaan kalian adalah nomer satu untukku." Ucap Dad William sambil memberikan sebuah kecupan di kening Mom Rania.


Mom Rania tersenyum mendengarnya. Ia pun semakin memeluk erat tubuh suaminya. Sungguh, saat ini tidak ada yang lebih membahagiakan untuknya selain melihat anak dan suaminya akur kembali dan saling menyayangi satu sama lain.


"Kau hampir melupakan Baby. Apa kau tidak menyayanginya juga?" Ucap Mom Rania setelah pelukan mereka terlepas.

__ADS_1


"Itu jangan ditanya. Mungkin aku bisa mempertimbangkan lebih sayang mana aku pada Baby atau Flower karena sekarang hanya Baby yang belum memiliki pasangan sedangkan Flower sudah berbagi rasa sayang dengan suaminya." Kelakar Dad William.


Mom Rania tertawa mendengarnya. Ia pun membenarkan perkataan Dad William karena saat ini hanya Baby yang bisa mereka berikan kasih sayang yang sangat besar karena Flower sudah mendapatkan kasih sayang lain yang lebih besar dari suaminya.


Setelah hari itu sesuai perkataannya dengan Flower, Dad William pun meminta seseorang untuk mengurus surat pembebasan Emila. Tentu saja Dad William tidak mau turun langsung karena ia masih merasa enggan bertemu dengan wanita yang sudah mencelakai putri kesayangannya itu.


Dari pada bertemu dengan Emila, Dad William lebih baik berada di rumah menemani cucunya bersama dengan Rania.


"Daddy tidak bekerja lagi hari ini?" Tanya Flower yang baru saja kembali dari dapur mengambilkan air putih untuk Dad William.


Flower hanya bisa tersenyum mendengarkan jawaban dari Daddynya itu. Sudah hampir sebulan setelah Baby lahir ke dunia Daddynya itu memang lebih banyak menghabiskan waktu di rumahnya dari pada di perusahaan untuk bekerja.


"Flower, Dad dan Mommy ini sudah semakin tua. Yang kami butuhkan saat ini hanyalah bermain dengan cucu kami dan bisa melihatmu bahagia dengan keluargamu." Ucap Mom Rania lembut sambil memegang tangan mungil Baby.


Flower semakin tersenyum lebar mendengarnya. "Terima kasih Mom dan Dad karena sudah mau membantu Flower menjaga Baby dan menyayangi Baby." Ucap Flower.

__ADS_1


"Itu sudah menjadi tugas kami." Jawab Mom Rania dan dibalas Flower dengan anggukan kepalanya.


Semakin bertambahnya hari maka bertambah kurang pula kesempatan Flower untuk menggendong putri kecilnya karena kedua orang tuanya selalu memonopoli putri kecilnya itu.


"Jika kau merasa cemburu pada kami karena terus dekat dengan putrimu kau bisa menambah Baby yang baru agar kau memiliki bayi baru yang bisa kau jaga dengan baik." Kelakar Dad William sambil menggendong Baby.


Flower yang mendengarkan perkataan Dad William pun mulai menimbang-nimbang saran dari Daddynya itu.


"Sepertinya menarik." Ucapnya kemudian dengan tersenyum mesum.


***


Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, point, dan komennya dulu, ya.


Sambil menunggu Malik dan Flower update, silahkan mampir di novel shy yang lagi on going juga berjudul Istri Figuran, ya🖤

__ADS_1


Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ 🤗


__ADS_2