One Night Love Tragedy

One Night Love Tragedy
Hanya itu saja?


__ADS_3

Keesokan harinya, pukul delapan pagi Flower dan Malik sudah berangkat dari kediaman mereka menuju rumah sakit untuk melakukan pemeriksaan kandungan Flower. Selama berada di dalam perjalanan baik Flower dan Malik saling bercerita satu sama lain tentang masa-masa kehamilan Flower dari trimester pertama sampai trimester ketiga saat ini.


"Kalau dipikir-pikir sejak awal bertemu kenapa aku sangat membencimu, ya?" Tanya Flower pada Malik.


Malik mengangkat kedua bahunya tanda ia tidak tahu.


Flower pun mengingat-ingat kembali awal pertemuannya dan Malik di perusahaan Bagaskara dan kesehariannya bersama Malik saat bekerja. Tidak ada satu hari pun yang mereka lewatkan tanpa berdebat. Agh, lebih tepatnya Flower yang sering mengajak Malik berdebat karena wanita itu sering merasa kesal melihat sikap dingin dan datar Malik kepadanya.


Flower pun teringat akan sesuatu. "Aku baru ingat jika awal aku membencimu karena kau selalu mencari celah agar aku tidak bisa berdekatan dengan Kak Rey. Kau seperti orang yang sedang menjaga Kak Rey agar berjauhan dariku." Ucap Flower setelah menyimpulkan semua kejadian yang terlintas di benaknya.


"Aku hanya ingin menjaga agar kau tidak mengambil apa yang seharusnya tidak menjadi milikmu. Dan aku juga ingin menjaga agar Tuan Rey tetap lurus mengejar takdirnya." Jawab Malik seadanya.


Flower mendecakkan lidahnya. Ternyata dugaannya benar jika selama ini Malik selalu berusaha mencari cara agar menjauhkannya dari Rey.


"Walau saat itu aku sangat membencimu karena kau selalu ikut campur dengan urusanku tapi saat ini aku merasa bersyukur karena dengan caramu itu kau bisa menyadarkanku jika takdirku bukanlah Kak Rey." Ucap Flower. Berdamai dengan keadaan benar-benar membuatnya tenang dan bahagia saat ini.

__ADS_1


"Jadi siapakah takdirmu?" Tanya Malik menarik tipis sebelah sudut bibirnya.


Flower tersenyum mendengarnya. "Mungkin dirimu." Jawabnya malu-malu. Menolehkan wajah ke arah samping agar Malik tak melihat rona merah di wajahnya.


"Mungkin?" Ulang Malik dengan kening mengkerut.


Flower mengerucutkan bibirnya. Ia tahu jika Malik membutuhkan jawaban yang pasti dari dirinya.


"Ya, ya. Takdirku adalah dirimu." Jawab Flower pada akhirnya.


Malik tersenyum tipis. Ia pun mengulurkan tangannya ke atas perut Flower dan mengusapnya. "Walau pun aku bukanlah pria yang kau harapkan pada awalnya, tapi aku akan berusaha untuk menjaga dan membahagiakanmu dan Baby." Ucap Malik lembut dan membuat Flower berbunga-bunga mendengarnya.


Malik pun diam sambil menatap lurus ke depan karena kini mobilnya berada di antara banyak mobil yang hendak berhenti di lampu merah.


"Apa kau ada uang kecil?" Tanya Malik saat seorang anak kecil datang menawarkan tisu pada mereka.

__ADS_1


Flower membuka tasnya. Mengambil dompet kecil dan membukanya. "Lima puluh ribu?" Ucapnya setelah mengambil uang yang ada di dalam dompetnya.


"Tak masalah." Jawab Malik lalu meminta uang itu dari tangan Flower.


Flower menyerahkannya. Setelahnya ia memperhatikan Malik yang membuka kaca jendela dan memberikan uang itu pada anak yang menawarkan tisu pada mereka.


"Kau sangat dermawan." Ucap Flower setelah Malik kembali menutup kaca jendela dan meletakkan tisu di kursi belakang mobilnya.


"Selagi kita bisa membantu apa salahnya?" Jawab Malik seadanya.


Flower tersenyum mendengarnya. "Kau belum menjawab pertanyaanku yang tadi. Apa kau hanya ingin membahagiakan dan menjagaku dan Baby saja?" Tanya Flower.


***


Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, point, dan komennya dulu, ya.

__ADS_1


Sambil menunggu Malik dan Flower update, silahkan mampir di novel shy yang lagi on going juga berjudul Istri Figuran, ya🖤


Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ 🤗


__ADS_2