
"Tante bilang apa? Malik ingin menikah dengan wanita lain?" Tanya Emila.
Bu Venna pun mengangguk membenarkan perkataan Emila.
"Itu tidak mungkin, Tante. Malik tidak mungkin mau menikah dengan wanita lain." Emila menggelengkan kepalanya tak percaya.
"Itu semua mungkin, Emila. Saat ini Malik bahkan sudah menikah dengan wanita itu." Jawab Bu Venna.
"Apa?!" Emila membultkan kedua bola matanya. "Malik sudah menikah?" Ulangnya.
"Benar. Apa kau benar-benar tidak mengetahuinya?" Tanya Bu Venna.
Emilla menggelengkan kepalanya tanpa bersuara. Sungguh saat ini ia benar-benar dibuat terkejut mendengar perkataan Bu Venna.
"Oh astaga..." Bu Venna hanya bisa menggelengkan kepalanya. Bagaimana bisa sampai saat ini putranya itu tidak memberitahu Emila jika ia sudah menikah. Pantas saja beberapa bulan belakangan ini Emila masih menunjukkn wajah baik-baik saja kepadanya.
"Malik tidak mungkin sudah menikah." Lirih Emila. Ia pikir saat Malik memutuskan hubungan mereka karena Malik terlalu sibuk dengan pekerjaannya dan meminta waktu untuk menenangkan hati dan pemikirannya lebih dulu. Emila benar-benar tidak menyangka jika alasan Malik memutuskan dirinya karena pria itu ingin menikah dengan wanita lain.
__ADS_1
"Malik sudah menikah bahkan kini Malik sudah mau memiliki anak dari wanita itu." Jawab Bu Venna.
"Itu tidak mungkin, Tante. Tidak mungkin." Ucap Emila.
Bu Venna pun hanya diam tak lagi bersuara.
"Dengan siapa Malik menikah, Tante?" Tanya Emila kemudian setelah cukup menenangkan dirinya.
*
Keesokan harinya, Flower yang sedang berada di rumah Suci diberitahu oleh tetangga rumahnya jika ada seorang wanita yang sedang mencarinya saat ini. Tentu saja setelah mendapat informasi dari tetangganya tersebut membuat Flower segera berpamitan pada Sucy untuk kembali ke rumahnya.
Tak berselang lama, Flower pun kini telah tiba di depan rumahnya. Ditatapnya seorang wanita yang kini tengah berdiri sambil membelakangi tubuhnya. "Kenapa aku merasa tidak asing dengan postur tubuhnya." Gumam Flower.
"Maaf, anda mencari siapa?" Tanya Flower kemudian pada sosok wanita yang sepertinya tidak menyadari kehadirannya.
Saat wanita itu membalikkan tubuhnya, Flower dibuat terkejut karena wanita yang tengah datang bertamu ke rumahnya ternyata adalah Bu Venna.
__ADS_1
"Ibu." Ucap Flower lalu mendekat pada mertuanya. Flower pun mengulurkan tangan pada Bu Venna untuk menyalaminya.
"Kau dari mana?" Tanya Bu Venna setelah menyalimi Flower.
"Emh, maaf, Bu. Flower baru saja dari rumah tetangga." Jawab Flower. Setelahnya Flower pun membukakan pintu dan mempersilahkan mertuanya untuk masuk.
"Silahkan duduk dulu, Bu." Ucap Flower pada Bu Venna.
Bu Venna mengangguk lalu menjatuhkan bokongnya di atas sofa. "Rumah ini sudah banyak berubah semenjak Malik menikah." Komentar Bu Venna sambil menatap sekeliling rumah yang dapat ia jangkau dengan matanya.
Flower hanya tersenyum tanpa bersuara karena ia bingung harus menjawab apa.
"Tunggu sebentar, Bu. Flow ingin membuatkan minum untuk Ibu." Pamit Flower.
"Tidak perlu repot-repot. Saya hanya sebentar di sini." Jawab Bu Venna menghentikan niat Flower untuk beranjak. "Lagi pula memangnya kau bisa membuatkan minuman untuk ibu?" Tanya Bu Venna kemudian.
Deg
__ADS_1
Flower dibuat tertegun tak percaya mendengar pertanyaan dari mertuanya itu.
***