One Night Love Tragedy

One Night Love Tragedy
Akhirnya jujur


__ADS_3

"Tentu saja aku tidak salah lihat. Mataku masih berfungsi dengan benar dan aku yakin jika yang aku lihat tadi itu benar-benar Rachel dan Zaki." Jawab Flower.


Malik menganggukkan kepalanya merasa yakin dengan apa yang Flower katakan. "Sudahlah, saat ini tidak perlu terlalu memikirkan hubungan mereka. Lebih baik kau fokus pada anak kita saja." Ucap Malik karena tak ingin Flower memikirkan tentang pria yang mulai ia anggap sebagai rivalnya karena pria itu sudah terang-terangan menunjukkan rasa sukanya pada Flower.


"Bukannya mau ikut campur di dalam hubungan mereka, hanya saja aku takut Rachel mendapatkan seorang pria yang tidak benar. Bagaimana pun juga Rachel adalah temanku sejak kecil." Ucap Flower.


Malik mengiyakannya lalu mengusap rambut Flower. "Kau tenang saja, Tuan Rey sudah memberikan seorang pengawal untuk Rachel. Dia pasti bisa menjaga Rachel dengan benar." Ucap Malik.


Flower menghembuskan nafas bebas di udara. Ia pun akhirnya mengangguk mengiyakan perkataan suaminya dan tak ingin terlalu memikirkan tentang Rachel dan Zaki.


"Lebih baik sekarang kita makan karena dua jam lagi sudah waktunya kita check out." Ajak Malik.


"Baiklah, aku ingin makan di kamar saja. Pesanlah makanan lebih dulu. Aku ingin membersihkan tubuhku sebentar." Pinta Flower.


Malik mengiyakannya. Ia pun segera turun dari ranjang dan mengambil ponselnya yang masih berada di dalam tas kerjanya. Flower pun turut turun dari atas ranjang dan melangkah menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya karena setelah pulang tadi ia tak langsung pergi untuk mandi justru memilih tidur.


*

__ADS_1


Dua jam telah berlalu, kini Malik dan Flower tengah berada di dalam perjalanan menuju rumah mereka. Selama dalam perjalanan Flower nampak diam memikirkan apa sudah saatnya ia mempertanyakan tentang usaha suaminya. Menunggu Malik untuk memberitahukannya kepadanya rasanya tidak mungkin karena suaminya itu terlalu suka menyembunyikan sesuatu darinya.


"Kenapa? Kau seperti sedang memikirkan sesuatu." Tanya Malik pada Flower. Ia sejak tadi memang mencuri pandang pada istrinya itu.


"Ya. Aku sedang memikirkan sesuatu. Aku sedang memikirkan tentang dirimu." Ucap Flower jujur.


Malik mengerutkan keningnya. "Memikirkan tentang aku? Untuk apa kau memikirkan aku?" Tanya Malik bingung.


"Karena terlalu banyak rahasia yang kau simpan dariku." Jawab Flower sedikit ketus.


Malik semakin mengkerutkan keningnya bingung.


Malik menghela nafasnya. Kini ia sudah mengerti kemana arah pembicaraan istrinya itu.


"Kenapa kau menyembunyikan identitas siapa pemilik restoran yang sering kita kunjungi sampai saat ini?" Tanya Flower menatap wajah tenang suaminya.


"Aku tidak pernah menyembunyikannya. Itu karena kau tidak pernah mempertanyakannya kepadaku." Jawab Malik tenang.

__ADS_1


Flower memutar kedua bola matanya malas. "Tentu saja aku tidak bertanya karena aku menunggu kau memberitahukannya kepadaku!" Ketus Flower.


Malik menghela nafasnya. "Bertanyalah jika ada hal yang membuatmu penasaran kepadaku karena aku tidak bisa selalu membaca isi hatimu." Jawab Malik.


"Jadi siapa pemilik restoran itu? Kenapa mereka selalu bersikap hormat dan sungkan kepadaku saat kita datang ke sana?" Tanya Flower tanpa basa-basi.


"Aku. Karena mereka harus menghargai wanitaku." Jawab Malik singkat dengan wajah datarnya.


"Kau..." Flower yang tadinya ingin marah jadi berbunga-bunga karena mendengar kata wanitaku yang keluar dari mulut Malik.


Ehe


***


Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, point, dan komennya dulu, ya.


Sambil menunggu Dio dan Hanum update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul One Night Love Tragedy, ya🖤

__ADS_1


Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ 🤗


__ADS_2